Tag

, ,

Situs jejaring Sosial, tidak aneh lagi bukan bagi kita? Ayo siapa yang belum punya akun fb? Pasti hampir semua kita sudah memiliki akun di jejaring sosial, baik fb, twitter, dsb.

Nah, ternyata situs jejaring sosial bisa juga digunakan sebagai media dakwah loh! Sebelum kita membahas tips-tipsnya, ada baiknya kita kenalan dulu dengan objek dakwah kita, yaitu para pengguna situs jejaring sosial.

Mac Pransky dalam salah satu tulisannya membagi umat manusia dewasa ini menjadi dua golongan, yakni digital immigrant dan digital native. Digital imigrant adalah generasi yang menganal internet ketika mereka sudah dewasa. Sedangkan digital native adalah generasi yang saat belajar menulis sudah mengenal internet atau lahir di dekade 90an.

Ada perbedaan khas antara digital imigran dengan digital native. Pertama, generasi digital native sangat peduli dengan keadaan diri mereka. Mereka meributkan identitas dan selalu ingin eksis. Kedua, generasi digital native cenderung lebih terbuka dan blak-blakan. Mereka tidak masalah membuka apa yang disebut generasi sebelumnya sebagai privasi. Mereka justru suka membuka kehidupan privasi mereka di situs jejaring sosial. Seperti “ugh gi sebel banget ke injak sama si anu.”

Saat ini pengguna situs jejaring sosial di dominasi oleh generasi digital native, maka kita bisa tahu ciri khasnya, yakni mereka ingin eksis dan ingin didengar. Maka dakwah kita saat ini adalah dakwah era baru, tidak lagi seperti dulu yang berteknologi rendah tapi dengan sentuhan personal pada objek dakwah yang tinggi. Saat ini adalah dakwah teknologi tinggi tapi tetap dengan sentuhan personal pada objek dakwah yang tinggi.

Berikut ini adalah saran yang bisa digunakan untuk berdakwah di situs jejaring sosial:

a. Ucapkan selamat atas keberhasilan yang diraih atau pada momen tertentu seperti saat milad. Langkah ini untuk mendekatkan kita dengan objek dakwah, lewat kesan bahwa kita punya perhatian pada mereka.

  • b. Generasi ditigal native sangat doyan curhat tentang masalah yang mereka hadapi, yang mungkin bagi kita masalahnya sepele. Hal yang bisa kita lakukan adalah membalas curhat-curhat mereka dengan kalimat-kalimat simpatik. Baru kemudian kita berikan nasihat-nasihat yang islami.

c. Jika mereka sudah menerima kita, kita bisa mengirim pesan-pesan yang berisi kalimat-kalimat mutiara dan nasihat-nasihat Islam.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.