Tataniaga: Efisiensi Tataniaga

tulisan ketiga dari tiga tulisan

Dalam penyaluran produk dari produsen ke konsumen terdapat efisiensi yang disebut dengan efisiensi tataniaga. Menurut Mubyarto (dalam Yogi dan Rantaningtyas, 2012: 118) tataniaga dinyatakan efisien apabila mampu menyampaikan produk dari tangan produsen ke konsumen dengan biaya yang serendah-rendahnya dan adanya perlakuan yang adil dalam pembagian keuntungan diantara para lemabaga pelaku tataniaga. Yogi dan Rantaningtyas (2012: 118) mengatakan bahwa suatu saluran tataniaga dianggap lebih efisien dibanding dengan saluran tataniaga yang lain apabila margin tataniaganya lebih rendah dan pembagian keuntungannya adil sesuai dengan jumlah pengorbanan yang disumbangkan pada saluran tataniaga tersebut. Baca lebih lanjut

Tataniaga: Fungsi-fungsi pada Tataniaga

Fungsi-fungsi pada Tataniaga, tulisan kedua

Dalam proses tataniaga terdapat fungsi-fungsi tataniaga. Misalnya dalam proses penjualan dari peternak ke pedagang pengumpul. Pada proses ini peternak menjalankan fungsi penjualan dan pedagang menjalankan fungsi pembelian.

Fungsi penjualan bertujuan untuk mendapatkan pendapatan yang optimal. Fungsi penjualan meliputi mencari informasi pasar, perencanaan dan pengembangan produk, menciptakan permintaan terhadap produk budidaya ternaknya, melakukan kontak-kontak dengan calon pembeli potensial, menawarkan produk, melakukan negosiasi, melakukan kontrak penjualan. (Yogi dan Rantaningtyas, 2012: 113).

Yogi dan Rantaningtyas (2012: 114) menambahkan bahwa terdapat fungsi-fungsi lain yang terlibat dalam fungsi penjualan. Fungsi itu antara lain fungsi penyimpanan, pengolahan, pengankutan, standardisasi dan grading, pembiayaan, penanggungan resiko, dan lain sebagainya. Baca lebih lanjut

Tataniaga: Rantai Tataniaga

Rantai Tataniaga

Produsen dalam kegiatan memasarkan produk atau jasanya memerlukan saluran pemasaran. Tataniaga menurut Abdul Kadir Hamid (dalam Yogi dan Rantaningtyas, 2012: 111) adalah pelaksanaan kegiatan usaha dan niaga yang ditunjukkan untuk mengalirkan barang dan jasa dari titik produksi ke titik konsumsi.

Proses tataniaga sebagai suatu proses mengalirkan barang dan jasa dari titik produksi ke titik konsumsi sebenarnya sangat kompleks, karena melibatkan banyak sekali lembaga tataniaga dengan berbagai saluran. Pada tulisan kali ini yang akan dijadikan contoh adalah komoditas peternakan. Sebenarnya proses tataniaga pada komoditi peternakan sangatlah beragam. Tetapi apabila disederhanakan maka proses tataniaga pada komoditi ternak dapat digambarkan sebagai berikut:

image002

Baca lebih lanjut

Memulai indonesia Sehat dari Pekarangan Rumah

 

 

Kata siapa mau sehat harus mahal? Kita bahkan dapat memulai dari kebiasaan nenek moyang kita dengan mengkonsumsi jamu yang bahan bakunya dapat kita tanam sendiri di rumah.Budaya bangsa Indonesia telah mewariskan kebiasaan masyarakat mengkonsumsi obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit, serta rehabilitasi kesehatan.

Pada tahun 1980-an, WHO menghimbau Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, agar menggunakan bahan lokal alami untuk pengobatan.Dan kini pemanfaatan herbal Bahan Alam (OBA) di dunia medis telah meningkat di seluruh dunia. Kesadaran dalam menempuh upaya kesehatan preventif dan pencarian obat yang bersifat aman dan sedikit mungkin memberi efek samping, suatu efek-efek yang banyak dimiliki oleh kebanyakan obat-obat sintetik, mendorong untuk “kembali ke alam” sehingga dalam pengobatan orang semakin menginginkan obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Baca lebih lanjut

menutup buku perjalanan 2014, menebar harapan perjalanan di 2015

IMG_20141201_150659

Waktu tidak pernah berjalan mundur, tapi dari perjalanan yang telah dilalui ada  Saja kisah atau kejadian yang dapat dikenang. Seperti perjalanan di tahun 2014 yang sebentar lagi usai.

Bagi saya pribadi tahun 2014 merupakan tahun yang berbeda dari tahun sebelumnya, banyak mimpi dan target yang dicapai, bahkan dengan cara yang luar biasa. Mari mengenang sejenak…

Di tahun 2014 ini tanpa saya sadari telah membuat saya menjejakkan kaki di seluruh ibukota provinsi se-Jawa. Awal tahun di Semarang dengan mengendarai kereta. Surabaya kemudian menyusul di tengah tahun, meski hanya transit sebentar sebelum menuju ke Malang. Dan perjalanan  ke kedua tempat tersebut seluruh akomodasi saya ditanggung pihak lain.

Setiap perjalanan memiliki jalan kisahnya sendiri, terkadang menuju tujuan dengan cara yang berbeda. Tanpa diduga tahun ini saya menikmati perjalanan udara dari Tangerang ke Surabaya, Malang-Tangerang, dan Tangerang-Palembang. Jalur darat dengan Kereta Api dari Pasar Senen – Semarang Tawang. Ketika melangkahkan kaki ke wilayah yang lebih Jauh; Sumatera sempat pula menikmati perjalanan laut menyeberangi Selat Sunda.

Saya memiliki mimpi untuk bisa menjejakan kaki di 34 provinsi di Indonesia. Alhamdulillah pada tahun 2014 ini sudah mencoret 8 provinsi. Inilah penutup perjalanan di tahun 2014. Memang masih banyak provinsi dan pulau-pulau lain yang belum dijejaki. semoga di tahun 2015 banyak kota lain, di provinsi lain, di pulau lain yang bias kaki ini jejaki, entah dengan cara apa? Tapi sebaik-baik rencana kita, tetap lebih baik dan luar biasa rencana yang Allah desain untuk kita. Semoga!

buku internet untuk pelajar dan mahasiswa

“Barang Siapa memegang Akses Informasi, dialah yang akan memenangkan persaingan”. (Alvin Toffler)

satu lagi karya saya yang sudah terbit.

sinopsis:

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dengan membawa berbagai dampaknya pada pola kehidupan manusia dewasa ini. Salah satunya adalah perubahan mendasar prilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan. Dan salah satu dari teknologi yang menyebabkan perubahan prilaku tersebut adalah internet, yang merupakan sumber informasi yang tidak terbatas dan dapat diakses kapan dan dimana pun selama 24 jam. Sedangkan sumber-sumber tercetak, seperti buku, Koran, majalah dan sebagainya mempunyai keterbatasan akses yaitu tempat dan waktu serta kebaruan dari koleksi tersebut. Dengan internet akses informasi yang dapat dilakukan kapan saja, siapa saja, di mana saja ini, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan. Baca lebih lanjut

Menjembatani pelaku UKM menuju dunia tanpa batas: tantangan bagi operator seluler

Menjembatani pelaku UKM menuju dunia tanpa batas: tantangan bagi operator seluler

Berapa besarkan cyber market Indonesia? Berdasarkan data pada tahun 2011 tottal pengguna internet di Indonesia diperkirakan sudah menembus angka 55 juta orang atau setara dengan 22% dari jumlah populasi penduduk. Dan pada tahun 2014 ini, diproyeksikan mencapat angka 107 juta penggunana, begitulah data yang dipaparkan Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII). Bahkan, baru-baru ini di forum APMF 2014, CEO International News Media Marketing Association (INMA) Earl J Wilkinson, memaparkan bahwa Sampai 2020, diprediksi akan ada 3 miliar orang lagi yang akan terkoneksi ke internet karena akses ponsel pintar.

Tentu saja, pengguna internet dalam negeri yang jumlahnya besar ini menarik minat pelaku usaha untuk ikut nimbrung berpromosi menggunakan media internet. Angka transaksi internet di Indonesia juga besar. Menurut Irvan Nasrun, Chief of Network Security APJII, dalam hitung-hitungannya, transaksi internet di Indonesia menghasilkan uang Rp 3 miliar setiap dua menit. Itu artinya, ada Rp 90 miliar tiap jam yang terjadi di internet Indonesia. Pihak yang terlibat antara lain industri yang berkaitan dengan transaksi keuangan dan internet. Seperti perbankan, bursa saham, online trading, dan lainnya. Termasuk juga situs berita, social media, instant messaging, kampus, dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam laporan berita website Kontan, nilai transaksi e-commerce Indonesia diprediksi dapat menembus nilai 330 trilyun rupiah. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 707 pengikut lainnya.