Kebanyakan bisnis, khususnya bisnis keluarga didaftarkan sebagai perusahaan kepemilikan tunggal oleh orang yang mendirikannya. Status kepemilikan tunggal ini ternyata menyimpan masalah besar di kemudian hari. Setidaknya itulah yang diungkapkan oleh Nurlela Zubir dalam bukunya yang berjudul Familionaire! Yang diterbitkan oleh Penerbit Hikmah (kelompok Mizan).  Membiarkan perusahaan yang sudah berkembang maju untuk terus memiliki status kepemilikan tunggal dapat berbahaya. Karena hal ini, dapat membuat perusahaan bubar dengan sendirinya jika pemilik pertamanya meninggal dunia.

Kenapa bisa bubar, tak lain karena ketika seorang pemilik tunggal meninggal dunia, maka semua harta miliknya, termasuk rekening bank atas nama perusahaannya, akan dibekukan sementara waktu oleh pihak bank. pihak bank hanya dapat mengizinkan uang masuk ke dalam rekening bisnis itu, tetapi uang tersebut tidak dapat diambil. Ini jelas masalah serius karena bisnis membutuhkan dana untuk beroperasi. Selain itu, apabila pemilik bisnis sebelumnya juga diberi berbagai kemudahan pinjaman modal berputar oleh bank untuk menjalankan bisnisnya, semua itu juga akan ditarik kembali.

Proses pengalihan kekuasaan harta warisan oleh pihak pewaris yang diurus oleh pengacara keluarga ataupun peradilan perdata umumnya akan memakan waktu hamper setahun. Selama pengalihan kekuasaan itu belum selesai, semua harta warisan tidak dapat diusik.

Bayangkan betapa buruknya situasi sebuah bisnis kepemilikan tunggal apabila pemiliknya meninggal dunia. Bisnis yang sedang berjalan lancar dengan tiba-tiba dibubarkan dan tidak dapat berjalan lagi.

Secara praktis, pengoperasian bisnis masih bisa diteruskan atas nama baru. Bagaimana pun, kontrak-kontrak yang sudah ditandatangi, izin pendaftaran, dan segala urusan yang  berkaitan dengannya harus diurus seperti semula, seperti saat mendirikan bisnis baru.

Karena itu, Nurlela Zubir, menyarankan agar perusahaan berkepemilikan tunggal yang sudah berkembang maju sebaiknya diubah statusnya menjadi perseoran terbatas. Karena, perseoran terbatas adalah entitas bisnis yang lebih aman dibandingkan perusahaan kepemilikan tunggal dan perusahaan firma. Perusahaan perseroan terbatas tidak seperti perusahaan kepemilikan tunggal dan perusahaan firma yang harus bubar dengan sendirinya apabila pemiliknya meninggal dunia.

Sebagai manusia, tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan datang. Kematian bisa terjadi setiap saat. Makanya, bagi anda yang masih membanggakan diri sebagai pemegang tunggal bisnis anda, sebaiknya mulailah berpikir akan masa depan bisnis anda.