Tag

, ,

Kawan, pernahkah kamu mengalami kejadian seperti ini: kita mencita-citakan sesuatu dan berusaha mencapainya, tapi ternyata hasilnya tidak memuaskan. Kita gagal meraih kesuksesan yang kita mimpi-mimpikan itu. Tetapi disaat bersamaan teman atau sahabat kita malah mendapatkan kesuksesan yang kita idam-idamkan itu.

Bagaimana perasaan kamu? Pasti secara alamiah kita kecewa. Bahkan bias jadi ada bara cemburu yang menjalar. Saya pun sama, saya pernah sangat kecewa dan iri. Namun sungguh tragis. Sikap saya itu justru semakin tenggelam dan hilang arah. Dan ingin berbuat nekat agar teman itu juga gagal.

Ah, sungguh benar apa yang dikatakan oleh ulama bernama Abdul Hamid al Katib, bahwa orang pendengki seperti orang yang menuang racun. Jika sudah lepas bisanya, terpenuhilah rasa puasnya.

Sangat mahal harga yang harus dibayar sebuah kegelisahan yang lahir dri iri dan dengki. Karena kita menembusnya dengan hati, daging, dan bahkan darah. Ketenangan, kebahagian, dan kedamaian kita pun jadi ikut taruhannya.

Kita bisa saja mengobarbankan semuanya itu karena membayangkan manisnya dendam dan menyakiti serta melepaskan satu karunia dari tangan orang lain. Padahal, sedikit pun kita tidak akan mendapatkan manfaat dari itu. Karena boleh jadi kita selihat sesuatu sebagai kesuksesaan seseorang, tapi belum tentu disana juga ada jatah kesuksesan kita.

Maka, tak usahlah galau melihat orang lain sukses. Yang kita lakukan seharusnya adalah melihat proses menuju sukses orang itu. Karena disanatersimpan pelajaran. Melalui orang itu, kita bias belajar tentang watak serta karakteristiknya, kebiasaan hidupnya, kiat-kiat keberhasilannya. Meniru proses yang telah ia lalui dapat menyakinkan kita untuk berhasil menggapai apa yang yang kita cita-citakan.

Wallahu’alam bishowab.