Tag

,

Minggu kemarin ngisi LDK OSIS di MA Nurul Falah Cadas, sebagai pembicara pengganti sih, tapi gak apa-apalah, sudah bisa diundang untuk berbagi ilmu juga sudah alhamdulillah.

Di LDK tersebut saya diminta mengisi tentang manajemen waktu.

Hufh, materi yang mudah disampaikan tapi susah diaplikasikan, apalagi Penduduk Indonesia terkenal dengan jam karetnya yang toeng-toeng.

Dengan bismillah meluncur dan terucaplah kalimat-kalimat yang akan saya resume sebagai berikut:

  • Dalam surat Al Ashr disebutkan bahwa, Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
  • Waktu kita terbatas, apakah kita termasuk orang yang merugi?
  • Bila setiap hari kita tidur selama delapan jam, maka sepertiga hidup kita telah habis hanya untuk tidur. Belum kerja, dan sebareg aktivitas lainnya. Lantas berapa waktu yang kita pakai untuk ibadah?
  • Manajemen waktu yang saya tahu: Setiap individu dituntut untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan berbagai kegiatan positif

Caranya:

  • Niat adalah landasan moral dan spiritual dari suatu perbuatan. Niat menentukan nilai baik atau buruk dan diterima atau tidaknya suatu perbuatan. Maka niatkan dari sekarang setiap aktivitas kita sebagai ibadah
  • Alokasikan waktu kita yang terbatas untuk beribadah kepada Allah. Tidur pun bisa bernilai ibadah apalagi kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain
  • Tentukan visi dan misi kita. Untuk apa kita hidup dan saya akan menjadi apa?
  • Dari visi dan misi akan jelas terlihat tujuan kita, sehingga kita bisa mempersiapkan langkah untuk mewujudkannya dengan waktu yang ada. Persiapan itu tercermin dalam jadwal kegiatan kita sehari hari-hari. Jika ingin lulus SNMPTN maka jadwal Kegiatan harian akan banyak dialokasikan untuk belajar.
  • Komitlah dengan jadwal tersebut. Tentunya dengan disiplin menjalaninya dan usahakan untuk tepat waktu serya berkesinambungan dijalankan tiap hari.