Tag

, , , , , ,

Ringkasan:

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dengan membawa berbagai dampaknya pada pola kehidupan manusia dewasa ini. Termasuk juga pada perubahan Prilaku peneliti dalam mencari sumber informasi. Akses informasi yang dapat dilakukan kapan saja, siapa saja, di mana saja ini, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap berkembangnya ilmu pengetahuan. Hal yang paling sulit adalah bagaimana memilih informasi yang diperlukan di antara ribuan atau jutaan halaman yang tersedia, padahal waktu yang ada sangat terbatas.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh secara cepat dan akurat merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari pada era globalisasi ini, terutama bagi para peneliti.

Maka diperlukan sebuah pintu masuk yang menjadi akses utama menuju sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Atas dasar itu jualah Garba Rujukan Digital (selanjutnya disebut Garuda), sebuah portal rujukan ilmiah nasional secara resmi diluncurkan di Hotel Millenium, Jakarta, pada pertengahan bulan Desember 2009 hasil kerjasama Dikti dan PDII-LIPI.

Dalam panduan kontributor portal garuda disebutkan bahwa yang melatari diluncurkannya portal adalah perpustakaan digital umumnya dikelola dalam bentuk pangkalan data, termasuk pangkalan data karya ilmiah. Sayangnya di Indonesia, pangkalan data semacam itu sampai saat ini masih belum dikelola secara optimal dan terintegrasi. Hal ini mengakibatkan terhambatnya transfer informasi penting mengenai karya ilmiah kepada masyarakat, terbatasnya akses informasi karya ilmiah, terjadinya duplikasi kegiatan penelitian dan tidak terpantaunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 Lihat artikel lebih lengkap