Harapan untuk Indonesiaku

Jika harapan itu matahari di langit jiwa Dan tiada yang diperlukan saat nadir selain harapan Maka, aku ingin berharap untuk indonesiaku Ke depan, di negeri tak putus rangkaian bencana ini Aku ingin lahirnya pemimpin sejati Yang mau mengabdi setulus hati Yang cinta rakyat dan negeri ini Bukan orang – orang pemimpin gadungan Ke depan, di [...]

Tanah terindu

Lambaian nyiur itu seakan berisyarat Gemuruh angin laut itu seolah memanggil Bumi mahakaya itu seakan merindu Menyeru namaku untuk kembali padanya Jiwaku berkelebat berjuta rasa Oh, tanah airku Aku pun rindu padamu Nyanyian kerinduanku ini bertalu – talu dalam hati Inginku s’gera kembali padamu Mengabdi setulus hati untukmu negeri

Nak, kalau mau kaya Jadilah SuperGayus

  Nak, Kalau kau ingin hidup kaya dan enak Ubahlah cita-citamu segera Tak usah lagi jadi dokter, pilot atau semua cita-cita standar ala bocah Kau cukup jadi pamong pemeintah lewat pintu belakang Lalu jadilah kau SuperGayus Tak perlu ragu apalagi bimbang Korupsilah yang banyak Jangan tanggung-tanggung   Jutaan itu recehan Ratusan juta itu mainan Milyaran [...]

hampa

hingan-bingar kota membuatku benar-benar asing seolah tersesat dikerumunan zombi-zombi kota   pengap aku terasing dikebobrokan ini inginku ganti nuansa inginku temui lagi manusia=manusia berhati jernih

TEBING BETAPA CURAM, JURANG BETAPA DALAM TAK TAMPAK KEDUA-DUANYA

sudah lama tidak membaca puisi-puisi karya Taufiq Ismail, terakhir adalah kumpulan puisinya yang sangat tebal berjudul “Tuhan Sembilan senti”. kali ini asaya akan memposting puisi karya beliau. ada hal menarik dari puisi ini, Taufiq hadir dalam sidang uji materi UU Penistaan Agama di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (24/3/2010). Taufiq dimintai pendapatnya [...]

Lelah

Ternyata aku pun kelelahan Ragaku lemas Jiwaku gelisah Aku payah Pandanganku kabur berhalimun Tanganku gemetaran Hatiku ngilu Aku lelah Aku merasakan kurang bertenaga Loyo dan ngantuk Ingin diam Ingin tenang Istirahat…

Sepenggal Cinta dalam Diam

Ahmad-Yunus Slalu, jantungku bergetar saat ada kamu Lidahku pun mengelu bisu Menjadikanku begitu bahagia Dalam diam cinta dan kerinduan Bukaannya tak ada cinta Aku membisu di sampingmu Tapi aku malu Aku hilang kata Dengarlah desah nafasku Perhatikan isyaratnya dengan seksama Rasakan nuansa hatiku Dan kau pun akan tahu Jikalau sepenggal cintaku ada dalam diam.

Dan Kelaparan…

Ahmad-Yunus negeri kolam susu telah berganti kini ia dipenuhi tetesan darah dan derasnya air mata duka menggelayut di atas khatulistiwa lihatlah mereka, para bocah kurus kering yang menggigil dipelukkan ibunya mereka lemas, mereka lapar, mereka sakit dan malaikat maut membelainya mesra mendekap dan membawanya pergi ke Negeri Abadi lalu kita di sini melepas mereka sedih [...]

Dinda

Ahmad-Yunus Dinda, Mengingatmu begitu menyenangkan Menggelorakan rindu dan cinta Rasa kasih pun hadir kembali Oh, Dinda Andaikan saja kita tak terpisah Andaikan saja tak ada jarak membentang Aku kan slalu ada di sisimu Oo, sepi begitu mendera Terasing aku dalam terali rindu Andaikan saja ku tak gugup di dekatmu Andaikan saja beraniku tak lenyap Andaikan [...]

Puisi Faiz untuk Ayah Bunda

sekalian memperingati hari ibu. plus memperkenalkan penulis cilik brbakat. maka, dipostinglah puisi dari juara 1 nasional penulisan surat untuk presiden tahun 2003, dia adalah abdurahman faiz. puisi ini ditulis saat faiz masih umur tujuh tahun lho: AYAH BUNDAKU Bunda Engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku Ayah engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku Ayah Bunda [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.