Tag

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejak internet booming dan mudahnya mengakses internet, kita memiliki sarana lain untuk berkorespondensi dengan orang lain dengan berbagai latar belakang. Salah satu sarana itu adalah media sosial.

Tiap tahun terjadi peningkatan pengguna internet di negeri ini. Bila kita lihat saat ini saja sudah ada lebih dari 40 juta pengguna facebook di Indonesia. Pengguna twitter juga sudah mencapai angkat jutaan orang. Menjadi menarik untuk memperbincangkan tren media sosial satu tahun ke depan.

Sebernarnya tahun 2012 ini, penggunaan media sosial tidak bergeser banyak dari tahun sebelumnya. Media sosial masih menjadi aktualisasi personal untuk berhubungan dengan orang lain. Media sosial masih sesuai nature-nya, yaitu menjadi sarana hubungan orang dengan keluarga, membatu mendapatkan teman baru atau pun berhubungan kembali dengan teman lama. Hanya saja, facebook dan twitter bukanlan satu-satunya media sosial yang digunakan oleh netter.

Selain itu, media sosial juga menjadi alat ampuh kampanye. Baik kampanye sosial maupun kampanye politik. Pelakunya bisa personal atau pun lembaga, lembaga swadaya masyarakat dan lembaga pemerintahan.

Tren selanjutnya adalah media sosial sebagai sarana pemasaran. Pemainnya jelas adalah pelaku usaha, baik umkm maupun perusahaan besar. Internet membuka kran pemasaran yang luas dan bisa dimasuki siapa saja serta membuka persaingan sengit antar pelaku usaha. Dahlan Iskan bahkan menyebut internet sebagai evolusi bagi masyarakat menengah untuk bersaing dengan kalangan atas. Maka begitu juga dengan pemasaran barang dan jasa antar umkm dengan perusahaan mapan.

Dan tren ini akan semakin luas cakupannya. Kenapa lebih luas? Karena makro ekonomi Indonesia juga bagus. Selain itu, pelaku usaha juga sudah berpikir bahwa promosi adalah investasi. Mereka akan meraup keuntungannya nanti, bukan dalam waktu yang singkat.

Kabar gembiranya, setiap tahun adversiting expenditure tiap tahun selalu naik. Jika tahun 2010 saja adversiting expenditure dalam negeri mencapai Rp. 70 triliun, bagaimana tahun 2012 ini? Meski akan terjadi goncangan akibat kenaikan BBM, pelaku usaha kita pasti akan tetap beriklan meski disaat krisis karena karena di saat kondisi sudah normal orang akan terus mengenal brand tersebut.

Yang menarik, menurut Harris Thayeb, seperti yang dikutip majalah Marketers edisi Desember 2011, adalah peningkatan drastis dalam iklan di dunia digital. Dari tahun 2009 ke 2010 terjadi peningkatan belanja iklan di media ini sebesar 100 persen, meski jumlahnya kecil hanya dua persen dari iklan nasional.

Bukan tidak mungkin tahun ini akan mengalami kenaikan. Terlebih generasi muda kita sudah internet maniac, bahkan seorang pakar bernama Mac Prensky menyebut generasi muda sekarang sebagai digital native. Maka jangan heran jika tahun ini akan banyak pelaku usaha yang memasarkan brand-nya lewat media sosial. Termasuk mengadakan lomba-lomba untuk memberikan peningkatan penjualan dan  awarnes terhadap brand-nya. Selain itu, tren promosi lewat sosial media ini juga melahirkan jenis ekonomi kreatif baru, yaitu perusahaan Agency social media yang memberikan saran dan masukan serta strategi pagi pelaku usaha yang mau melakukan promosi lewat media sosial. salah satu contoh Agency social media adalah Arwuda Indonesia.