Tag

Jangan ambil pena saya! Tuan boleh mengambil apapun dari saya. Tapi, jangan pena saya! Karena ini adalah satu – satunya senjata yang saya miliki! (Kartini)

Berdakwah dengan pena! Mungkinkah? Bisa! Pastinya bisa, jika kita siap untuk melakukannya. Hal pertama yang harus disiapkan adalah visi. Seorang penulis muslim harus mengusung visi untuk melakukan pencerahan melalui tulisan dan perbaikan kualitas diri, peningkatan iman dan ilmu pengetahuan, yang merupakan pengejawantahan dari spirit Iqro (baca). Artinya, seorang penulis muslim harus berupaya membentuk sebuah masyarakat membaca dan menulis dengan semangat untuk memperbaiki kualitas diri atas dasar nilai – nilai yang diridhai Allah.

Menurut Kuntowijoyo, ada tiga kaidah yang mesti dijejaki dalam menulis oleh seorang penulis muslim.

Pertama. Merujuk pada pemahaman dan tafsir atas kitab suci, dalam hal ini Al Qur’an.

Kedua. Adalah tulisan yang merupakan bagian dari ibadah. Islam itu kaffah dan menampik paham yang diproklamasikan kaum sekuler bahwa agama mesti dideferensiasi dari kawasan – kawasan hidup lainnya semisal ekonomi, social, politik, budaya, termasuk sastra. Tak ada dislokasi dan diferensiasi kehidupan dalam islam.

Ketiga. Selain mengukhuhkan kesadaran ketuhanan, tulisan juga menjejakkan kakinya di punggung bumi kesadaraan kemanusiaan.

Sebagai seorang yang beragama Islam, maka jadilah seorang penulis muslim. Penulis yang ingin menyumbangkan sepercik kilau dari jalinan demi jalinan kata yang disusunnya.

Seorang penulis juga harus bisa mempertanggungjawabkan dengan apa yang ditulisnya, baik di dunia maupun di akhirat. dengarkan pesan mbak Helvi, Sebelum menulis berpikirlah, apakah tulisan saya ini akan membuat Allah tersenyum? Mencerahkankah? Atau malah sebaliknya, ambil bagian dalam membuat bobrok masyarakat sekitar saya?

Pegang baik – baik pesan Yusuf Qardhawi, setiap penulis pasti akan mati dan berlalu. Tetapi waktu akan mengabadikan apa yang telah ditulisnya. Maka, janganlah anda menulis dengan tangan anda, selain yang akan dapat membuat anda tersenyum ketika melihatnya kembali.