Tag

, ,

Ahmad-Yunus

Pendahuluan

Menurut Alvin Tofler dalam bukunya The Third Wave, perkembangan ini dinamai dengan gelombang ketiga (1980). Tofler membagi sejarah umat manusia menjadi tigaa gelombang, yakni:

Gelombang pertama antara tahun 800 SM – 1700 M disebut juga gelombang pembaruan. Manusia menemukan dan menerapkan teknologi pertanian. Tanah merupakan dasar bagi kegiatan ekonomi, kehidupan sosial budaya, struktur sosial dan politik. Hubungan antar manusia sangat akrab, personal, dan komunikasi bersifat sederhana, tulisan sebagai alat bantu. Kemudian struktur ini diubah secara total oleh datangnya peradaban industri (gelombang kedua).

Gelombang kedua mulai berimpit dengan revolusi industri. Manusia beralih ke energi terbaru seperti minyak, batu bara, dan gas. Mulai ditemukan mesin uap yang kemudian dipadukan dengan pabrik yang menghasilkan barang-barang produksi. Industri bersandar pada kegiatan produksi massal. Hubungan manusia menjadi impersonal, komunikasi dikuasai oleh media massa. Gelombang ini akhirnya tergusur oleh (gelombang ketiga.

Gelombang ketiga adalah peradaban yang didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan pengolahan data, penerbangan dan aplikasi angkasa luar, energi alternatif dan energi terbarukan serta rekayasa genetik dan bioteknologi, dengan komputer dan mikro teknik sebagai teknologi intinya. Pada era ini jaringan komunikasi, data dan informasi, komputer, latihan dan teknologi modernlah yang terpenting. Informasi merupakan faktor penentu. Jika pada gelombang kedua mengutamakan kekuatan fisik manusia, pada gelombang ketiga menekankan pada kekuatan pikiran.

Gelombang ketiga ini melahirkan masyarakat baru yang disebut dengan masyarakat informasi yang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a. Masyarakat yang terkena exposure (terpaan) media massa dan komunikasi global.

b. Masyarakat yang sadar akan informasi dan mendapatkan informasi secara cukup.

c. Menjadikan informasi sebagai komoditas bernilai ekonomis.

d. Berhubungan dengan masyarakat lain dalam sistem masyarakat global.

e. Mengakses informasi super highway (berkecepatan tinggi)

Dengan menjadi masyarakat informasi masyarakat akan menjadi :

1. Terbuka, diiringi dengan sikap kritis dan tidak apriori,

2. Demokratis, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, dan masyarakat informasi lebih demokratis dibandingkan masyarakat industri

3. Disentralisasi, kekuasaan berbgai, adanya otonomi daerah,

4. Bidang pekerjaan dari manufacture ke jasa, ciri pekerjaan berbasis ilmu pengetahuan,otomasi, pemecahan masalah dan innovasi,

5. Ketergantungan kepada ICT, komputer merupakan teman sejawat demokrasi yang paling penting sejak ditemukannya kotak suara (Toffler, 1992).

Salah satu unsur penting dari terciptanya peradaban gelombang ketiga dan masyarakat infromasi ini adalah telekomunikasi. Menurut Budiardjo (1991:12) telekomunikasi yang merupakan interkoneksi komputer dengan jaringan telekomunikasi membuka peluang untuk distribusi pengolahan kata, distribusi pekerjaan dan jaringan yang ampuh baik dunia usaha maupun pemerintahan. Hal ini akan meningkatnya layanan pada profesi jasa, termasuk jasa informasi.

Pada pertangahan tahun 2009 ini muncul sebuah mesin pencari baru, yaitu Wolfram Alpha. Mesin pencari yang ditukangi oleh ilmuwan dan matematikawan Inggris Stephen Wolfram, menawarkan pendekatan lain yang merupakan angin segar.

Sekilas TentangWolfram Alpha dan Komputasi pengetahuan

Wolfram Alpha ini dikembangkan oleh Wolfram Research yang dikepalai oleh Stephen Wolfram sejak tahun 1987, tapi Wolfram Alpha ini sendiri di release ke publik pada tanggal 15 Mei 2009 . Wolfram Alpha ini hadir dengan tagline nya “Computational Knowledge Engine” artinya kita bisa memasukkan berbagai pertanyaan dan komputer akan berusaha mencarikan jawabannya.

Menurut kata-kata Stephen Wolfram sendiri, produknya lebih cocok disebut sebagai “mesin pengetahuan komputasional”. Menurut salah satu posting blog-nya, Stephen Wolfram menyebutkan bahwa lewat produk barunya ini dia mencoba mewujudkan keinginan manusia ketika komputer pertama dibuat. Pada saat itu orang menyangka bahwa kita cukup mengajukan pertanyaan faktual kepada komputer, dan kita akan langsung diberi jawaban. Kenyataannya pada saat ini komputer belum dapat berperilaku seperti ini.

Di sisi lain, jaringan web saat ini telah mengumpulkan jutaan halaman teks dan informasi lainnya. Namun, menurut Wolfram “kita belum dapat mengomputasinya. Kita hanya dapat menjawab pertanyaan yang sudah diajukan sebelumnya. Kita dapat mencari, tapi tidak dapat menyimpulkan hal baru.”

Untuk mewujudkan mengomputasi pengetahuan ini Wolfram Alpha memanfaatkan basis data terstruktur yang dimilikinya, yang kemudian diolah dengan peranti lunak Mathematica. Bila mesin pencari lain biasanya hanya dapat menampilkan informasi yang tersedia bebas di web, Wolfram Alpha juga memanfaatkan kumpulan data yang sudah dilisensi, serta informasi offline.

Selain mengomputasi data dan menyimpulkannya, hal lain yang hendak dibidik Wolfram adalah kemampuan komputer untuk memahami pertanyaan yang diajukan dengan bahasa alamiah. Pada saat ini biasanya mesin pencari hanya dapat memahami kata kunci, ditambah dengan simbol-simbol atau operator logika.

Jadi bisa disimpulkan bahwa sistem mesin pencari terbaru ini, adalah suatu gudang data yang dapat memahami dan dapat menggunakan bahasa manusia biasa untuk menjawab berbagai pertanyaan. Sistem tersebut memberikan informasi yang selalu dinilai terlebih dahulu oleh pakar, dengan kata lain Wolfram Alpha tidak akan memiliki kekurangan seperti yang dialami pada Wikipedia atau pun berbagai jenis situs pengetahuan perorangan lainnya yakni kebenaran yang diragukan.

Wolfram Alpha merupakan sebuah mesin pencari jenius yang hasil pencariannya berbeda dengan kebanyakan mesin pencari pada umumnya. Jika kebanyakan mesin pencari menampilkan berbagai link dalam daftar hasil pencariannya, maka Wolfram Alpha hanya menampilkan satu halaman yang berisi berbagai informasi terkait kata kunci yang kita masukkan ke dalam kotak pencariannya.

Cakupan Ilmu

Cakupan ilmu yang terdapatd alam Wolfram Alpha meliputi berbagai bidang seperti: Mathematics, Statistics & Data Analysis, Physics, Chemistry, Materials, Engineering, Astronomy, Earth Sciences, Life Sciences, Technological World , Transportation, Computational Sciences, Web & Computer Systems, Units & Measures, Money & Finance, Dates & Times, Places & Geography, Socioeconomic Data, Weather, Health & Medicine, Food & Nutrition, Words & Linguistics, Culture & Media, People & History, Education, Organizations, Sports & Games, Music, dan Colors. Bidang-bidang pengetahuan tersebut terbagi lagi ke dalam sub-sub bidang.

Kelemahan dan Kelebihan

Sebagai Mesin pencari baru, bila dibandingkan dengan mesin pencari lainnya, maka Wolfram Alpha ini memiliki beberapa kelebihan antara laij adalah:

Wolfram Alpha hanya menampilkan satu halaman yang berisi berbagai informasi terkait kata kunci yang kita masukkan ke dalam kotak pencariannya.

Wolfram Alpha juga memanfaatkan kumpulan data yang sudah dilisensi, serta informasi offline dan dalam memberikan informasinya, Wolfram Alpha dinilai terlebih dahulu oleh pakar, dengan kata lain Wolfram Alpha tidak akan memiliki kekurangan seperti yang dialami pada Wikipedia atau pun berbagai jenis situs pengetahuan perorangan lainnya yakni kebenaran yang diragukan. Wolfram Alpha juga memberitahukan sumber apa yang ia gunakan dalam hasil pencariannya dengan terlebih dahulu mengklik Source Information di bawah hasil pencariannya.


Karena disebut sebagai “mesin komputasi pengetahuan” bisa diperkirakan bahwa pertanyaan yang dapat dijawab dengan sangat baik oleh Wolfram Alpha biasanya berkaitan dengan data dan angka. Namun, tidak berarti Wolfram Alpha hanya terbatas untuk keperluan ilmu eksakta.

Pengetahuan jenis lain juga dapat dicakup oleh Wolfram Alpha. Sebagai contoh kita juga dapat mencari tahu dengan cepat berapa GNP atau GDP suatu negara atau informasi terbaru tentang suatu perusahaan publik (sementara ini baru perusahaan Amerika Serikat).

Informasi yang lebih aneh juga bisa dihitung, misalnya berapa banyaknya orang bernama depan atau nama belakang tertentu. Namun, lagi-lagi data ini hanya tersedia untuk Amerika Serikat, dan data untuk nama yang tidak lazim di negara itu tidak akan tersedia

Selain itu, Wolfram Alpha ini bisa dipasang di laman perpustakaan atau blog, sehingga tak perlu mengunjungi situsnya terlebih dahulu bila hendak menggunakannya, cukup lewat situs atau blog yang kita miliki.


Tak dapat dipungkiri bahwa walaupun memiliki kelebihan Wolfram Alpha juga tak luput dari kekurangan. Kekurangan-kekurangan yang dimiliki Wolfram Alpha ini antara lain adalah:

Beberapa pertanyaan tidak dapat dijawab dengan memuaskan. Pertanyaan di bidang sains, teknik atau ekonomi menghasilkan informasi yang cukup terperinci, tetapi informasi di bidang seperti sastra atau sejarah masih minim.

Ada pula pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh Wolfram Alpha karena semata-mata memang tidak ada data. Sebagai contoh mesin tersebut dapat memberitahukan berapa produksi ikan Prancis dan Jepang, tetapi bila pertanyaan yang sama diajukan untuk produksi ikan Indonesia Wolfram Alpha tidak punya jawaban.

Dan sampai saat ini[4], Wolfram Alpha hanya menggunakan satu bahasa, yaitu bahasa Ingris. Hal ini menyulitkan bagi pengguna yang bahasa Inggrisnya lemah.

Sebuah referensi Baru bagi Pustakawan

Koleksi referesi adalah kumpulan bahan pustaka yang dipakai untuk mencari keterangan tertentu, tapi tidak untuk dibaca secara keseluruhan. Koleksi ini biasanya dimiliki oleh suatu perpustakaan untuk membantu pengguna pemustaka menemukan informasi yang diperlukannya. Infromasi yng terkandung  dalam koleksi referensi lebih bersifat soesifik atau khusus, sehingga mampu menjawab atau setidaknya menunjukkan jawaban secara speseifik dan langsung kepada pembaca.

Oleh karena itu, layanan referensi dalam sebuah perpustakaan merupakan sebuah layanan utama yang harus ada. Menurut Bopp (dalam Wulandari:2007), ada 3 jenis layanan referensi dasar (pokok) yang pada teorinya digolongkan secara terpisah, tetapi pada prakteknya terkadang dilakukan secara bersama-sama. Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah layanan informasi yang dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna sesuai kebutuhan informasi mereka mulai dari informasi yang sangat sederhana sampai dengan informasi yang sangat kompleks.

Salah satu dari jenis layanan referensi adalah A ready reference question, yaitu pertanyaan yang dapat dijawab secara cepat dengan melakukan konsultasi atau menggunakan 1 atau 2 alat bantu. Pada umumnya seperti pertanyaan mengenai alamat, terjemahan, arti kata atau definisi suatu istilah, tanggal dan tempat sebuah kejadian atau biografi singkat seorang tokoh, dll.   Dengan adanya internet, pertanyaan-pertanyaan yang bersifat ready reference tidak hanya dapat dijawab dengan alat bantu manual, tapi juga bisa diperoleh secara cepat di internet. Dan Wolfram Alpha merupakan salah satu pilihan yang jitu untuk digunakan sebagai sumber referensi bagi pustakawan.

Kesimpulan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar bagi peradaban manusia. Salah satu pengaruh itu juga berimbas pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi dengan hadirnya internet yang menyediakan berbagai informasi untuk diakses oleh pengguna.

Situs internet terbaru yang bisa dijadikan sebagai sumber infromasi di internet adalah Wolfram Alpha. Walaupun dibalik kelebihan yang ditawarkan, juga terdapat kelemahan yang masih nampak. Tapi, Wolfram Alpha layak untuk digunakan sebagai penunjang layanan referensi bagi pustakawan, terutama pustakawan yang koleksi referensi di perpustakaannya masih terbatas.

Daftar Pustaka

About Wolfram Alpha. http://www.wolframalpha.com/about.html (Akses 14 Desembar 2009)

Budiardjo, Bagio. 1991. Komputer dan Masyarakat. Jakrta: PT. Elex Media Komputindo bekerja sama dengan Pusat Antar Universitas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

Cengka, Gombang Nan .2009. Wolram Alpha, pendekatan baru mesin pencari. Bisnis Indonesia 30 Mei 2009

Nasution, Zulkarimein. 2000. Perkembangan Teknologi Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka

Search Engine Baru Revolusioner Wolfram Alpha Bulan ini Diluncurkan. http://erabaru.net/iptek/55-iptek/2351-search-engine-baru-revolusioner-wolfram-alpha-bulan-ini-diluncurkan (Akses 14 Desembar 2009)

Wulandari, Dian. 2007. Layanan Referensi Perpustakaan Pada Era Informasi : Menjalankan Fungsi Pendidik pada Perpustakaan Perguruan Tinggi. Visi Pustaka – Vol.9 No.1 – April 2007