Tag

, , ,

Saat ini kita hidup di abad informasi, di mana pengetahuan adalah kekuatan yang bisa membuat kita unggul. Untuk itu kita harus terus belajar mengembangkan potensi diri. Dan salah satu saluran yang memungkinkan kita mencari serta berbagi pengetahuan adalah internet.
Internet menyediakan konvergensi media pembelajaran. Dari sekedar blog sampai dengan web yang kompleks. Dari bahan pelajaran berformat teks sampai multi media. Penggunaan internet sebagai saluaran tempat penyedia berbagai meteri pendidikan dengan berbagai formatnya membawa kita pada suatu ruang baru, yaitu Cyber-education.
Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu apa itu media pembelajaran. Asnawir dan Usman mengartikan media pembelajaran sebagai sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.
Lebih lanjut Asnawir dan Usman menjelaskan bahwa penggunaan media secara kratif akan menungkinkan audiens (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performa mereka sesuai dengan tujuan yang ingin di capai.
Keuntungan penggunaan media pelajaran adalah dapat menyampaikan materi pelajaran kepada audiens (siswa) secara berdaya guna dan berhasil guna. Media juga memiliki keunggulan dalam penyampaian pesan serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh para siswa. Media juga memiliki kekuatan positif dan sinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku mereka ke arah perubahan yang kreatif dan dinamis.


Berikut ini adalah situs-situs yang menyediakan berbagai materi pembelajaran untuk dunia akademik berserta formatnya:

  • Presentasi dengan power point: slideshare.com
  • Video edukasi: youtube edu, academic earth, video edukasi, TED.
  • Buku: Buku Sekolah Elektronik, Project Guttenberg
  • Belajar Jarak Jauh: Si Cerdik, Bimbel Online, Sekolah Menulis Online.
  • Artikel-artikel pendidikan: ilmukomputer.com, crayonpedia.org, netsain, edukasi.net

Dengan kemudahan yang diberikan internet yang tak pernah tidur dan tak mengenal batasan geografis, sudah selayaknya sumber-sumber belajar di atas dapat digunakan secara maksimal guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang tak melulu verbalisme. selain itu, juga dapat merangsang peserta didik untuk terus belajar meski tidak berada dalam kelas.

Masalahnya penggunaan internet di Indonesia lebih condong untuk mencari sumber informasi, masih kurang yang memanfaatkanya untuk berbagi pengetahuan. Padahal, Internet juga bisa digunakan untuk berbagai pengetahuan, seperti meresume buku pelajaran misalnya.

Maka alangkah bijaknya jika kita tidak hanya menjadi pengguna yang mengambil manfaat dari sumber belajar itu, tetapi juga menjadi pencipta dari sumber pelajaran itu.

refrensi: Asnawir dan M. Basyirudin Umam. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Press.