Tag

, ,

Maryati sekilas hanyalah pelajar biasa saja di SMAN 11 Kab. Tangerang. Pada awalnya saya pun tidak terlalu mengenalnya, sampai suatu saat datang SMS dari salah seorang fasilitator Learning Gruop, salah satu program unggulan Insan Madani Learning Centre (IMLC), yang mengatakan ada salah satu binaannya yang curhat sudah nunggak SPP lebih dari 6 bulan.

Karena penasaran dan mengusik pikiran, saya lalu menelepon Elah, fasilitator yang mengirim SMS itu, dari elah keluarlah cerita bahwa Maryati sebenarnya sudah diminta oleh orang tuanya untuk tidak melanjutkan sekolah sampai SMA, cukup sampai SMP saja. Orang tua Maryati tidak lagi sanggup untuk membiayainya. Tetapi Maryati tetap ngotot untuk tetap melanjutkan sekolahnya, meski orang tuanya tidak lagi sanggup membiayainya. Maryati masuk SMA dengan menggunakan uang tabungan semasa SMP-nya.

Masih cerita dari Elah, Maryati ke sekolah tidak punya uang sama sekali. Sedangkan jarak rumahnya dengan sekolah terbilang jauh. Beruntung ada temannya yang berbaik hati memberikan tebengan. Resikonya Maryati sangat tergantung dengan kebaikan hati temannya untuk pulang pergi ke sekolah.

Dari cerita Elah, akhirnya teman-teman IMLC sepakat membahas masalah ini. temannya di rohis kami minta cerita mereka tentang Maryati. Eh, salah satu temannya yang satu desa dengannya mengatakan kalau di desanya yang melanjutkan SMA Cuma tiga orang saja, salah satunya Maryati. Dalam rapat itu keluar keputusan untuk memberikan beasiswa kepada Maryati.

Dari mana dananya? Yang pasti bukan dari kas IMLC, karena kondisi kas IMLC juga tidak terlalu baik. jadi teman-teman IMLC bersepakat untuk menyisihkan gajinya, yang sebenarnya sudah dipotong sana-sini, untuk dikumpulkan dan dibayarkan kepada pihak sekolah agar Maryati bisa tetap bersekolah. Akhirnya, pada tanggal 19 November 2011, kami bisa memberikan beasiswa kepada Maryati. Tidak besar, tapi bisa mengurangi tunggakannya.

Maryati saat menerima sertifikat beasiswa IMLC

Sore hari setelah IMLC memberikan beasiswa, saya tanya lagi tentang Maryati ke Elah. Kata Elah sebenarnya keluarga Maryati punya penghasilan dari hasil berkebun, tetapi hanya cukup untuk makan keluarganya saja.

Kabar baiknya, selain mendapat beasiswa dari IMLC, sekarang Maryati tidak lagi nebeng ke sekolah. Karena ada kakak iparnya yang kasihan dan tersentuh dengan semangat Maryati untuk sekolah, meminjamkan motornya untuk dipakai ke sekolah oleh Maryati, sedangkan kakak iparnya menggunakan sepeda untuk berangkat kerja meski jarak yang harus ditempuhnya sangat jauh.

Saya sendiri hanya bisa bersyukur telah menemukan orang yang semangatnya untuk bersekolah sangat tinggi dan bisa membantu mengurangi bebannya. Sungguh awalnya saya mendirikan IMLC bersama lima orang lainnya hanyalah untuk melakukan pembinaan kepada para pelajar agar mereka tidak salah langkah dan memoles potensi mereka agar terus berkembang, kini, kami punya program baru, yaitu program beasiswa untuk binaan kami yang semangat belajarnya tinggi namun kemampuan ekonominya lemah.

Jika Pembaca mau dan bersedia menyisihkan penghasilannya untuk membantu binaan kami yang kekurangan finansial, maka kami akan sangat menantikan bantuan anda. Bantuan anda akan kami olah menjadi beasiswa. Silahkan transfer ke rekening Bank Syariah Mandiri No Rek. 0177003749 a.n Iwan Ridwan dan konfirmasi via sms atau email.

Ahmad Yunus

Sekretaris Jenderal IMLC

Hp: 0856 7601 644

Email: madanilearning@gmail.com

Weblog: imlc.wordpress.com