Tag

,

Selasa, 3 Mei 2011. Sama seperti hari-hari biasa, berangkat pagi untuk nyantri di UI. Sebenarnya agak sangsi untuk masuk ke kelas. Ternyata benar juga, hamper satu jam menanti, namun dosen yang ditunggu tak kunjung tiba. Akhirnya anak-anak pada bubar.

Sempat bingung, jam 10 sampao jam 12 mau ngapain. Gak mungkin pulang ke tempat kos, karena jam 1 ada kuliah lagi. Terpaksa jalan juga ke Kansas untuk mengganjal perut. Tapi diperjalanan ketemu adik kelas dan menyarankan ke audit gd 9 FIB. Ternyata di sana ada bedah buku Ranah 3 Warna bersama penulisnya, A. Fuadi.

Hmm. Kesempatan langka menimba ilmu dan pengalaman dari salah satu penulis berbakat.akhirnya manteng juga di salah satu rangkaian Acara Festival Timur Tengah 2011 yang diadakan oleh Ikaba.

Acaranya cukup menarik. Apalagi pembawaan A. Fuadi yang rileks dan jauh dari kesan formal serta diselingi beberapa video yang membuat penonton terkesima.

Bagi saya, ada beberapa hal yang bias dipetik sebagai hikmah:

  • Beranilah bermimpi dan bercita-cita tinggi. Karena orang sukses memulai sesuatunya dari mimpi. HP yang ada di genggaman kita, dulunya adalah mimpi dari pembuatnya, sampai ia mewujudkannya menajdi kenyataan.
  • Bela mimpi kita dengan usaha. Dalam novel Negeri 5 Menara tersirat dengan mantra man jada wajada. Karena mimpi yang kita cita-citakan tidak akan pernah terwujud tanpa ada usaha untuk menjadikannya nyata.
  • Sabar sebagai benteng. Harus diingat bahwa kesuksesan itu tidak datang dalam sekejap. Ia butuh rentang waktu, bias bulanan, tahunan, bahkan puluhan tahun. Dalam mengusahakan mimpi menjadi nyata tentu ada saja tantangannya, dan dalam menghadapi tantangan itu kita harus bersabar. Kesabaran, inilah inti dari Novel ranah 3 Warna. Nyaris setangahnya berkisah tentangg manisnya kesabaran.