image

Kamis minggu lalu, tanggal 7 April 2016 saya menghadiri rapat kordinasi yang digelar oleh Kemenperin di Hotel Shantika Botani Square Bogor. Acaranya cukup berat, “Rapat Koordinasi Pembahasan Kondisi Industri Pakan Ikan di Indonesia”. Dan lebih berat lagi sebagian besar pesertanya adalah perwakilan perusahaan besar seperti Jafpa, Sinta, Matahari Sakti dan Perusahaan lainnya yang tergabung dalam GPMT. Saya sendiri hadir karena mendapatkan email undangan dari Kemenperin.

Salah satu pematerinya adalah Direktur Pakan ikan KKP, yang menyampaikan materi yang dengan judul “Kebijakan Pengembangan Pakan di Indonesia”. Ada beberapa poin yang menarik dari presentasi pak Direktur ini, pertama adalah program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) yang digulirkan untuk menekan biaya pakan, yah kita sadarlah bahwa biaya pakan mencapai 70% sd 80% dari biaya produksi, dengan memanfaatkan bahan baku pakan yang ada disekitar. kedua ternyata program unggulan bu Susi Pudjiastuti ini masih terkendala dengan berbagai hal, seperti penerima bantuan kurang mampu meransum pakan, keterbatasan informasi sumber bahan baku pakan, dsb. saya mencatat point itu, khususnya bahan baku pakan.

Saat break makan siang saya mendekati Pak Direktur Pakan KKP. Orang ini pernah satu meja makan dengan saya saat sahur di Jogja ketika lomba Gempita tahun 2012. Orangnya masih muda dan humble, nama lengkapnya Ir. Coco Kokarkin Soetrisno, M.Sc, biasa disapa pak Coco. Saya ngulik point-point presentasi yang beliau sampaikan, lalu memperkenalkan diri dari Nurbarokah Unggul Sejahtera. Ada point masalah program Gerpari KKP yang klop dengan usaha kami, yaitu bahan baku pakan.

Sebelum sesi kedua dimulai, Pak Coco mendekati kursi saya dan duduk di samping saya. Wah dipepet pejabat lagi😀. Beliau tidak sendiri, Didampingi oleh Kasubdit Bahan Baku Pakan. Dan diskusi pun dimulai.

image

Ide Gerpari digulirkan oleh Menteri KKP ibu Susi Pudjiastuti untuk dapat menekan harga pakan. Sejak lama pakan menjadi hal pelik dalam kegiatan budidaya. Bahkan ketika lepas sambut menteri KKP, menteri sebelumnya Cicip Sharif S mengatakan bahwa hal yang belum dapat dilakukannya adalah menurunkan harga pakan ikan. Bu Susi ketika dilantik bertindak cepat dan membuat direktorat baru di lingkup Dirjen Perikanan Budidaya yaitu Direktorat Pakan. Ia pun menelurkan Program Gerpari, program ini ditargetkan harga pakan ikan yang diproduksi oleh penerima gerpari adalah 6000/kg. Itu cerita dari pihak KKP

Saya pun menimpali posisi Nurbarokah Unggul Sejahtera untuk membantu program itu. Sejak awal tahun 2016 ini CV. Nurbarokah Unggul Sejahtera terdaftar sebagai salah satu Distributor Produk samping Bogasari yang biasa digunakan sebagai bahan baku pakan. Produk apa saja yang ada adalah Pollard gandum, Bran gandum, Tepung Industri, dan offal. Cara Pembelian dan distribusi sendiri menggunakan metode frangko pabrik. Lokasi pabrik ada di tiga provinsi. Semua informasi ini dicatat baik-baik oleh Kasubdit Bahan baku pakan.

image

Setidaknya ada 2 kelompok penerima Gerpari yang membeli bahan baku pakan ikan di kami. Dan kami siap pula jika pada tahun ini penerima Gerpari ingin membeli bahan baku pakannya pada kami. Terlebih tahun lalu banyak yang kebingungan membeli bahan baku pakan seperti yang diutarakan pak Direktur Pakan.

Akhirnya silaturahmi selalu membuka pintu rezeki. Menyambungkan informasi dan bersama mengatasi kendala…

-Ahmad Yunus-

Ditulis dari WordPress untuk Android