Resensi Buku Percaturan Waralaba Indonesia

Label

image

Dunia wirausaha belakangan ini menjadi booming. Banyak bermunculan pengusaha-pengusaha baru yang menjadi inspirator bagi banyak orang untuk memulai usaha. Nama-nama seperti Henry Setiono dengan kebab Turki Baba Rafi-nya atau Mas Mono dengan Ayam Bakarnya adalah contohnya. Jika ditilik ternyata banyak pengusaha yang sukses berkat mewaralabakan bisnisnya, dua nama sebelumnya juga sukses berkat waralaba.

Salah satu buku yang membahas tentang waralaba adalah “Percaturan Waralaba Indonesia” yang ditulis oleh Amir Karamoy, seorang pakar dunia waralaba. Buku ini terbit di jakarta dengan penerbit Foresight Asia pada tahun 2013. Dan tulisan kali ini akan menggambarkan sedikit dari isi buku tersebut.

Baca lebih lanjut

Business Model Generation: Business Model Canvas

Label

“Model bisnis ibarat cetak biru sebuah strategi yang diterapkan melalui struktur organisasi, proses, dan sistem”
Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (hal 15)

Bagi anda yang ingin memulai usaha atau yang ingin menata kembali model bisnis dari usaha yang sudah ada, buku karya  Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur ini bisa jadi bahan penting. Buku terbitan Elex Media Komputindo yang tebalnya lebih dari 270 lembar tersebut memaparkan tentang cara inovatif untuk mendesain sebuah model bisnis, dilengkapi juga dengan contoh-contoh menarik dari berbagai perusahaan besar di dunia.

Baca lebih lanjut

Penawaran Produk Bogasari untuk Pakan Ternak

Label

, ,

Sejak awal tahun 2016, CV. Nurbarokah Unggul Sejahtera menjadi salah satu distributor untuk produk samping bogasari yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak.
Untuk mengenalkan produk-produk Bogasari tersebut. Tulisan kali ini akan membahas deskripsi produk dan kandungan gizinya.

1. Polard Gandum Cap Angsa

image

Bagian dalam kulit gandum, mengandung pati dan protein yang tinggi sehingga ideal untuk bahan pakan sapi potong, sapi perah, ayam itik, ayam arab, dan puyuh. Kandungan proteinnya baik untuk pengembangan daging babi dan daging sapi, serta untuk meningkatkan kadar padatan total dalam susu.
Baca lebih lanjut

Kedatangan tamu bule dari Global TV

Belakangan ini nomor saya sering sekali berdering, banyak panggilan masuk yang nomornya tidak dikenal. Meski demikian, saya sadar diri bahwa nomor ini adalah nomor terbuka dan nomor bisnis, siapa saja bisa menemukan lewat dukun modern bernama mbah google. Dan lewat terawangan si mbah google, seorang staf sebuah PH menemukan nomor saya.

“Met siang pak yunus, saya tyo dari global tv, bapak yang ngelola peternakan bebek? Kami ingin syuting di tempat bapak?”

Suara di seberang sana memulai percakapan dan saya pun seperti terkesima. Baca lebih lanjut

Sebuah Usaha untuk Terus Memperbaiki Kualitas.

Label

Jika ditanya apakah usaha itik menguntungkan? Tentu saya akan menjawab bahwa usaha itik tetap menguntungkan jika dijalani dengan benar. Kemudahan dalam meransum pakan alternative dan harga jual telur itik yang lebih mahal dari telur ayam merupakan keunggulan dari ternak itik.
Namun  usaha ternak itik jelas berbeda dengan ternak ayam buras. Dari teknis budidaya dan skala usaha jelas berbeda. Usaha ayam buras yang didukung oleh investasi besar tentu saja memiliki SDM yang lebih mumpuni dan didukung sarana prasana yang lebih baik termasuk laboratorium. Ada standar kualitas yang lebih teruji pada budidaya ayam buras dibandingkan dengan usaha ternak itik yang skalanya kecil-kecil itu. Meski demikian bukan berarti tidak ada upaya serius dalam memperbaiki kulitas ternak itik, kami di Nurbarokah Livestock berupaya untuk hal tersebut.
Saya bersyukur pada tahun 2014 lalu, kami di Nurbarokah Livestock mengalami peningkatan omset yang berkali lipat dari tahun sebelumnya. Usaha yang dulu sampingan kini valuasi omsetnya sudah lebih dari 500 juta pertahun. Peningkatan skala usaha yang juga menuntut perbaikan kualitas tentunya. Terlebih lagi untuk segmen pasar perusahaan yang terkait dengan pemerintah. Banyak pengalaman berharga dari aktivotas bisnis di tahun 2014 yang kami dapati dan menjadi bahan pelajaran serius ke depannya. Mulai dari, persiapan bibit, waktu vaksinasi, handling distribusi sampai kepada peningkatan kualitas.
Upaya pertama adalah persiapan bibit yang lebih baik lagi kualitas dan penanganan pembesarannya. Kedua adalah waktu vaksinasi yang dijadwal dengan baik dan menghindari serangan flu burung yang merupakan momok menakutkan bagi peternak unggas. Melakukan handling distribusi dengan meminimalkan kematian ternak ketika perjalanan, khususnya pengiriman ke lokasi-lokasi yang jaraknya jauh. Setidaknya upaya tersebut kami lakukan untuk meningkatkan kualitas.
Kami juga ingin membuktikan kualitas dan mutu itik bebas dari flu burung secara rasional. Bukan dengan mengada-ngada tanpa bukti. Bukti bahwa itik yang kami pelihara dan siap kirim adalah itik bebas flu burung dan memiliki titer antibody AI adalah dengan membuktikannya lewat uji lab. Alhamdulillah itu bisa kami wujudkan di bulan Agustus 2015 ini.

image

Kami selalu berupaya memperbaiki kualitas produk, karena kami sadar bahwa tantangan ke depan akan lebih sulit. Karenanya kami berbenah diri, terus belajar dan mengikuti perubahan yang menuntut untuk diikuti.

Cerita dari lomba ternak Nasional 2015

19 maret lalu saya menulis di Facebook seperti ini:
“secara pribadi tahun ini saya ingin ke makassar, tapi SMS kemarin mengirimkan sebuah tiket perjalanan yang entah akan menuju ke kota mana? hanya sms singkat meminta untuk bersiap dan melengkapi berkas-berkas. anda kembali mewakili Banten, kali ini untuk didaftarkan lomba di tingkat nasional!”

Lama berlalu. Sampai akhirnya, Rabu 20 Mei 2015 kemarin dapat kabar untuk verifikasi lapangan yg menurut buku pedum berarti masuk 7 besar nasional,
Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 853 pengikut lainnya