Buat apa sih nulis?
Pertanyaan seperti itu sering sih saya terima, sebenarnya banyak hal yang membuat saya suka menulis, salah satunya karena menulis itu bermanfaat. Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah manfaat menulis bagi kesehatan.

Dalam Quantum writing karangan Harnowo, disebutkan bagaimana menulis itu bisa menjadi obat dan bahkan membuat si penulis menjadi sehat dan menambah kekebalan tubuh. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr.Pennebaker, seorang psikolog dari Amerika. Menurut Dr. Pennebaker mereka yang menuliskan trauma bahkan bila itu trauma terburuk sekalipun ternyata akan lebih mudah melupakan atau setidaknya mengatasi masalah trauma tersebut.

Memang dalam jangka pendek setelah kita menulis hal-hal yang menjadi trauma kita hal itu akan membuat kita teringat dengan trauma kita dan membuat kita jatuh ke dalam kesedihan atau trauma yang lebih dalam. Mungkin alasan inilah yang banyak membuat orang malas atau enggan menuliskan tentang trauma, mereka hanya mencoba melupakan dengan beralih kepada hal-hal lain. Hal ini seperti lari dari masalah dan tidak menyelesaikan trauma itu. Menurut penelitian itu, kesedihan paska penulisan trauma itu hanya berlangsung beberapa hari saja. Dalam jangka panjang mereka yang telah menulis pengalaman traumatisnya ternyata jauh lebih tegar dan mengelola trauma mereka. Lebih lanjut Dr. Pennebaker mengatakan bahwa, Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh. Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik.

Nah, bagi kamu yang punya pengalaman traumatis, sekarang ambilah kertas dan pulpen. Tuliskan semua resah dan gundah anda dalam tulisan itu. Tak perlu perhatikan struktur dan ejaan. Tulis saja semua yang ingin kamu tulis.

Oke udah selesai?

Sekarang remas hasil tulisan kamu dn tumpahkan semua kesal kamu dalam remasan itu. Jika sudah lempar saja.

Giamana, tenang kan?

NB: jangan menulis status FB dengan penuh kemarahan, bisa jadi itu menyerang orang lain! Cukup dengan cara di atas saja lah.