Tag

, , ,

Postingan kali ini adalah tentang sebuah unek-enek saya, selaku pemilik blog ini.

Libur semester  genap ini yang lamanya tiga bulan saya habiskan untuk praktek kerja lapangan, awalany saya memilih sebuah direktorat jendral dibawah sebuah kementrian di Republik ini yang kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah orang tua, ya sekitar 14 Km. proses penyelesaian prosedural telah saya lengkapi, namun karena kondisi kesehatan yang sering keganggu penyakit lama dan jalanan menuju kota Tangerang yang rusak parah dan mulai diperbaiki, membuat saya berpikir ulang dan memutuskan untuk tidak mengambil PKL di dirjen tersebut.

Konsekuensinya adalah mencari tempat PKL yang baru, setelah direnungkan ada beberapa alternatif, tapi pilihan jatuh pada perpustakaan sekolah. Yap, perpustakaan sekolah, sebuha pilihan yang kata beberapa kawan adalah aneh,

“Kenapa gak milih di BUMN aja, kan lumayan buat link kerja”

Jawaban-jawaban lain juga ada, ada yang di kementrian, Perusahaan Bonafit, Perpusda, yang intinya adalah mendapatkan pengalaman sekaligus link buat nanti kerja.

Yah, mungkin cuma saya aja yang milih di perpustakaan sekolah.

“Tapi kenapa?” Tanya seorang kawan,

Jawaban saya atas pilihan itu adalah karena sebuah kalimat yang dilontarkan oleh dosen saya yang kebetulan saat ini masih menjabat sebagai Sekjen PP IPI,

“Kita mungkin tidak akan kerja di Perpustakaan Sekolah, Tapi kita punya kewajiban moral buat membantu perpustakaan sekolah’

Karena kalimat sederhana itulah akhirnya saya memilih untuk PKL di Perpustakaan SMAN 2 Kab. Tangerang.

Saya ingin mengaplikasikan ilmu saya untuk membantu sekolah yang pernah mencatat saya sebagai salah satu siswanya. Ingin mengenalkan sebuah konsep perpustakaan yang berbeda dengan stigma mereka. Ingin membawa mereka menjelajah ke sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang nyaris tak bertepi. Dan ingin membuat mereka berteriak sekeras-kerasnya

“WALAUPUN SEKOLAH KITA DI KAMPUNG, TAPI KITA BISA MELIHAT DUNIA !!!”