Tag

,

Dua dasawarsa lalu, disparitas pendidikan antara kota dengan desa begitu curam. Terutama dalam teknologi media pendidikan. Teknologi media pendidikan ketika itu hanya ada di kota-kota besar. Namun kini berkat teknologi berformat digital, salah satunya internet, yang semakin berkembang menjadikan jurang pemisah antara pendidikan kota dengan desa dapat dipersempit. Bahkan, membuat pendidikan kita desawa ini lebih berwarna.
Lantas, warna apa saja yang diberikan oleh teknologi digital? Jawabannya ada dipemaparan berikut ini:
Warna pertama: tak ada lagi batasan geografis. Sebelum internet digunakan secara luas, bangsa kita mengalami kesulitan dalam distribusi buku pelajaran dan soal-soal. Bayangkan saja betapa sulit, butuh waktu dan mahalnya pengiriman buku teks pelajaran dari Jakarta ke daerah-daerah.
Kini, berkat internet batas geografis menjadi kabur. Pengiriman teks pelajaran menjadi lebih mudah dan efisien. Buku Sekolah Elektronik (BSE) adalah contohnya. Dengan format digital, BSE yang diunggah ke internet dapat dengan mudah diakses dan diunduh oleh berbagai pihak. Pencetakannya juga mudah, karena tiap orang di mana pun dapat mencetaknya, jadi tidak perlu lagi orang Jakarta yang mengirim ke berbagai daerah.
Warna Kedua: Dunia tanpa tidur. Internet merupakan sumber informasi yang tidak terbatas dan dapat diakses kapan dan dimana pun. Karena akses informasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak pernah tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Sedangkan sumber-sumber tercetak mempunyai keterbatasan akses yaitu tempat dan waktu serta kebaruan dari koleksi tersebut.
Warna ketiga: Dunia tempat bimbel seru. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas e-learning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, bimbel online dan sebagainya. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga-lembaga tersebut.
Kemendikbud juga meluncurkan portal belajar bernama Rumah Belajar. Alamat portal ini adalah belajar.kemendiknas.go.id. portal ini berisi modul dan kelas bimbel online untuk tingkat SD sampai SMA.


Warna Keempat: Dunia yang tidak kaku. Teknologi digital memiliki berbagai format yang memanjakan mata. Dunia pendidikan tidak lagi kaku dengan tampilan papan tulis, gambar, atau radio. Berkat teknologi digital kita bisa melihat tampilan yang interaktif, animasi seru, dan tampilan audio visual yang memudahkan murid menyerap pelajaran.
Salah satu contohnya adalah animasi berikut ini:

Warna kelima: Dunia Diskusi. Internet memungkinkan kita untuk dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
Nah, setidaknya itulah warna yang diberikan oleh teknologi digital terhadap dunia pendidikan kita. Khususnya internet. Menjadikan dunia pendidikan menjadi lebih berwarna dan menarik. Tentu saja tujuannya adalah membuat pendidikan kita berkualitas.
Untuk itu, pemanfaatan teknologi digital bagi pendidikan ini perlu lagi dikembangkan. Kalau perlu dibuat berbagai lomba untuk mengasah keterampilan siswa dalam memanfaatkan teknologi agar terlahir karya-karya masterpiece dari para pelajar kita. Sungguh, teknologi digital membuat pendidikan lebih berwarna, kenapa tidak kita buat pelangi prestasi?

ditulis dalam rangka lomba blog Presented by Ngawur, Powered by Pusat Teknologi