Tag

Ahmad-Yunus

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu

kepada api yang menjadikannya abu

itu adalah bait puisi Prof. Sapardi Djoko Damono. kata – katanya sederhana, namun dalam. di balik kesederhanaan diksi yang dipilih terdapat hamparan makna yang luas. tapi juga kejujuran akan kemampuan dengan harapan.
jika saya sadur kembali puisi di atas dan mengubahnya untuk dijadikan kalimat penggugah jiwa dalam menulis -setidaknya untuk diri saya sendiri, maka yang tercipta adalah:

Aku ingin menulis dengan sederhana
dengan bahasa jujur dari hati
tanpa harus terikat bahasa baku

saya mengartikan menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa dengan menggunakan media tulisan untuk menyampaikan gagasan, perasaan, maupun ide dalam pikirin secara lisan. saya pun ingin menulis dengan sederhana, jujur dengan kemampuan yang saya miliki, dan terpenting yang saya maksudkan dalam tulisan saya dapat tersampaikan pada orang luas.
ternyata, bukan hanya saya yang ingin mengawali dunia tulis menulis dengan bahasa sederhana. tanpa harus terikat dulu dengan tatabahasa yang kaku. gagasan saya diatas juga mendapatkan realita dalam dunia blog. terutama para blogger yang memang menjadikan blognya sebagai tempat menuliskan catatan hariannya secara daring (online).
sebagai contoh:
Teman-teman berbangsa yang berbahagia, Indonesia sekarang sedang dilanda oleh marabahaya. Di televisi marak dengan berita yang seram. Di televisi kita melihat cowok bertingkah seperti cewek, cewek seperti cowok, dan cowok seperti bukan cewek dan cowok… aduh saya kok juga jadi bingung. Indonesia di ambang kehancuran, saudara-saudaraku! Kita melihat artis-artis kawin sirih, kurang kerjaan banget! Saya sih ogah kawin sama sirih… denger-denger pedes banget lho. Tetangga saya pernah kawin sama sirih, sampai sekarang pipisnya bengkok. (Raditya Dika, untuk indonesia yang lebih baik dan untuk membantu saya membeli barang – barang yang saya inginkan)
jika diperhatikan dengan seksama tulisan di atas, sudah pasti jauh dari kaidah bahasa yang benar. akan tetapi, sebagai sebuah tulisan ia adalah sebuah karya dari penulisnya, terlepas apakah tulisannya runut, indah, terstruktur, sesuai dengan tatabahasa atau tidak. itulah yang saya maksud dengan berbahasa dan menulsi dengan sederhana, jujur dengan kemampuan sendiri.
lantas, apakah kemampuan berbahasa dan kualitas mereka bisa meningkat? bisa saja jika mereka terus berlatih dan beranjak dari tulisan ringan menuju tulisan yang lebih berbobot.
kenyataan itu terjadi pada diri Josip Novakovich. josip adalah penulis asal Kroasia dan peraih banyak penghargaan fiksi di AS serta dosen di universitas Cincinati yang mengawali karir penulisannya dengan menulis ratusan halaman yang berisikan apa pun yang ia pikirkan serta banyangkan, tanpa peduli apakah tulisannya runut, indah, terstruktur atau tidak. tapi lama – kelamaan, Josip dapat mengembangkan karakter, latar, plot dan akhirnya menyusun sebuah cerita dengan baik.
selamat menulis!!!