negeri kami (by ghirotul fata)

Di sini negeri kami
Tempat sawah terhampar luas
Samudranya kaya raya
Negeri ini subur permai
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimpah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Bebaskan negeri ini

menulis itu melukis

melukis itu menulis bisa juga menulis itu melukis. bukankah menulis itu melukiskan gagasan – gagasan yang berkonstalasi dalam alam pikiran lewat cat imajinasi dan mencoretkannya dengan kuas  kata – kata?

Selamat Datang Ramadhan

Ratusan hari telah berlalu
Tanpa terasa
Kini kau akan hadir kembali
Menggelorakan kerinduan jiwaku
Setelah kulalui hari – hari dengan payah
Ingin kubalas kekuranganku di waktu itu
Kutekadkan dalam hati,
Takkan kubiarkan kau berlalu
Dengan sia – sia
Kusiapkan diri dan imanku
Kubersihkan hati dari jelaga
Aku ingin melalui hari – harimu
Dengan amal terbaik yang bisa kulakukan
Kini, kau sudah di depan mata
Hanyalah do’a yang terucap
Semoga Dia [...]

Pagi di Terminal

Mengukur pagi
Matahari masih bersemayam
Dan udara trus berhembusan
Wajah – wajah tirus nan kurus
Bergelut dengan waktu
Menakar pagi mencari rizki
Menghempas dingin gerogoti tulang
Demi sesuap nasi
Demi hidup hari ini
Kali Deres, 06 2008