Tag

Kemiskinan merupakan masalah utama Negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Indonesia jumlahnya sangat banyak, berdasarkan data BPS hasil sensus penduduk, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai angka 29,13 juta jiwa (11,96%) dari jumlah penduduk Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kemiskinan itu sendiri adalah kondisi sosial ekonomi warga masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan. Sedangkan fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan (PPNO.42 TAHUN 1981 ).

Salah satu program pemberdayaan masyarakat fakir miskin di perdesaan oleh pemerintah dituangkan dalam suatu program Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan, yaitu Kebijakan, program dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang, keluarga, kelompok dan atau masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan di perdesaan.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam bantuan pemberian fasilitas ekonomi atau bantuan modal usaha yang disalurkan kepada fakir miskin dengan pendekatan kelompok usaha bersama.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) adalah Himpunan dari keluarga yang tergolong masyarakat miskin yang dibentuk, tumbuh dan berkembang, saling berinteraksi antara satu dengan lain, dan tinggal dalam satuan wilayah tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas anggotanya, relasi sosial yang harmonis, memenuhi sosial yang dialaminya dan menjadi wadah pengembangan usaha bersama. dengan jumlah anggota 10 orang.

 Bantuan usaha ekonomi produktif melalui KUBE bertujuan untuk meningkatkan motivasi untuk lebih maju, meningkatkan interaksi dan kerjasama dalam kelompok, mendayagunakan potensi dan sumber sosial ekonomi di tingkat lokal, memperkuat budaya kewirausahaa , mengembangkan akses pasar dan menjalin kemitraan sosial ekonomi dengan berbagai pihak yang terkait. Kegiatan usaha sosial ekonomi produktif yang dikembangkan meliputi berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, jasa, garmen, warung rumahan, dan kegiatan ekonomi lainnya.

KUBE Mitra Mandiri Sejahtera

Kube Mitra Mandiri Sejahtera berdiri sejak tahun 2010 di desa Munjul Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang dengan penggagas ibu Sukmariyah. Berawal dari rasa keprihatinan atas kondisi masyarakat di desa tempat ibu Sukmariyah tinggal akibat sulitnya mendapatkan modal usaha dan tingginya tingkat pengangguran, membuat wanita 32 tahun ini bercita-cita untuk ambil bagian dalam membantu mengatasi masalah tersebut.

Dengan modal awal sebesar 5 juta rupiah, dana yang berhasil ia kumpulkan dari teman-temannya yang sepemikiran, Sukmariah mengelola dana tersebut untuk membantu mereka yang membutuhkan. Pada Maret 2010 akhirnya Sukmariyah dipertemukan dengan program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) dari Kementerian Sosial. Program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat miskin dengan pemberian modal usaha melalui program Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) untuk mengelola Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Pemikirannya bahwa sebuah usaha harus memiliki modal, maka dengan dana bantuan tersebut dirinya mendirikan BMT Mitra Mandiri Sejahtera yaitu sebuah koperasi simpan pinjam dan binaan. Bantuan sebesar 30 juta dikelolanya dengan membeli 8 mesin jahit dan sisanya digulirkan untuk membantu usaha-usaha kecil masyarakat.

Koperasi yang didirikan pada tanggal 20 April 2011, selain memberikan pinjaman modal kepada masyarakat juga memberikan pembekalan ilmu keterampilan seperti menjahit, pembuatan sepatu, dan lain-lain. Dalam menjalankan koperasi tersebut ada beberapa pihak yang membantu seperti donatur individual yaitu orang yang pernah menjadi anggota koperasi dan menabung, Dinas Sosial, Dinas KMUKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Inovasi yang dilakukan oleh pendiri kube Mitra Mandiri Sejahtera ini menjadi contoh yang unik bagi perkembangan Kube. Di mana biasanya kube mapan bergabung dengan kube mapan lainnya sampai berjumlah minimal lima kelompok kube baru membuat LKM, bu Sukmariyah dengan Kubenya malah terbalik. Satu kube mendirikan LKM dengan merekrut orang diluar kube untuk bergabung menjadi anggota. LKM ini bernama BMT Mitra Mandiri Sejahtera. Sifat kemandirian ini justru mendorong perkembangan kube manjadi lebih cepat dibanding dengan kube-kube yang bergantung kepada dana hibah pemerintah.

Pola Bapak Asuh LKM MItra Mandiri Sejahtera

Pola bapak asuh yang dikembangkan oleh LKM Mitra Mandiri Sejahtera ini adalah dengan membuat kelompok-kelompok binaan baru yang mereka didik dan diberifasilitasi bantuan serta order. Pola bapak asuh ini pada LKM Mitra Mandiri Sejahtera dinamakan dengan program ”Gerakan Sukes” (Sahabat Usaha Kecil Segera Sejahtera). Tahapan-tahapan pola asuh “Gerakan Sukses” yang dikembangkan oleh LKM Mitra Mandiri Sejahtera adalah Sebagai Berikut:

1. Indentifikasi calon binaan. Calon binaan berasal dari desa Munjul dan luar desa. Calon binaan yang kebanyakan ibu-ibu ini ada yang datang langsung maupun tersaring dari proses sosialisasi program ke berbdagai wilayah di kabupaten Tangerang. Setelah calon binaan tersaring, mereka diberikan pengarahan umum tentang usaha jahit. Mereka pun dibina lebih lanjut untuk penguatan mental usaha dan peningkatan minat usaha dengan motivasi. Setelah mental calon binaan terbentuk. Maka tahapan selanjutnya adalah pemberian lifeskill.

2. pemberian lifeskill kepada calon binaan ini dilakukan dengan kursus menjahit secara gratis selama satu bulan. Calon binaan hanya diajarkan menjahit di LKM Mitra Mandiri Sejahtera sampai mereka bisa. Setelah calon binaan bisa menjahit, maka akan masuk ke tahapan usaha ekonomi produktif.

image

Kursus Menjahit Gratis Bagi Ibu-ibu

3. Calon binaan ini dibagi kedalam dua katagori berdasarkan keadaan ekonominya, yaitu orang dengan keadaan ekonomi mampu dan tidak mampu. Calon binaan yang mampu diberikan fasilitas pengajuan peminjaman mesin lewat LKM Mitra Mandiri Sejahtera dengan cara pembayaran selama delapan bulan atau dengan potong order. Sedangkan untuk katagori tidak mampu, calon binaan mendapatkan penawaran mesin, mesin ini diberikan kepada calon binaan, mesin ini berasal dari Kube Mitra Mandiri Sejahtera. Cara pembayaran mesin ini dipotong order sesuai dengan kesepakatan bersama dengan tidak ada jangka waktu tertentu, karena disesuaikan dengan penghasilan. Misalkan, dalam seminggu binaan diberikan order sebesar 200.000, dari keuntungan yang didapat ia mencicil sesuai kemampuannya sebesar 20.000, terus seperti itu sampai lunas. Selain mesin, binaan juga dibantu dalam pencarian order, di  mana pihak LKM Mitra Mandiri Sejahtera berperan sebagai pemasaran sedangkan binaan sebagai produsen jahit.
4. Cakupan pemberdayaan yang dilakukan oleh koperasi Mitra Mandiri Sejahtera pada perkembangannya tidak hanya berhenti pada konvensi, tapi juga merambah pada bidang-bidang lain seperti peternak lele dsb.
5. Selain masalah ekonomi, LKM dan Kube Mitra Mandiri Sejahtera juga berkerja sama dengan LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) sebagai tempat konsultasi binaan dan masyarakat untuk konsultasi mengenai masalh kesejahteraan keluarga yang dihadapi dan dicarikan solusi penyelesaiannya. Seperti anak putus sekolah yang dicarikan solusinya dengan dikirim ke panti asuhan Bampu Apus untuk belajar kewirausahaan selama 6 bulan.

Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan.

Dampak adanya usaha ekonomi produktif kube Mitra Mandiri Sejahtera yang berkembang menjadi LKM simpan pinjam tersebut manfaat telah dirasakan masyarakat seperti 100 pengusaha kecil, 190 fakir miskin, 30 penjahit konveksi, 13 anak terlantar serta 20 ibu-ibu yang telah diberikan pelatihan gratis menjahit.
Setidaknya apa yang dilakukan oleh ibu Sukmariyah dengan koperasinya merupakan sebuah inovasi daerah yang dapat menjadi kabar baik untuk Indonesia dan dapat juga dijadikan sumber inspirasi bagi banyak pihak untuk melakukan pemberdayaan fakir miskin.

Referensi

Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan. 2012. Grand Design Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan. Jakarta: Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan Kementrian Sosial.

Wawancara dengan Ibu Sukmariyah pada awal agustus.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahkuhttps://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku