Tag

,

“Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Ada hal menarik dari berita yang dturunkan oleh Antara dalam laman beritanya, yaitu Penggemar Facebook Banten Adakan Halal Bihalal. Dalam berita itu disebutkan bahwa untuk mempererat tali persaudaraan serta bertukar informasi, puluhan penggemar facebook Banten mengadakan halal bihalal di sebuah rumah makan di Serang. Dalam acara halal-bihalal tersebut terungkap sebuah rencana untuk mendirikan sebuah yayasan dibidang sosial, yang pengurus dan anggotanya berasal dari para penggemar facebook. Bahkan, menurut Agung, salah seorang penggemar facebook yang berdomisili di Kota Serang mengungkapkan, untuk memperluas ikatan persaudaraan dengan penggemar facebook lainnya, bulan depan akan mengadakan silaturahmi dengan penggemar facebook dari Jakarta

Silaturahmi dalam Islam

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23) Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan, Heraklius pernah bertanya kepadanya –kala itu Abu Sufyan masih Kafir- : Apa yang diperintahkan oleh Muhammad ? Abu Sufyan menjawab : Dia memerintahkan kami untuk mendirikan shalat, bersedekah, menjaga kehormatan diri (al-‘iffah) dan menyambung tali silaturahmi. (HR Bukhari) Setiap muslim di dunia ini patut bersyukur bahwa di dalam syari’at islam terkandung nilai dan norma-norma yang sangat tinggi nilainya. Dan jika seluruh nilai dan norma yang merupakan way of life tersebut dijalankan secara menyeluruh, niscaya –baik kita sadari walaupun tidak- hal tersebut akan mendatangkan kemaslahatan baginya, baik di dunia kita sekarang ini maupun di kehidupan yang mendatang. Salah satu dari tuntunan hidup Islam tersebut adalah silaturahmi. Bahkan lebih dari itu, silaturahmi merupakan salah satu ajaran akhlaq yang paling asasi di dalam Islam. Dalam konteks keseharian kita masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, pelaksanaan praktek silaturahmi dapat dengan mudah kita jumpai.

Lihat saja budaya orang-orang Indonesia setiap kali lebaran ‘Idul Fitri dan hari raya ‘Idul Adha menjelang. Lepas dari bubar melaksanakan sholat sunnah ‘Ied, berbondong-bondong mereka saling berpeluk-salaman, saling kunjung mengunjungi antar rumah. Mulai dari rumah-rumah tetangga yang dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan kaki, hingga rumah-rumah handai tolan nun jauh di belahan bumi lainnya yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. Di luar dua moment besar Islam ini, pesona silaturahmi masih dapat dengan kental kita rasakan pada kehidupan keseharian masyarakat pelosok dan pedalaman desa. Hal yang sangat kita sayangkan, bentuk interaksi yang sangat mulia ini lambat laun dari hari ke hari nampaknya kian memudar. Padahal, silaturahmi bukan hanya sekedar bermuatan tali persaudaraan. Jauh melewati hal tersebut, silaturahmi pada hakikatnya adalah cara pandang dan sikap hidup seorang muslim –dengan nilai universal- yang menjadikannya sebuah pelita yang selalu menyinari keadaan di sekelilingnya. Banyak sekali dari kita yang secara fisik memang mempraktekkan silaturahmi, yaitu silaturahmi -dalam arti harfiyah yang selama ini kita fahami- yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah yang telah terbina antar sesama kita. Namun tidak jarang manakala kita sedang mengunjungi salah seorang kerabat, hati ini masih tetap menyimpan kebencian dan dendam terhadapnya. Apalah artinya jika kita bersilaturahmi secara fisik saja, sementara kalbu kita bertolak belakang dengannya. Bersilaturahmi hendaknya dilaksanakan dan dijalankan secara menyeluruh, luar dan dalam, secara lahiriyah dan batiniyah.

Nuansa persaudaraan ini haruslah terjalin dari hati ke hati, hal itu berarti bahwa ibadah yang hukumnya wajib ini harus disertai rasa tulus dan ikhlas.Layaknya ibadah wajib lainnya dalam syari’at Islam, silaturahmi bisa membawa implikasi langsung dan tak langsung terhadap jalannya roda kehidupan seorang muslim. Hal ini juga membawa dampak sebab-akibat, baik ketika silaturahmi itu kita laksanakan atau ketika kita meninggalkannya. Suatu ketika Rasulullah pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Hadits di atas hanya merupakan salah satu contoh dari sekian banyak keutamaan silaturahmi. Dengan silaturahmi kita akan mendapat limpahan cinta kasih dari orang-orang terdekat kita, sebagaimana Allah akan lebih menyayangi kita. Lebih dari itu, silaturahmi dapat membawa kita menuju pintu syurga kelak di akhirat nanti, insyaAllah.

Sebaliknya manakala kita meninggalkan silaturahmi, kita akan mendapatkan imbalan yang telah dijanjikan Allah dalam firman-Nya :”Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23) Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Abu Awfa, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : “Rahmat (Allah) tidak akan turun kepada suatu kaum/ummat yang di dalamnya terdapat orang yang memutus tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Baihaqi)

Pada hakikatnya bentuk pengejewantahan dari silaturahmi tidaklah hanya sebatas aksi saling mengunjungi antar sesama. Banyak hal yang bisa kita laksanakan masuk dalam kategori pelaksanaan silaturahmi. Ibnu ‘Abidin al-Hanafy berkata : “Silaturahmi itu wajib hukumnya walaupun hanya dengan mengucapkan salam, memberi selamat, dengan memberi hadiah, dengan menolong sesama, atau dengan mujalasah, bersikap lembut, berbuat ihsan.

Untuk ringkasnya, ada beberapa perbuatan yang termasuk dalam batas minimal dari silaturahmi seperti mengucapkan salam, senyum dan tidak menyakiti orang lain. Sementara itu, beberapa perbuatan yang bisa dikategorikan ke dalam batas maksimal silaturahmi adalah ziyarah mengunjungi kerabat, menjenguk yang sakit, memberikan hadiah, berinfaq kepada orang yang kesulitan, memberi selamat pada tiap moment hari raya, dan beberapa perbuatan lainnya.

Facebook Sebagai media silaturahmi

Facebook adalah salah satu media social network yang sangat terkenal, dengan facebook kamu dapat berinteraksi dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia. Di Facebook kamu dapat menampilkan profile diri kamu, lengkap dengan foto-foto kamu, bersosialisasi dengan orang-orang yang punya hobi sama, menjadi fans artis, berbagi cerita dan kegiatan kamu, atau chatting online dengan user lain. Facebook juga memungkinkan kita untuk bisa berhubungan kembali dengan teman-teman lama lewat fitur pencarian teman.

Karena layanannya yang bisa menghubungkan kita dengan berbagai orang di dunia ini, maka facebook bisa digunakan sebagai media silaturahmi. Seperti berita Antara di atas, bagaimana sebuah komunitas yang berasal dari dunia maya bisa berkumpul dan memiliki agenda yang baik di dunia nyata.

Namun, kehadiran facebook juga tak lepas dari masalah. Facebook yang sedianya adalah situs pertemanan, ternyata ada penggunanya yang melakukan penyimpangan dengan melakukan fitnah dan ghibah, ada juga yang meneror, bahkan ada suami yang tega membunuh istrinya sendiri, hanya karena sang istri merubah status meritalnya dalam facebook dari yang sudah menikah menjadi single.

Facebook ibarat sebuah kekuatan yang maha dahsyat dan tidak terhindarkan. Tak jarang facebook juga menjadi senjata mematikan yang justu meretakkan hubungan sosial seseorang.

Berikut beberapa etika dalam berfacebook yang dikutip dari msnbc.com :

1. Jangan membuat akun dan profil palsu

jangan pernah sekali-kali membuat akun dan profil palsu tentang mantan ataupun seseorang. Dan anda melakukan posting ataupun aktivitas perteman yang buruk untuk merusak namanya. Jangan pernah sekali-kali melakukan hal ini.

2. Jejaring Sosial bukanlah sebuah terapi yang seharusnya tidak jadi pengganggu dalam sebuah pengambilan keputusan.

3.Pahami perbedaan antara Wall dan Message.

Kata-kata seperti “I luv u sooooo much baaaaaaaaby. I can’t waaaaaaait too seeee u 2nite” alangkah lebih baik kalau ditulis di message.

4. Jangan mengumbar rahasia pribadi anda jika tidak ingin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika ingin Curhat tentang rahasia anda kepada seseorang, sebaiknya gunakan saja e-mail

5. Jangan banjiri profil dengan Photo, Video dan Komentar tentang gagalnya hubungan anda.

Jangan lakukan hal diatas jika anda tidak ingin dipermalukan dengan serangan balasan.

6. Sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu jika ingin berteman dengan mantan sahabat dekat anda.

7. Tidak ada masalah jika anda berteman dengan teman dari teman anda.

Tapi ada baiknya jika dalam perkenalan kita menjelaskan tentang “middleman” yang menghubungkan kita. Kita tidak ingin dianggap berniat menjual sesuatu dong, ketika mengajukan hubungan pertemanan dengan seseorang yang belum dikenal

8. Status hubungan adalah kesepakatan bersama.

Banyak permasalahan yang timbul akibat merubah status hubungan, tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Ingat, begitu anda merubah status anda, secara real time semua teman anda akan segera mengetahuinya.

Intinya adalah kehidupan sosial dunia maya bukan merupakan pilihan kehidupan bersosial yang utama, tapi merupakan pelengkap yang seharusnya memperindah hubungan yang sesungguhya.

wallahualam bis showab

Daftar bacaan:

http://www.antara.co.id/berita/1257091504/penggemar-facebook-banten-adakan-halal-bihalal

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/3648-gara-gara-facebook-suami-tega-bunuh-istri.html

http://khairuddinhsb.blogspot.com/2008/05/silaturahmi-dalam-islam.html

“Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Ada hal menarik dari berita yang dturunkan oleh Antara dalam laman beritanya, yaitu Penggemar Facebook Banten Adakan Halal Bihalal. Dalam berita itu disebutkan bahwa untuk mempererat tali persaudaraan serta bertukar informasi, puluhan penggemar facebook Banten mengadakan halal bihalal di sebuah rumah makan di Serang. Dalam acara halal-bihalal tersebut terungkap sebuah rencana untuk mendirikan sebuah yayasan dibidang sosial, yang pengurus dan anggotanya berasal dari para penggemar facebook. Bahkan, menurut Agung, salah seorang penggemar facebook yang berdomisili di Kota Serang mengungkapkan, untuk memperluas ikatan persaudaraan dengan penggemar facebook lainnya, bulan depan akan mengadakan silaturahmi dengan penggemar facebook dari Jakarta

Silaturahmi dalam Islam

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan, Heraklius pernah bertanya kepadanya –kala itu Abu Sufyan masih Kafir- : Apa yang diperintahkan oleh Muhammad ? Abu Sufyan menjawab : Dia memerintahkan kami untuk mendirikan shalat, bersedekah, menjaga kehormatan diri (al-‘iffah) dan menyambung tali silaturahmi. (HR Bukhari)
Setiap muslim di dunia ini patut bersyukur bahwa di dalam syari’at islam terkandung nilai dan norma-norma yang sangat tinggi nilainya. Dan jika seluruh nilai dan norma yang merupakan way of life tersebut dijalankan secara menyeluruh, niscaya –baik kita sadari walaupun tidak- hal tersebut akan mendatangkan kemaslahatan baginya, baik di dunia kita sekarang ini maupun di kehidupan yang mendatang.
Salah satu dari tuntunan hidup Islam tersebut adalah silaturahmi. Bahkan lebih dari itu, silaturahmi merupakan salah satu ajaran akhlaq yang paling asasi di dalam Islam. Dalam konteks keseharian kita masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, pelaksanaan praktek silaturahmi dapat dengan mudah kita jumpai. Lihat saja budaya orang-orang Indonesia setiap kali lebaran ‘Idul Fitri dan hari raya ‘Idul Adha menjelang. Lepas dari bubar melaksanakan sholat sunnah ‘Ied, berbondong-bondong mereka saling berpeluk-salaman, saling kunjung mengunjungi antar rumah. Mulai dari rumah-rumah tetangga yang dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan kaki, hingga rumah-rumah handai tolan nun jauh di belahan bumi lainnya yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. Di luar dua moment besar Islam ini, pesona silaturahmi masih dapat dengan kental kita rasakan pada kehidupan keseharian masyarakat pelosok dan pedalaman desa.
Hal yang sangat kita sayangkan, bentuk interaksi yang sangat mulia ini lambat laun dari hari ke hari nampaknya kian memudar. Padahal, silaturahmi bukan hanya sekedar bermuatan tali persaudaraan. Jauh melewati hal tersebut, silaturahmi pada hakikatnya adalah cara pandang dan sikap hidup seorang muslim –dengan nilai universal- yang menjadikannya sebuah pelita yang selalu menyinari keadaan di sekelilingnya.
Banyak sekali dari kita yang secara fisik memang mempraktekkan silaturahmi, yaitu silaturahmi -dalam arti harfiyah yang selama ini kita fahami- yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah yang telah terbina antar sesama kita. Namun tidak jarang manakala kita sedang mengunjungi salah seorang kerabat, hati ini masih tetap menyimpan kebencian dan dendam terhadapnya. Apalah artinya jika kita bersilaturahmi secara fisik saja, sementara kalbu kita bertolak belakang dengannya. Bersilaturahmi hendaknya dilaksanakan dan dijalankan secara menyeluruh, luar dan dalam, secara lahiriyah dan batiniyah. Nuansa persaudaraan ini haruslah terjalin dari hati ke hati, hal itu berarti bahwa ibadah yang hukumnya wajib ini harus disertai rasa tulus dan ikhlas.
Layaknya ibadah wajib lainnya dalam syari’at Islam, silaturahmi bisa membawa implikasi langsung dan tak langsung terhadap jalannya roda kehidupan seorang muslim. Hal ini juga membawa dampak sebab-akibat, baik ketika silaturahmi itu kita laksanakan atau ketika kita meninggalkannya. Suatu ketika Rasulullah pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)
Hadits di atas hanya merupakan salah satu contoh dari sekian banyak keutamaan silaturahmi. Dengan silaturahmi kita akan mendapat limpahan cinta kasih dari orang-orang terdekat kita, sebagaimana Allah akan lebih menyayangi kita. Lebih dari itu, silaturahmi dapat membawa kita menuju pintu syurga kelak di akhirat nanti, insyaAllah.
Sebaliknya manakala kita meninggalkan silaturahmi, kita akan mendapatkan imbalan yang telah dijanjikan Allah dalam firman-Nya :”Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Abu Awfa, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : “Rahmat (Allah) tidak akan turun kepada suatu kaum/ummat yang di dalamnya terdapat orang yang memutus tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Baihaqi)
Pada hakikatnya bentuk pengejewantahan dari silaturahmi tidaklah hanya sebatas aksi saling mengunjungi antar sesama. Banyak hal yang bisa kita laksanakan masuk dalam kategori pelaksanaan silaturahmi. Ibnu ‘Abidin al-Hanafy berkata : “Silaturahmi itu wajib hukumnya walaupun hanya dengan mengucapkan salam, memberi selamat, dengan memberi hadiah, dengan menolong sesama, atau dengan mujalasah, bersikap lembut, berbuat ihsan.
Untuk ringkasnya, ada beberapa perbuatan yang termasuk dalam batas minimal dari silaturahmi seperti mengucapkan salam, senyum dan tidak menyakiti orang lain. Sementara itu, beberapa perbuatan yang bisa dikategorikan ke dalam batas maksimal silaturahmi adalah ziyarah mengunjungi kerabat, menjenguk yang sakit, memberikan hadiah, berinfaq kepada orang yang kesulitan, memberi selamat pada tiap moment hari raya, dan beberapa perbuatan lainnya.

 

Facebook Sebagai media silaturahmi

Facebook adalah salah satu media social network yang sangat terkenal, dengan facebook kamu dapat berinteraksi dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia. Di Facebook kamu dapat menampilkan profile diri kamu, lengkap dengan foto-foto kamu, bersosialisasi dengan orang-orang yang punya hobi sama, menjadi fans artis, berbagi cerita dan kegiatan kamu, atau chatting online dengan user lain. Facebook juga memungkinkan kita untuk bisa berhubungan kembali dengan teman-teman lama lewat fitur pencarian teman.

Karena layanannya yang bisa menghubungkan kita dengan berbagai orang di dunia ini, maka facebook bisa digunakan sebagai media silaturahmi. Seperti ebrita Antara di aats, bagaimana dsebuah komunitas yang berasal dari dunia maya bisa berkumpul dan memiliki agenda yang baik di dunia nyata.

Namun, kehadiran facebook juga tak lepas dari masalah. Facebook yang sedianya adalah situs pertemanan, ternyata ada penggunanya yang melakukan penyimpangan dengan melakukan fitnah dan gibah, ada juga yang meneror, bahkan ada suami yang tega membunuh istrinya sendiri, hanya karena sang istri merubah status meritalnya dalam facebook dari yang sudah menikan menjadi single.

Facebook ibarat sebuah kekuatan yang maha dahsyat dan tidak terhindarkan. Tak jarang facebook juga menjadi senjata mematikan yang justu meretakkan hubungan sosial seseorang.

Berikut beberapa etika dalam berfacebook yang dikutip dari msnbc.com :

1. Jangan membuat akun dan profil palsu

jangan pernah sekali-kali membuat akun dan profil palsu tentang mantan ataupun seseorang. Dan anda melakukan posting ataupun aktivitas perteman yang buruk untuk merusak namanya. Jangan pernah sekali-kali melakukan hal ini.

2. Jejaring Sosial bukanlah sebuah terapi yang seharusnya tidak jadi pengganggu dalam sebuah pengambilan keputusan.

3.Pahami perbedaan antara Wall dan Message.

Kata-kata seperti “I luv u sooooo much baaaaaaaaby. I can’t waaaaaaait too seeee u 2nite” alangkah lebih baik kalau ditulis di message.

4. Jangan mengumbar rahasia pribadi anda jika tidak ingin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika ingin Curhat tentang rahasia anda kepada seseorang, sebaiknya gunakan saja e-mail

5. Jangan banjiri profil dengan Photo, Video dan Komentar tentang gagalnya hubungan anda.

Jangan lakukan hal diatas jika anda tidak ingin dipermalukan dengan serangan balasan.

6. Sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu jika ingin berteman dengan mantan sahabat dekat anda.

7. Tidak ada masalah jika anda berteman dengan teman dari teman anda.

Tapi ada baiknya jika dalam perkenalan kita menjelaskan tentang “middleman” yang menghubungkan kita. Kita tidak ingin dianggap berniat menjual sesuatu dong, ketika mengajukan hubungan pertemanan dengan seseorang yang belum dikenal

8. Status hubungan adalah kesepakatan bersama.

Banyak permasalahan yang timbul akibat merubah status hubungan, tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Ingat, begitu anda merubah status anda, secara real time semua teman anda akan segera mengetahuinya.

.Intinya adalah kehidupan sosial dunia maya bukan merupakan pilihan kehidupan bersosial yang utama, tapi merupakan pelengkap yang seharusnya memperindah hubungan yang sesungguhya.

Daftar bacaan:

http://www.antara.co.id/berita/1257091504/penggemar-facebook-banten-adakan-halal-bihalal

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/3648-gara-gara-facebook-suami-tega-bunuh-istri.html

http://khairuddinhsb.blogspot.com/2008/05/silaturahmi-dalam-islam.html