Sebagai penulis lepas yang pernah menembus media massa. Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan cara menembus media.

Menulis sepertinya telah menjadi keahlian yang bernilai plus. Seperti adik kelas saya yang setia bertanya tentang cara menembus media massa. Apalagi kayanya kalau tulisan sudah dimuat di media massa bisa menjadi nilai tambah buat beasiswa.

Hmm. Okelah, jika memang ingin menembus media massa apapun motif kamu.

Berikut ini tips sederhana yang mungkin bermanfaat:

  • pelajari isi media. Dengan mempelajari isi media kita tahu kencenderungannya. Di sana juga ada kriteria pengiriman tulisan dan lainya (saya pernah menulis syarat pengiriman tulisan ke Kompas di Sini). Sebagai contoh, majalah Ummi adalah untuk wanita muslimah dewasa, sedangkan majalah Hai adalah untuk remaja. Maka jangan mengirim tulisan yang bertema merawat bayi ke majalah Hai, karena pasti akan ditolak.
  • Siapa anda? apakah ada ruang khusus untuk anda? Media-media tertentu punya kolom-kolom khusus untuk penulis dengan latar tertentu. Koran seputar indonesia misalnya, ia punya kolom suara mahasiswa untuk mahasiwa. Maka kalau anda mahasiswa cobalah kolom ini, jangan memaksa di kolom opini karena latar belakang anda pasti kalah oleh dosen dan aktivis LSM.
  • Media massa nasional sulit, coba yang lokal. Setiap harinya media massa nasional bisa mendapatkan kiriman tulisan berjumlah ratusan. Bisa anda bayangkan betapa ketatnya persaingan untuk bisa di muat. Maka tidak ada salahnya mencoba koran lokal, karena tingkat persaingannya tidak sekeras seperti di koran nasional. Dan kalau dimuat, anda bisa punya daya tawar ketika mencoba mengirimkan tulisan di media nasional.

Oke deh. Begitu dulu. Semoga sukses.