Dua minggu belakangan ini saya ambil kesempatan cuti. Maksudnya libur sendiri tidak mengurusi bisnis secara langsung meski ada order yang lumayanlah. Saya pergi jalan-jalan kebeberapa tempat. Dan tulisan kali ini akan mengupas oleh-oleh apa saja yang saya dapatkan diperjalanan kali ini.


Waits, sebelum mengupas oleh-oleh perjalanan, ada beberapa hal yang mendasari kenapa selama dua minggu saya kabur-kaburan. Pertama, saya sedang ingin membuat sistem agar bisnis berjalan meski ditinggal. Ada banyak pengiriman yang kami lakukan belakangan ini dan lintas provinsi juga, sedangkan orang yang dimiliki terbatas dengan level pengalaman yang berbeda. Meninggalkan mereka saat ada order saya harap membuat mereka mandiri dan tahu apa saja yang harus dipersiapkan dan lakukan untuk pelanggan. Tentunya akan meningkatkan pengalaman individu dan team.

Kedua saya sedang jenuh dan seperti hilang rasa. Bosan mendera. Di waktu yang kerap dirayakan rajaban, saya ingat Allah memperjalankan Nabi Muhammad saw untuk menghibur hatinya yang sedih. Bisa jadi alasan kedua inilah yang lebih tepat kenapa saya jalan-jalan.

Mana yang saya kunjungi

Saya malah ketika pergi tidak punya rencana. Hanya mengikuti kaki yang entah melangkah ke mana. Tidak pake kendaraan sendiri juga. Benar-benar hanya ingin kabur-kaburan.

Meski demikian saya punya oleh-oleh untuk dibagi dari perjalanan kali ini. Bukan cuma tulisan karena saya juga sempat merekam. Entahlah belakangan ini saya suka sekali merekam sesuatu.

Baik inilah oleh-olehnya

1. Tulisan
Saya sempat iseng nulis puisi,

Langkah melangkah
Jejak menjajaki 
Kisah Perjalanan

Panjang jauh
Lurus membusur melintang bumi
Aspal beton kerikil bercampur debu
Terlindas roda terbang bersama angin

Cari mencari arti
perjalanan buka mata buka hati
Terpendar hikmah terpendam nurani

Mana yang sudah kau singgahi
Apa yang kau dapati?

Banten Lama, 15-05-2016

Dan tulisan-tulisan lain bisa lihat di sini.

2. Foto
Banyak tempat yang disinggahi. Mulai dari tempat bersejarah seperti Banten Lama, balai peternakan, bioskop sampai jam 12 malam cuma buat nonton film Mars, sekolah gratis bagi yatim dan dhuafa, sampai rumah teman yang jadi duren. Tapi untuk foto yang dibagikan kali ini saya akan memilih foto di rumah sakit Aminah.

image

Ada satu hari dimana saya memilih jalan-jalan melihat tanah wakaf. Ceritanya ada seorang kawan yang mencari tanah wakaf untuk dibangunkan masjid plus 6 lokal bangunan sekolah. Kebetulan saya punya teman yang sempat cerita ada tanah wakafnya buat sekolah, akhirnya saya pergi juga ke Cisoka dan terakhir di yayasan Rydha.
Usut punya usut ternyata teman di Rydha sedang butuh mobil buat angkut tempat tidur. Akhirnya saya telpon mobil yang biasa saya pakai untuk ngangkut barang tersebut.
Kenapa saya pilih foto itu, karena dibalik proses pengambilannya yang punya cerita tersendiri sampai lidah saya kerasa pahit dan sopir beringas pun muntah juga. Karena lokasi penyimpanan tempat tidur tersebut tepat berada di belakang ruang pemulasaran jenazah. Lebih tepatnya lagi ada yang lagi pemulasaran. Selain rame dengan kedatangan kelurga jenazah, bau formalin yang menyeruak membuat lidah saya kerasa pahit. Padahal baut obat saja sudah pusing. Perjuangan!

Ternyata kisah belum selesai. Tipe tempat tidur besi yang tidak bisa dilipat juga jadi masalah tersendiri. Tidak berat tapi dimensinya mantep alias makan tempat. Alhasil tidak semua tempat tidur jatah Rydha dapat diangkut. Tapi membuat isi mobil tinggi.

3. Video
Ada banyak stock shoot yang saya bawa pulang di perjalanan kali ini. Saya sempat mengunjungi Balai Pengembangan Peternakan Distanak Banten, beberapa farm besar di Bogor, juga tempat lainnya. Di sana saya belajar banyak hal. Seperti penyegaran dapat suasana baru dan ilmu baru. Tempat terbaik bagi peternak sepertinya memang di kandang.
Adapun salah satu cuplikan videonya dapat lihat di bawah ini.

 

Demikianlah cerita kali ini semoga bermanfaat.