Tag

, , ,

Jika ditanya apa masalah terbesar dalam pendidikan kita? Maka saya ingin menjawab bahwa ada ketimpangan dalam hal kualitas pendidikan kita antara daerah pedesaan dengan daerah perkotaan. Desa selalu tampak sendu dengan fasilitas yang minim dan sumber belajar yang kurang, sedangkan kota tampak glamor dengan fasilitas yang wah serta sumber belajar yang melimpah.

Alvin Toffler, seorang futurolog yang membagi sejarah manusia menjadi tiga gelombang besar pernah berujar, bahwa barang siapa yang memegang akses informasi, dialah yang akan memenangkan persaingan.

Masalahnya terutama di Indonesia, seperti yang telah dijelaskan di atas adalah akses ke sumber-sumber informasi yang mendukung kegiatan pembelajaran tak merata antara kota dengan desa. Jika rata-rata masyarakat kota bisa menyediakan akses tersebut, tidak dengan masyarakat desa. Untuk membeli buku misalnya, berarti ada kebutuhan yang harus dikorbankan, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dasar saja sudah kerepotan.

Dengan kondisi di atas ada satu lembaga yang diharapkan mampu membantu kesenjangan itu, yakni perpustakan. Namun, kondisi perpustakaan di negeri ini pun sangat memprihatinkan. Untuk daerah-daerah pedalaman masih jarang adanya perpustakaan.

Secercah harapan baru

Semakin ke sini, ada perkembangan baru yang mencul akibat derasnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu munculnya akses internet di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, kemnkominfo bertekad menyediakan akses internet bagi warga di seluruh wilayah Indoensia dengan proyek palapa ring-nya.

Lantas apa keuntungannya untuk pemerataan kualitas pendidikan kita?

Adanya akses internet bias memangkas masalah yang dulu secara alami muncul akibat letak geografis Negara kita yang sangat luas dengan bentang alamyang beragam. Sebagai ilustrasi, buku pelajaran yang dicetak di Jakarta untuk sampai ke Maluku memerlukan aktu yang cukup lama dan biaya pengiriman yang mahal. Sedangkand engan adanya akses internet, buku sekolah elektronik yang diunggah oleh kemendiknas di Jakarta bias diunduh dengan cepat dan murah oleh pelajar atau guru di Maluku serta daerah lain di Indonesia.

Selain itu, internet juga bisa menjadi sumber-sumber informasi pelengkap bahan pelajaran, bahkan dapat disajikan dengan berbagai format dari teks sederhana sampai film. Jardiknas misalnya menyediakan situs bimbel online, video edukasi, edukasinet, dan sicerdik. Ada juga situs-situs yang dibuat oleh komunitas yang menyediakan informasi pelengkap kpendidikans eperti ilmukomputer.com, netsains, crayonpedia.org, videopelajar dan lain sebagainya. Kekayan asset ini bisa dimanfaatkan untuk meratakan kualitas pendidikan kita karena sumber-sumber tersebut tersedia di internet dan bisa diakses oleh siapapun dan di manapun selama ada akses ke internet.

Semoga dengan meratanya kesempatan mengakses sumber belajar, ke depan pendidikan kita lebih baik lagi.