Pagi di Terminal

Mengukur pagi
Matahari masih bersemayam
Dan udara trus berhembusan
Wajah – wajah tirus nan kurus
Bergelut dengan waktu
Menakar pagi mencari rizki
Menghempas dingin gerogoti tulang
Demi sesuap nasi
Demi hidup hari ini

Kali Deres, 06 2008

One Response

  1. puisinya pake konsep imaji visual yah, nus?
    penggambaran tukang asongan di terminal?!
    ;-)

Leave a Reply