Menjembatani pelaku UKM menuju dunia tanpa batas: tantangan bagi operator seluler

Berapa besarkan cyber market Indonesia? Berdasarkan data pada tahun 2011 tottal pengguna internet di Indonesia diperkirakan sudah menembus angka 55 juta orang atau setara dengan 22% dari jumlah populasi penduduk. Dan pada tahun 2014 ini, diproyeksikan mencapat angka 107 juta penggunana, begitulah data yang dipaparkan Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII). Bahkan, baru-baru ini di forum APMF 2014, CEO International News Media Marketing Association (INMA) Earl J Wilkinson, memaparkan bahwa Sampai 2020, diprediksi akan ada 3 miliar orang lagi yang akan terkoneksi ke internet karena akses ponsel pintar.

Tentu saja, pengguna internet dalam negeri yang jumlahnya besar ini menarik minat pelaku usaha untuk ikut nimbrung berpromosi menggunakan media internet. Angka transaksi internet di Indonesia juga besar. Menurut Irvan Nasrun, Chief of Network Security APJII, dalam hitung-hitungannya, transaksi internet di Indonesia menghasilkan uang Rp 3 miliar setiap dua menit. Itu artinya, ada Rp 90 miliar tiap jam yang terjadi di internet Indonesia. Pihak yang terlibat antara lain industri yang berkaitan dengan transaksi keuangan dan internet. Seperti perbankan, bursa saham, online trading, dan lainnya. Termasuk juga situs berita, social media, instant messaging, kampus, dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam laporan berita website Kontan, nilai transaksi e-commerce Indonesia diprediksi dapat menembus nilai 330 trilyun rupiah.

UKM menuju global

Pelaku UKM dengan jumlah yang sangat besar menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan telah terbukti menjadi sektor usaha yang dapat bertahan dalam krisis ekonomi yang berulang kali dihadapi Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh kementrian koperasi dan UMKM pada tahun 2009 jumlah UMKM di Indonesia diperkirakan telah mencapai 52.769.280 unit.

Dari angka puluhan juta pelaku UKM, tidak semuanya memiliki akses pemasaran sampai ke mancanegara. Masih sedikit pelaku UKM yang melakukan inovasi pemasaran menggunakan internet. Padahal internet memiliki berbagai kelebihan jika digunakan sebagai sarana pemasaran bagi pelaku UKM.

Internet menjjadi media paling murah meriah untuk promosi produk atau jasa, Termasuk pelaku UMKM yang memiliki dana terbatas untuk promosi. Bayangkan jika sebelumnya untuk iklan, kalangan bawah pasti akan kesulitan memasarkan produknya lewat media mainstream seperti Koran, radio, dan televisi. Karena memasarkan produk lewat media tersebut membutuhkan biaya mulai dari yang agak mahal sampai ke yang sangat mahal. Sedangkan dengan internet siapa pun dapat memasarkan produk secara bebas mulai dari web, blog atau situs jejaring social seperti facebook, twitter, dan sebagainya. Internet bukan hanya dapat dilihat oleh warga Indonesia, tetapi juga oleh warga dunia. Internet juga sarana promosi yang tidak pernah tidur, dapat diakses selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Tantangan bagi operator seluler

Jumlah pelaku UKM yang sangat besar dan tersebar di wilayah yang begitu luas tentu menjadi peluang yang menjanjikan sekaligus menyimpan tantangan bagi operator selular untuk menyasar pasar tersebut. Saya mendaftar setidaknya tentangan tersebut adalah sebagai berikut:

– Penyiapan infrastruktur teknologi dan jaringan yang mumpuni

Sebagai negara maritim dengan wilayah yang begitu luas tentu saja diperlukan infrastuktur yang baik agar semua masyarakat Indonesia dapat terhubung dengan dunia luar berkat teknologi informasi dan komunikasi. Karenanya operator seluler dituntut untuk membangun infrastruktur teknologi dan jaringan yang mumpuni. Sehingga tidak ada anekdot bahwa jaringan internet hanya bagus di pulau Jawa Bali dan Sumatera sementara di bagian lain, sinyal begitu sulit didapat.

Jika infrastruktur teknologi dan jaringan tersedia di seluruh wilayah Indonesia, maka Faktor geografis Indonesia yang banyak pulau dan tersebar akan mendukung berkembangnya e-commerce, karena dengan e-commerce lebih mudah dan cepat untuk membeli barang tanpa harus berpergian.

– Penyediaan paket khusus pelaku UKM

Seperti digambarkan di awal bahwa akan banyak orang lagi yang akan terkoneksi ke internet karena akses ponsel pintar. Pelaku-pelaku usaha pun, dengan tuntutan kebutuhan akan beralih menggunakan ponsel pinter. Sehingga membuka mereka yang tadinya belum bersentuhan dengan internet, akan terkena imbas internet pula. Karenanya operator seluler dituntut untuk berinovasi dengan menyajikan paket khusus untuk pelaku usaha yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan para pelaku UKM.

– Melakukan Advokasi kepada pelaku UKM untuk bertransformasi menjadi e-UKM

Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak pelaku UKM yang menggunakan internet sebagai media bisnisnya. Keterbatasan informasi dan kemampuan menggunakan media internet menjadi pembatas pelaku usaha, khsusunya umkm dalam melakukan promosi lewat media internet.

Di sinilah operator seluler dapat berperan dengan kegiatan CSR-nya dengan . sasaran untuk mentransformasikan dari manual bisnis menuju ke elektronik bisnis, dalam usaha sekala kecil mentransformasikan UKM menjadi e-UKM.

Setidaknya ada dua hal yang adapat dilakukan pertama adalah melakukan advokasi kepada para pelaku UKM dengan tujuan untuk membantu pelaku UKM untuk memulai tahapan awal memasuki e-commerce. memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya dan menguntungkannya e-commerce. Menjadi sarana penggugah bagi pelaku UKM untukmemasuki tahapan e-business lebih lanjut. Kedua adalah memfasilitasi pelaku UKM pelatihan praktik pembuatan dan penggunaan e-commerce.

– Bekerjasama dengan industri e-commerce, untuk memperbesar UKM bertransformasi menjadi e-UKM

Telah terbentuk Asosiasi E-commerce Indonesia (IDEA) yang telah dibentuk pada tanggal 3 Mei 2013 oleh sejumlah pemain besar perusahaan industry e-commerce Indonesia. IDEA ini bertujuan untuk memberikan konstribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas e-commerce yang dijalankan melalui platform anggotanya.

Adanya IDEA membuka akses bagi operator seluler untuk bersinergi agar semakin banyak pelaku UKM bertranformasi menjadi e-UKM. Sinergi ini mulai dari akses data dengan biaya yang lebih murah untuk mengakses situs-situs anggota IDEA, atau pun bundling aplikasi-aplikasi anggota IDEA dalam setiap pembelian paket layanan data, maupun inovasi dan sinergi lainnya yang dapat membuat pelaku UKM yang jumlahnya puluhan juta itu dapat berkibar di dunia tanpa batas berkat Internet.