Tag

, ,

Salah satu mimpi saya yang saya tulis dibuku agenda pertengahan tahun 2011 adalah kuliah di IPB. Saat itu saya ingin melanjutkan pendidikan saya di sana tepatnya di Manajemen Pembangunan Daerah. Dan ketika menuliskan target melanjutkan pendidikan di IPB, saya yakin bahwa itu dapat menjadi kenyataan.

Alhamdulillah ada rezeki untuk ikut pendidikan dan pelatihan Teknologi tepat guna tanggal 25-27 April 2012 di fakultas Peternakan IPB yang diinisiasi oleh Distanak Provinsi Banten. Saya Sebenarnya sih bukan saya yang awalnya berangkat, namun karena orang yang seharusnya berangkat tidak bisa ikut. jadi dialihkan ke saya. Berkat itu mimpi saya untuk kuliah di IPB terwujud meski hanya satu minggu.

Sungguh tidak menyesal mengikuti pelatihan ini karena ilmu yang di dapat sangat bermanfaat, terutama membuat pakan ternak. Juga merasakan tidur di Asrama Amarilis IPB. Dan pengalaman subuh berjamaah di al Huriyah. Meski menjadi peserta paling muda dan yang belum menikah di tengah abah-abah bergaya galau, sehingga jadi anak bawang dan sasaran tembak humor dewasa mereka.

Tiga hari di sana, hari pertama mendapatkan materi tentang pembuatan pakan yang disampaikan oleh Dr. Yuli Retnani, Msc. Ibu Yuli memberikan kilasan teori dari bahan baku, mesin sampai ke prosesnya. Hari pertama ini juga saya minta uji sampel dua pakan yang saya bawa dari rumah, yaitu tepung ikan dan pelet. Jujur saja, untuk pelet formulasinya masih uji coba, belum mendapatkan ilmu yang cukup. karenanya saya sangat bersemangat dan paling siap dalam pelatihan ini.

Sorenya kita kita ke lapangan untuk praktek membuat pakan dari formulasi yang sudah disiapkan oleh tim Fapet IPB. mencampur semua bahan menjadi ransum (masih bentuk mash). Setelah itu istirahat di amarilis.

Hari kedua materinya bukan lagi pakan, tapi materi lain berupa pemprosesan unggas. Dilanjutkan praktek lapangan motong unggas dengan baik dan benar serta melihat-lihat mesin tetas telur unggas. banyak sharing ilmu di hari kedua ini baik dari pemateri maupun petani. saya juga mendapatkan konsep ternak bebek terpadu yang akan saya aplikasikan pertangahan tahun ini di kampung.

Hari ketiga hanya setengah hari tapi menarik. kami kembali ke lab lapangan untuk praktek membuat pakan lanjutan. Hasil ransuman hari pertama kami cetak menjadi pelet menggunakan mesin pelet. setelah itu, masuk kembali ke ruangan untuk mendapatkan materi formulasi pakan. wah ini yang ditunggu-tunggu, karena kami membuat pelet secara otodidak belajar dari internet. melalu materi ini kami diberikan cara membuat formulasi pakan dan cara menghitung protein pakan. jadi punya bekal di rumah untuk membuat pakan murah berkualitas.

Di hari ketiga ini juga hasil laboratorium pakan yang saya bawa keluar dengan hasil sangat memuaskan untuk tepung ikan. kandungan proteinnya bernilai 53 % nyaris mendekati jumlah protein tepung ikan impor. sedangkan untuk pelet hasilnya masih terlalu tinggi. Dengan bekal ini saya yakin bisa mengatasi masalah pakan yang cukup membelit pembudidaya ikan yang selama ini saya geluti. Pakan selama ini menjadi komponen biaya terbesar di pembudidayaan ikan dan unggas. selain itu saya juga sudah punya hitungan formulasi pakan dari bahan yang ada di sekitar tempat tinggal.

alhamdulillah pelatihannya lancar.