Tag

image

Ilustrasi kerjasama

Setidaknya ada tiga tipe waralaba yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tiga tipe itu adalah Product And Trade Name Franchises (PATNF); Business Format Franchises (BFF); dan Affiliate atau Conversion Franchises (CF).

Tipe PATNF menurut Amir Karamoy dalam buku Percaturan Waralaba Indonesia, pada dasarnya adalah penggunaan atau pemanfaatan merek dan produk yang diasosiasikan dengan merek tersebut. Pewarala mengizinkan terwalaba menggunakan mereknya. Aturan PATNF tidak ketat, biasanya pewarala mensyaratkan terwalaba harus memiliki atau menyewa lokasi untuk usahanya. Nama perusahaan terwalaba dapat dicantumkan di samping merek dagang miliki pewaralaba. Contohnya, selain merek mobil, pada gerai terwaralaba dipajang pula nama daeler mobil.

Berbeda dengan tipe PATNF, tipe BFF seperti yang diutarakan Amir Karamoy hanya merek pewaralaba yang diperkenankan dan satu-satunya yang ditonjolkan. Semua proses produksi dan aktivitas bisnis, seperti proses produksi; sistem operasional usaha; sistem pembukuan; promosi; dan rancangan fisik gerai atau outlet, harus standar dan seragam. Sistem bisnis pewaralaba harus diduplikasi oleh terwaralaba. Terwaralaba diberi training secara intensif, khususnya tentang manajemen; control kualitas; pelayanan; keuangan; pemasaran; dan promosi. Singkatnya, pada tipe BFF pewaralaba melakukan cloning dan melahirkan terwalaba yang menjadi fotokopi pewaralaba.

Sedangkan tipe CF, seperti yang dipaparkan oleh Amir Karamoy, dapat diilustrasikan seperti berikut: umpamanya, suatu usaha dalam bidang perhotelan telah lama  secara independen. Kemudian bergabung dalam jaringan pemasaran hotel tertentu, misalnya Hilton atauHoliday Inn. Setelah memperoleh lisensi/waralaba dari Hilton atau Holiday Inn, hotel tersebut diizinkan untuk menggunakan nama Hilton atau holiday Inn serta memperoleh bantuan manajemen dan pemasaran, seperti asistensi yang diberikan oleh pewaralaba kepada terwaralaba. Tipe ini tidak hanya dikembangkan dalam bidang perhotelan saja , tapi juga pada bidang lain.

Catatan untuk tipe CV, terwarala adalah perusahaan yang telah berpengalaman dalam mengoperasikan usaha sejenis, bukan perusahaan baru atau pengusaha yang sedang belajar bisnis. Pewaralaba memperoleh keuntungan yaitu melakukan penetrasi pasar secara cepat, karena jaringan pemasaran dilakukan oleh wirausaha-wirausaha yang telah berpengalaman dan memahami karateristik serta seluk beluk bidang atau jenis usahanya. Oleh sebab itu, umumnya perusahaan-perusahaan besar yang memiliki brand image yang kuat, sukses menerapkan tipe ini dalam rangka perluasan dan penertasi pasar.

Dari ketiga tipe waralaba yang dijabarkan di atas, tipe BFF adalah tipe yang paling berkembang dan identik dengan waralaba modern. Tipe PATNF aturannya longgar, sedangkan dalam BFF biasanya ekslusif dengan hanya memperbolehkan terwaralaba menjalankan bisnis waralabanya agar bisa berkonsentrasi penuh. Sementara tipe CV hanya untuk pengusaha berpengalaman.

Pola Hubungan dalam Waralaba

Setidaknya ada tiga pola hubungan dalam waralaba yang sering dipraktikan, yaitu single unit, area development atau multi unit, dan sub franchise. Amir Karamoy memberikan penjelasan dari ketiga pola hubungan tersebut sebagai berikut;

1. Single Unit adalah hubungan langsung antara pewaralaba dengan terwaralaba. Pengertian hubungan langsung adalah dengan setiap atau masing-masing terwaralaba secara individual (individual Franchisee)

2. Area Development atau Multi Unit adalah hubungan antara terwaralaba dengan Waralabatama (terwaralaba utama) di suatu daerah atau Negara. Dimana waralabatama diizinkan membangun lebih dari satu gerai miliknya dan dikelola sendiri. Pola ini banyak dipraktikkan oleh pewaralaba asing di Indonesia.

3. Sub Franchise adalah pemberian hak dari pewaralaba kepada waralabatama  untuk merekrut terwaralaba lanjutan (membangun gerai waralaba- franchised outlets).