Tag

,

Pendidikan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Semua yakin itu, bahkan agama pun turut memberikan motivasi untuk menuntut ilmu.S eperti petuah yang mengatakan, tuntulah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Petuah tersebut menegaskan bahwa pendidikan adalah sebuah proses pemberlajaran yang tidak mengenal henti selama manusia itu hidup.

Pendidikan modern menyebutnya dengan pembelajaran sepanjang hayat (Life Long Learning). Dalam rencana strategis Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014 disebutkan bahwa Paradigma pembelajaran sepanjang hayat berarti bahwa pembelajaran merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu pembelajaran sejak lahir hingga akhir hayat yang diselenggarakan secara terbuka dan multimakna. Pembelajaran sepanjang hayat berlangsung secara terbuka melalui jalur formal, nonformal, dan informal yang dapat diakses oleh peserta didik setiap saat tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Dengan paradigma ini baik peserta didik maupun pendidik menjadi subyek pembelajar yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, inovatif, dan berkewirausahaan. Paradigma ini memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subyek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif, inovatif, dan berkewirausahaan.

Pandangan pemerintah di atas sungguh bagus. Namun sayang, realitas di lapangan tidak semulus cita-cita. Paradigma yang berkembang di masyarakat kita bahwa pendidikan itu hanya ada di bangku-bangku sekolah dan perguruan tinggi. Diluar demarkasi sekolah dan perguruan tinggi, maka itu bukanlah pendidikan.

Lantas bagaimana dengan mereka yang kurang beruntung tidak mengecap bangku sekolahan, apakah secara otomatis tidak dapat menjadi seorang pembelajar? Jawabannya tidak juga. Perpustakaan dapat menjadi wahana sekaligus penyedia informasi bagi jiwa-jiwa pembelajar.

Rumah Dunia.

Rumah Dunia terletak di Serang. Berada di perkampungan dan dikelola sendiri oleh masyarakat.Semua kegiatan rumah dunia bermula dari ruang keluarga rumah Gola Gong yang memang suka membaca.Yang kemudian banyak anak tetangga yang datang dan bertanya, “apakah kami boleh ikutan baca buku?”

Hal itu kemudian  memberikan inspirasi untuk membuat Rumah Dunia di belakang rumahnya sebagai tempat belajar masyrakat. Tiga bulan pertama rumah dunia disosialisasikan dengan mainan anak-anak Gola Gong yang disimpan di sebuah gubuk, lalu anak-anak sekitar diundang untuk datang ke rumah dunia hanya sekedar bermain dan sekedar mengenal Rumah Dunia. Setelah tiga bulan berjalan, mainan habis dan anak-anak mulai kebingungan, di situlah Pengurus Rumah Dunia melancarkan aksinya dengan menyediakan buku.

 MA

Figure 1. acara di Rumah Dunia

Sekarang Rumah Dunia sudah memiliki pengunjung tetap, di mana pengunjung itu dapat belajar dengan leluasa tanpa diskriminasi. Menjadi lokomotif gerakan membaca di Banten. Rumah Dunia juga telah mampu melahirkan penulis-penulis yang tulisan-tulisannya menghiasi media massa, serta menelurkan buku-buku yang telah diterbitkan oleh berbagai penerbit ternama.

Rumah Dunia sudah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kehadiran perpustakaan dilingkungan masyarakat. Sudah saatnya keberadaan perpustakaan lebih diperhatikan. Bentuk perhatian ini misalnya, datang dalam bentuk apresiasi, Gola Gong, pendiri sekaligus penasehat Rumah Dunia mendapatkan penghargaan dalam kategori Pendidikan dari XL Indonesia Berprestasi Award 2008. XL IBA 2008 adalah sebuah kegiatan alternative yang mencoba mengenalkan ‘pahlawan-pahlawan’ yang berjuang tanpa pamrih di tengah persoalan riil masyarakat. Dan XL, sebagai pihak swast dengan kewajiban CSR-nya, telah memberikan dukungan, baik yang terkait dengan bisnis XL maupun tidak, mulai dari buku, perpustakaan berjalan, akses internet, maupun dukungan untuk acara Banten Membaca serta sebagai pengakuan sebagai salah satu pemenang XL Award 2008.

index

Figure 2. Gola Gong menerima XL IBA 2008

Pada akhirnya perpustakaan didirikan untuk memfasilitasi masyarakat yang terdidik, terpelajar, terbiasa dan berbudaya tinggi.Masyarakat yang demikian itu mempunyai pandangan dan wawasan yang luas, mandiri, percaya diri, dan terbuka untuk senantiasa mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman karena itu keberadaanya perlu didukung.