Tag

, ,

Ahmad-Yunus

Masih ingat dengan Friendster? salah satu situ jejaring sosial yang pernah populer beberapa tahun silam. friendster mempunyai bagian Testimonial and Comment yang dapat diisi oleh teman pemilik profil untuk menggambarkan pribadi pemilik profil, juga dijadikan tempat untuk bertegur sapa, bercerita, bahkan bercakap-cakap antara pemilik profil dan temannya. karena dijadikan media kominikasi berbasis bahasa tulis, kita dapat menemukan kependekan ragam bahasa informal di sana.
Ada baiknya kita bahas dulu apa itu kependekan bahasa. menurut Harimurti Kridalaksana (2007:159), kependekan kata merupakan hasil dari proses pemendekan atau dalam istilah lain disebut abreviasi. Kridalaksana (2007:162), membagi kependekan dalam lima bentuk, yaitu, singkatan, penggalan, akronim, kontraksi, dan lambang huruf.
Bentuk kependekan bahasa Indonesia sebenarnya sudah sejak lama digunakan, bahkan dalam naskah proklamasi Presiden Soekarno menggunakan kependekan d.l.l. untuk dan lain-lain. Sampai saat ini, kependekan kata itu masih terus mengalami pertambahan dengan munculnya bentukan-bentukan baru. menurut Kridalaksana (2007:161), bentuk kependekan dalam bahasa Indonesia muncul karena terdesak oleh kebutuhan untuk berbahasa secara praktis dan cepat.
Hal inilah yang melandasi Dian Probowati untuk menulis skripsi tentang pemendekan kata dalam laman Friendster dengan judul “Pola-pola pembentukan kependekan ragam bahasa Indonesia informal pada testimonials and comments dalam situs friendster’
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dian menemukan bahwa, kependekan ragam bahasa Indoensia informal yang terdapat dalam bagian testimonial and Comments pada laman Friendster sangat beragam bentuknya. setelah melakukan analisis data terhadap data yang dikumpulkan, secara umum dapat disimpulkan hal-hal berikut:
1. kependekan Bentuk Singkatan memiliki frekuensi kemunculan paling banyak bila dibandingkan dengan bentuk kependekan yang lain.
2. Secara keseluruhan terdapat 5 pola pembentukan kependekan yang paling sering muncul pada data yang diteliti. kelima pola tersebut secara berturut sebagai berikut:

  • pengekalan huruf pertama suku pertama dan huruf pertama dan terakhir suku kedua sebuah kata.
  • pengekalan huruf pertama suku pertama dan pengekalan suku berikutnya sebuah kata.
  • pengekalan huruf yang tak beraturan.
  • pengekalan huruf pertama setiap suku sebuah kata.
  • pengekalan suku pertama dan huruf pertama dan terakhir suku kedua sebuah kata.

3. Bentuk kependekan dengan pola pengekalan huruf pertama suku pertama dan huruf pertama dan terakhir suku kedua sebuah kata dominan digunakan karena pola ini cenderung meluluhkan semua vokal dalam kata. Huruf vokal memiliki jumlah lebih sedikit daripada jumlah konsonan sehingga membuat kemungkinan salah pengertian makna antara penulis dan penerima pesan lebih kecil.

4. sebagian besar bentuk singkatan terbentuk dari konsonan atau minimal terdapat satu vokal di dalamnya.

5. Terdapat bentuk kependekan yang dimasukan ke dalam bentuk khusus. dikatakan bentuk khusus karena terbentuk dari pemendekan yang berbeda dengan kependekan lain.

daftar pustaka:
Probowati, Dian. 2007. Pola-pola pembentukan kependekan ragam bahasa Indonesia informal pada testimonials and comments dalam situs friendster. Depok: FIB UI. (skripsi)