Tahukan anda bahwa pengguna internet di Indonesia pada tahun 2011 sudah mencapai angka 55 juta orang lalu pada tahun 2014 ini diproyeksikan mencapat angka 107 juta pengguna, begitulah data yang dipaparkan Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII).

Angka yang luar biasa untuk jumlah pengguna internet di Indonesia yang peningkatannya sangat melesat. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat. Dan tentunya didukung oleh Operator Telekomunikasi dengan menyediakan layanan paket data.

Meningkatnya penggunaan internet menyebabkan berubahnya berubahnya pola tingkah laku manusia dalam pencarian informasi. Mesin pencari seperti google, yahoo search, dan sejenisnya telah menjadi tumpuan orang dalam mencari informasi, termasuk informasi tentang suatu produk.

Terlebih hadirnya generasi baru, yaitu generasi muda kita sudah internet maniac, bahkan seorang pakar bernama Mac Prensky menyebut generasi muda sekarang sebagai digital natife alias peenduduk asli dunia digital yang sejak kecil sudah bersentuhan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Melihat fenomena di atas, orang yang jeli akan memanfaatkannya untuk melakukan promosi.

Nah, internet merupakan media yang murah meriah untuk melakukan pemasaran produk atau jasa. Termasuk pelaku UMKM yang memiliki dana terbatas untuk promosi.

Bayangkan jika sebelumnya untuk iklan, kalangan bawah pasti akan kesulitan memasarkan produknya lewat media mainstream seperti Koran, radio, dan televisi. Karena memasarkan produk lewat media tersebut membutuhkan biaya mulai dari yang agak mahal sampai ke yang sangat mahal. Sedangkan dengan internet kita bisa memasarkan produk secara bebas bisa lewat web, blog atau situs jejaring social seperti facebook, twitter, dan sebagainya.

Website VS Situs Jejaring Sosial

Website adalah salah satu bagian yang tak terkecualikan dalam sebuah marketing online. Ibarat toko dalam dunia nyata. Semua informasi produk, daftar harga, cara pemesanan, dan sebagainya dapat ditampilkan dalam website. Menggunakan website akan menemukan nama bisnis anda sendiri di internet.

Satu lagi yang sedang menjamur adalah situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Linkedln dan sebagainya. Bukan tidak sedikit bukan yang menawarkan jasa dan produknya lewat status facebook? Anda juga dapat mengikutinya untuk memperkenalkan dan jasa dan produk yang anda jual.

Perbedaan situs Jejaring Sosial dengan website adalah situs-situs jejering sosial ini mengikuti tren. Tren ini terkadang tidak dapat bertahan lama, contoh ini adalah Friendster (FS). FS kini bagaikan “sampah” yang teronggok di internet. Ia ditinggalkan penggunanya akibat kehadiran Facebook (FB) yang lebih interaktif dan variatif. Akibatnya, FS kini tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi bagian dari sejarah.

Manfaatkan juga media mall online. Yaitu situs jual beli seperti agromaret, indonwork, took bagus dan sebagainya. Media maal online ini ibarat kita menempel stiker atau banner di pinggir jalan untuk memasarkan produk atau jasa anda. Bedanya di internet anda hanya tinggal daftar secara gratisan lalu membuat promosi.

Lantas mana yang paling bagus apakah website, situs jejaring sosial, atau media mall online?
Gabungkan ketiganya. Itulah cara yang paling bagus dan bukan hal yang mustahil. Internet memungkinkan ketiga cara tersebut di gabung. Banyak kisah sukses tentang toko online yang tersebar di seantero jagan maya ini, khususnya indonesia anda dapat melihat percontohan sukses penjual di tokopedia, tokobagus, indonetwork dan lainnya, yang memanfaatkan media mall online dan situs jejaring sosial seperti facebokk untuk memasarkan barangnya walau mereka sudah memiliki toko online alias website sendiri.

Jadi kenapa anda pelaku usaha tidak ikut gabung ke era internet marketing?
***

sumber: http://tangerangnews.com/opini/2014/01/26/11536/why-not-umkm-go-to-internet-marketing–