Lingkaran Pengusaha IMLC

Judul di atas adalah sebuah ide untuk membentuk kelompok binaan IMLC yang sudah memiliki usaha, baik mikro, kecil, maupun menengah. Ide itu muncul karena ternyata ada juga binaan kami yang sudah miliki usaha, tetapi potensi ini masih belum tersentuh oleh pihak sekolah. Lagi pula kami di IMLC memiliki Entrepreneurship Program yang selama ini masih berupa seminar-seminar. Kami ingin melangkah ke kegiatan yang lebih konkrit dan tepat sasaran.
Bahkan, ada wancana untuk bantuan beasiswa tidak lagi dalam bentuk dana spp, tetapi berupa bantuan modal untuk usaha. Pemikiran ini timbul sebagai hasil dari muker kami. Kami tidak ingin memberi ikan, tapi kami ingin memberi kail.
Lingkaran Pengusaha IMLC akan menjadi wadah pengembangan diri jiwa pengusaha. Di lingkaran ini binaan kami yang sudah memiliki usaha akan saling berbagi pengetahuan dan ilmunya. Selain itu, kami juga berencana menghadirkan beberapa tokoh pengusaha untuk dijadikan mentor bagi binaan kami. Alhamdulillah kami memiliki link ke beberapa pengusaha lokal dan lembaga pembiayaan usaha baik koperasi maupun BPRS.
Kami ingin juga menampilkan karya mereka pada acara-acara kami. Tahun ini banyak agenda besar seperti Kursus Singkat Anti Korupsi bersama KPK dan Literasi Media bersama KPI pusat, sehingga kami yakin bisa mempromosikan karya binaan kami ke Publik yang lebih luas. InsyaAllah bulan Februari Lingkaran Pengusaha IMLC bisa terbentuk dan eksis. Semoga terlahir pengusaha yang membawa kemakmuran bagi warga Tangerang khususnya dan Indonesia pada umumnya.

sumber inspirasi menulis: pengalaman hidup

Bicara tentang sumber ide untuk menulis, wah itu sangat banyak. Sadar atau tidak, kita juga adalah cerita. Perjalanan hidup yang telah kita lalui adalah penggalan – penggalan kisah tentang kita di dunia ini. Banyak kisah yang telah kita lalui. Pahit, manis, asam, dan getirnya hidup telah mewarnai perjalanan usia kita. Kita pernah mengalami masa kecil seperti anak – anak saat ini. Dan itu bisa dijadikan sebagai sumber ide untuk menulis.

 Mungkin saat anda kecil belum ada televisi, kalau sekolah harus menyeberangi sungai, atau menggembala kerbau, dan segala sesuatu yang tidak ditemukan anak masa kini akan menjadi hal menarik bagi anak. Andrea Hirata juga menjadikan kisah masa lalunya sebagai sumber ide untuk novelnya yang jadi bestseller, tetralogi Laskar Pelangi. A. fuadi juga menuliskan ceritanya hidupnya yang menginspirasi dalam novel Negeri 5 Menara. Deborah Joy Corey (Losing Eddie) menulis buku ketiganya, masih berkisar tentang pengalaman masa kecilnya. Mark Twain (Huckleberry Finn): menulis dengan menggunakan pengalaman masa kecilnya dengan menciptakan orang yang benar-benar berbeda dengan dirinya.

Apakah anda punya kisah seru di masa lalu, kenapa tidak membaginya untuk orang lain?

Bloger Banten untuk Pariwisata Banten

Banten yang terletak dekat dengan pusat negera memiliki potensi sumber daya pariwisata yang sangat menjanjikan. Keragaman bentang alam dan budaya yang dimiliki oleh Banten adalah modal berharga untuk menggaet wisatawan. Namun, pariwisata Banten saat ini tidak lagi menjadi primadona, seperti Anyer yang sudah mulai ditinggalkan pengunjung.

Hal ini menjadi masalah serius, jika seluruh pemangku kepentingan Pariwisata Banten tidak berbenah diri. Termasuk peran blogger banten. Penting untuk disadari bahwa pariwisata mampu meningkatkan perekonomian warga, bahkan salah satu penyumbang devisa Negara yang cukup besar.

Lantas apa yang bisa bloger  Banten lakukan?

Kita bisa berperan sebaggai ujung tombak promosi pariwisata Banten. Lewat promosi di blog kita, kita bisa memberitahukan tentang daerah disekitar kita yang menarik untuk dikunjungi kepada neters di seluruh dunia. Promosinya bisa dengan menuliskan catatan perjalanan kita.  Bisa juga tips dan trik berkunjung ke Banten. Ditambah lagi tiap postingan di blog dilengkapi dengan gambar serta video lokasi wisata.

Setelah orang lain  tahu tentang Pariwisata Banten, bukan tidak mungkin mereka tertarik untuk datang bukan. Apalagi jika mempu menjadi lokasi wisata alternative warga ibu kota, menggeser kedudukan puncak. Bayangkan saja, jika separuh warga ibu kota mengalihkan liburannya ke Banten, bukan tidak mungkin perekonomian Banten ikut menggeliat berkat kegiatan Pariwisata.

Banyak bahan di sekitar kita yang menarik untuk ditulis, apalagi Banten kaya akan budaya dan bentangan alam. Mari kita tuliskan, karena bukan tidak mungkin dari tulisan kita ada orang yang tertarik berkunjung ke Banten. Yuk, mari menulis.

Resolusi Juara 2012: Lebih Kinclong dengan Internet

Akhirnya ini adalah tulisan yang menjadi refleksi akhir tahun saya di dunia blogging. Untuk itu, sebelum masuk ke resolusi tahun depan ada baiknya kita kilas balik dulu tahun 2011. Ada banyak pencapaianya yang sudah ditorehkan blog ini selamat tahun 2011.

Yang pertama adalah umlah kunjungan yang memecahkan rekor yaitu pada tanggal 1 November 2011 dengan jumlah pengunjung 486. Reseolusi ke depan saya ingin rekor ini pecah dan kalau bisa menyentuh angka 600 pengunjung dan rata-rata kunjungan perhari 300 orang. Dengan jumlah itu akan banyak orang yang mengenal saya sehingga saya bisa menjadi personal branding yang bagus bagi saya secara pribadi.

Tahun 2011 menjadi tahun yang lumayan banyak prestasi yang saya raih. Pestasi pertama yang diraih adalah masuk nominasi 100 besar Kompetisi Bloger Banten 2011 dengan menyisihkan tujuh ribuan pendaftar. Pada bulan Agutus 2011 mendapatkan 2nd Runner Up Kompetisi Artikel “Kebebasan Berekspresi di Internet” yang diadakan oleh Internet Sehat. Terakhir menang Tweet Competition pada acara Konferensi Sanitasi dan Air minum Nasional 2011. Pencapaian ini membuka mata dan kesempatan bagi saya untuk terus meraih prestasi lewat lomba-lomba di internet. Baik menggunakan Blog, facebook, maupun Twitter. Semoga tahun depan lebih banyak lagi lomba yang bisa saya menangkan. Amin.

Efek dari nulis di blog, adalah banyaknya orang yang berkunjung dan mengambil manfaat dari apa yang telah kita tulis. Ternyata itu membuka peluang untuk diundang di dunia nyata. Tahun 2011 saya jadi pembicara di seminar TIK pelajar yang diselanggarakan teman-teman IMLC. Semoga tahun depan bisa merambah ke tempat lain dan dalam bentuk lain. Nulis buku tentang pemanfaatan internet misalnya.

Setidaknya itulah resolusi sederhana tentang pemanfaatan internet yang ingin saya capai di tahun 2012. apalagi akses ke internet lebih mudah dengan banyaknya provider internet. Semoga impian saya menjadi kenyataan. amin

Hai Blogger, Mari Belajar Konservasi Sumber Daya Air Kepada Kearifan Lokal

Air mengalir sampai jauh

Akhirnya ke laut

Itu adalah cuplikan lirik lagu legendaris dari Gesang. Bercerita tentang keindahan sebuah sungai. Namun kini, jika kita lihat di kota-kota besar terutama Jakarta ketika diguyur hujan, maka cuplikan lagu Gesang di atas tidak lagi cocok. Karena kenyataannya, tiap kali turun hujan maka akan diikuti oleh banjir. Bahkan Jakarta tidak diguyur hujan pun masih bisa kena banjir jika kebetulan di Bogor atau Depok mengirim aliran air hujan.

Kenyataan di atas menunjukkan adanya masalah dalm pengelolaan perkotaan di negeri ini. Kota-kota besar, khususnya Jakarta telah melewati batas daya dukung lingkungannya. Terutama tidak adanya daerah resapan air dan kondisi sungai yang rusak parah.

Daya dukung lingkungan menurut Soemiarno dkk (2008:81) adalah ukuran kemampuan suatu lingkungan mendukung sejumlah populasi jenis tertentu untuk bertahan hidup dalam lingkungan tersebut. dalam hal ini lingkuang dapat berupa sebidang tanah, wilayah geografis atau suatu ekosistem tertentu.

Dengan memperhatikan kemampuan lingkungan dalam mendukung populasi di atasnya, kita dapat menghitungkan kemampuan maksimum lingkungan tersebut. dengan demikian akan dapat diperhitungkan kepadatan populasi yang dapat didukung oleh leingkungan yang bersangkutan. Sehingga populasi tersebut dapat hidup dengan wajar. Apabila terjadi kelebihan populasi atau kepadatannya melebihi kepadatan yang mampu didukung oleh lingkungan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa lingkungan tersebut telah sampai pada batasnya. Dan jika terus dipaksakan akan terjadi ketimpangan ekologi. Contoh nyatanya adalah Jakarta.

Manusia sang Perusak

Manusia memiliki andil dalam kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan terus berlanjut sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan mansuia sebagai penghuni bumi. Untuk melangsungkan hidupnya manusia memanfaatkan lingkungan demi kepentingannya sendiri. Parahnya sering tidak dimbangi dengan sikap memperhatikan kelestarian lingkuangan.

Salah satunya adalah eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Ekploitasi berlebihan ini menimbulkan perubahan-perubahan dalam ekosistem. Sehingga mempengaruhi pula sumber daya lain beserta lingkungannya, yang akibatnya dirasakan pula oleh manusia.

Perubahan dan gangguan terhadap sumber daya alam dan lingkungannya akan menimbulkan masalah lingkuangn hidup. Masalah lingkungan hidup ini ada yang bersifat langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat seperti merusak kesehatan, merusak usaha, menimbulkan keresahan sosial. Ada juga yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat seperti merosotnya produktivitas dan diversitas jenis tumbuhan, kelangkaan air minum, serta percepatan proses erosi yang disebabkan oleh eksploitasi.

Sungai Hitam di Jakarta

Jakarta dialiri 13 sungai yang semuanya mengalir ke Teluk Jakarta. Kondisi mayoritas sungai tersebut sangat memprihatinkan, berair hitam pekat atau warna-warni lain, ditimbun sampah plastik, kaleng, organik dan jenis sampah rumah tangga lainnya, serta dialiri limbah cair dari berbagai industri yang di antaranya tergolong bahan berbahaya beracun (B3).

Ekosistem sungai di Jakarta sudah rusak berat. Parahnya lagi Selain tercemar limbah industri dan limbah domestik, banyak badan sungai yang menyempit, mengalami pendangkalan, ditimbun untuk kepentingan bisnis, atau berubah menjadi riol tertutup.

Kondisi di atas membuat Jakarta sangat rawan terkena bencana banjir karena tidak memiliki daerah resapan air hujan, juga membuat Jakarta akan kekurangan pasokan air selain karena tidak adanya daerah resapan juga karena air hujan yang turun di Jakarta selalu dibuang ke laut. Tentu  ancaman di atas akan membuat Jakarta kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air.

Walhi merilis analisa kebutuhan air minum di Jakarta pada tahun 2005 sebagai berikut,

Estimasi penduduk jakarta tahun 2005 sebesar 10 juta jiwa

Kebutuhan air per orang                               = 150liter/jiwa/hari

Kebutuhan air penduduk Jakarta                   = 547,5 juta m³/th

Pemenuhan oleh PDAM                               = 54% (295,6 juta m³/th)

Pemakaian air bawah tanah               = 46% (251,8 juta m³/th)

Potensi air bawah tanah                                = 532 juta m³/th

Batas aman pengambilan air bawah tanah      = 30-40%, jadi batas aman untuk Jakarta adalah 186,2 juta m³/th

Dari data di atas jelas bahwa ada eksploitasi air bawah tanah. kelebihan pengambilan air bawah tanah di Jakarta adalah 66,6 juta m³/th. Tentu bukan angka yang sedikit terlebih kondisi Jakarta yang semakin buruk ekosistemnya.

Data di atas adalah data pada tahan 2005. Itu adalah gambaran tujuh tahun silam. Bisa jadi sekarang jauh lebih parah kondisinya, karena maraknya pembanguan gedung-gedung baru di Jakarta. Harus ada sesuatu yang dilakukan agar Jakarta tidak melulu Kebanjiran atau terancam kekurangan air untuk kehidupan manusia yang tinggal di atasnya.

Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan.

Selama ribuan tahun, penduduk asli di berbagai pelosok muka bumi telah mengembangkan praktik-praktik tradisional untuk melestarikan alam. Praktik-praktik tradisional inilah yang kemudian dikenal dengan kearifan lokal (local wisdom). Fenomena kearifan lingkungan yang berbasiskan masyarakat ini menurut Witoelar, seperti yang dikutip oleh Majalah Sabili sudah ada sejak zaman pra-sejarah dulu. Menurutnya, kearifan lingkungan merupakan perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Kearifan lokal ini dapat bersumber dari nilai-nilai agama, adat istiadat, petuah nenek moyang atau budaya setempat, yang terbangun secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Perilaku ini pun berkembang menjadi sebuah kebudayaan yang hidup di suatu daerah dan berkembang secara turun-temurun.

Baduy

Baduy, jika mendengar kata ini pasti pikiran kita langsung tertuju pada suku yang primitif dan konservatif. Namun, mereka memiliki karifan lokal dalam mengelola lingkungannya. Di Baduy banyak hunian pendudukan berdekatan dengan sungai, tetapi tidak terjadi bencana banjir melanda permukiman. Hal ini karena masyarakat Baduy memiliki metode pengelolaan alam khususnya hutan di kawasan Bumi Baduy.

Ignas Triyono, Pemenang Terbaik Kategori Umum Lomba Opini Hutan Lindung, PP 02/2008 dan Keselamatan Rakyat menulis dalam Belajarlah Lingkungan Hidup ke Bumi Baduy. Tanah di Baduy dibagi menjadi tiga peruntukan; yaitu sebagai lahan perladangan, permukiman, serta hutan lindung. Suku Baduy mempunyai areal yang dijadikan hutan lindung. Hutan lindung berfungsi sebagai areal resapan air. Pepohonan di areal ini tidak boleh ditebang untuk dijadikan apa pun, termasuk untuk ladang. Hutan ini juga membantu menjaga keseimbangan air dan kejernihan air di Baduy, terlebih di Baduy Dalam.

Kesadaran masyarakat Baduy terhadap lingkungan hidup, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan dan air sungguh luar biasa. Ada di sana ada pikukuh (adat yang kuat) yang diturunkan dari generasi ke generasi. Salah satu pikukuh itu berbunyi

        Gunung teu meunang dilebur, Lebak teu meunang diruksak, Larangan teu meunang dirempak, Buyut teu meunang dirobah, Lojor teu meunang dipotong, Pondok teu meunang disambung

        (Gunung tidak boleh dihancurkan, Lembah tidak boleh rusak, Larangan tidak boleh langgar,Amanat tidak boleh dirubah, Panjang tidak boleh dipotong, Pendek tidak boleh    disambung)

Makna pikukuh itu antara lain tidak mengubah sesuatu, atau dapat juga berarti menerima apa yang sudah ada tanpa menambahi atau mengurangi yang ada. Insan Baduy yang melanggar pikukuh akan memperoleh ganjaran adat dari puun (pimpinan adat tertinggi) seperti dikeluarkan dari kelompoknya.. Pengamalan pikukuh yang taat menyebabkan masyarakat Baduy memiliki kearifan dalam berhubungan dengan alam.

Harim Zone

Salah satu kearifan yang berasal dari ajaran agama adalah harim zone. Fachruddin Mangunjaya penulis buku Khazanah Alam: Menggali Tradisi Islam untuk Konservasi seperti yang dikutip oleh Majalah Sabili mengatakan bahwa, harim zone mewajibkan setengah dari lebar sungai ke kiri dan ke kanan, terbebas dari bangunan dan membiarkan vegetasi serta tumbuhan bebas sebagai penyangga sungai. ”Selain itu, hal ini untuk membuat daerah resapan sungai. Di zaman Rasulullah pendirian bangunan di bantaran sungai dilarang untuk memelihara ekstensi air,” jelasnya. Tradisi ini dihidupkan kembali sebagai sumbangan pada pemeliharaan lingkungan yang dianjurkan oleh ajaran Islam.

Kearifan dari Sangga Buana di Kali Pesanggrahan

Jakarta pun memiliki daerah sungai yang dikelola dengan baik oleh masyarakat, yaitu Kali Pesanggrahan. Di lahan seluas 40 hektar, kelompok tani Sangga Buana  pimpinan Chaerudin atau yang biasa di sapa bang Idin menanam lebih dari 60 ribu tanaman buah dan pohon langka seperti Buni, Jamblang, Kirai, Mandalka, Krowokan, dan Bisbul. Penanaman sejak dua puluh tahun lalu, dimana isu lingkungan belum menjadi perhatian banyak orang.

Bersama kelompok ini, Bang Idin bisa konservasi hutan, hingga ribuan kepala keluarga di kawasan Kali Pesanggrahan bisa menikmati hasilnya. Selain itu, dengan kondisi sungai yang bagus membuat warga di Kali Pesanggrahan melakukan ternak ikan. Mereka bisa memanen Ikan Mas, Mujair atau Gurame sebanyak satu ton dalam seminggu. Hasil panen ikan yang dibudidayakan secara bersama-sama juga bebas untuk dikonsumsi langsung atau dijual.

Epilog

Kehidupan masyarakat Baduy maupun hutan konservasi buah tangan Bang Idin bersama Kelompok Tani Sangga Buana yang kini menjadi hutan tropis percontohan di tengah kota. Merupakan contoh dari pengelolaan lingkungan yang bersandar pada kearifan lokal. Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari mereka untuk mulai mengelola lingkungan sekitar sungai dengan lebih baik.

Kita bisa menerapkan ketiga kearifan lokal di atas untuk memperbaiki kualitas sungai di kota-kota besar. Baduy yang terletak di pegunungan adalah contoh untuk pengelolaan lingkungan di daerah hulu. sedangkan harim zone untuk daerah bantaran sungai dari hulu hingga hilir. Sedangkan yang dilakukan oleh bang Idin adalah untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar sungai agar masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai mau menjaga lingkungannya dengan baik karena jika kondisi sungainya baik bisa dimanfaatkan untuk pertanian maupun perikanan serta bisa diolah mejadi bahan baku air minum.

  Kita harus mulai dari sekarang karena bagaimanapun juga sungai memiliki peran sentral dalam menungjang kehidupan manusia, terutama masalah sanitasi dan ketersediaan air untuk kehidupan kita. Jika kita tidak peduli dan masih hidup dengan gaya merusak lingkungan, maka bukan mustahil bencana yang jauh lebih besar dan berat akan mengancam kita di kemudian hari. Akhir kata, jika masyarakat yang tidak mengenal pendidikan modern seperti Baduy saja bisa mengelola lingkungannya dengan baik, kenapa masyarakat yang berpendidikan dan lebih modern tidak mampu?

Referensi

Majalah Sabili. Kembali Pada Kearifan Lokal. Majalah Sabili No. 23 Th XVI 4 Juni 2009

Soemiarno, Slamet dkk. Buku Ajar III, Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian terintegrasi (MPKT) cet. Kedua. 2008: Bangsa, negera, dan Lingkungan Hidup di Indonesia. Depok: Penerbit FE UI

Triyono, Ignas. Belajarlah Lingkungan Hidup ke Bumi Baduy. http://www.jatam.org/content/view/466/21/  (Akses 2 Oktober 2011)

Walhi. Jakarta Cermin Buruk Pengelolaan Lingkungan di Indonesia. Handout Seminar Jakarta and it’s Enviromental Problematic yang diselenggarakan oleh Suara mahasiswa UI, 28 September 2011 di Gedung M Fisip UI.

Pejuang Tepian Sungai. http://metro.vivanews.com/news/read/5385-pejuang_tepian_sungai (Akses 2 Oktober 2011)

wawancara ala saya sebagai jurnalis warga dengan Wakil Ketua DPRD Kab. Tangerang Soal Kota Tangerang Utara

Malam ini di tengah mengerjakan tugas dan mengirim tulisan untuk lomba DPD RI, tiba-tiba saja FB saya ada notifikasi pesan, pengirimnya bukan orang biasa tapi wakil ketua DPRD Kab. Tangerang. isinya basi-basi biasa menanyakan kabar. tapi ide, menarik berkelebat di pikiran saya, rasanya kesempatan yang jarang, kenapa tidak saya gunakan kesempatan yang langka ini untuk mewawancarainya secara langsung soal perda Rt-RW yang dari bocoran media lokal di Tangerang disipakan untuk membangun kota Tangerang Utara, berikut Petikannya:

 

 

Saya Hanya akan Memfasilitasi Daerah Saya untuk Lebih Baik dan Maju Lagi

Setidaknya itulah yang ingin saya lakukan Seandainya saya Anggota DPD RI. Sebagai anggota DPD saya sebagai wakil daerah bukan wakil partai atau golongan lainnya, benar-benar mewakili daerah. Karena tugas, fungsi, dan wewenang DPD hanya terbatas soal permasalahan yang menyangkut daerah.

Strategi yang saya lakukan untuk mencapai impian di atas sebenarnya sederhana saja, berikut jurus-jurusnya:

Kotak Aspirasi. Saya akan mencoba menempatkan diri saya sebagai kotak yang menampung semua keluhan, saran, kritik makian mengenai tugas saya sebagai anggota DPD. Caranya sangat beragam tetapi relatif murah, mulai dari mendengar secara langsung sampai menampunya lewat media online seperti fb, blog, twiter dan lainnya. Pesan yang masuk ini sangat penting untuk memetakan masalah yang terjadi di daerah.

Fasilitator. Saya juga akan menjalin hubungan yang erat dengan pemda, ormas, LSM, kelompok swadaya masyarakat, dan kelompok-kelompok warga yang berada di daerah saya. Hal ini penting karena saya akan memfasilitasi mereka dengan pihak pusat. Saya akan mendengar masukan mereka untuk kemudian saya perjuangkan di DPD. Jika ada program pemerintah pusat yang berkaitan dengan pemabangunan daerah, maka saya akan menginformasikannya ke pemda, ormas, LSM, kelompok swadaya masyarakat, dan kelompok-kelompok warga yang berada di daerah saya agar mereka tahu dan dapat memanfaatkannya untuk kegiatan pembangunan di daerah.

Itulah yang akan saya lakukan jika saya menjadi anggota DPD, kalau kamu?

Infomine: koleksi sumber informasi akademis di internet

Alamat: http://infomine.ucr.edu

Profil:

Infomine adalah perpustakaan veritual untuk sumber daya internet yang relevan bagi dunia akademis di tingkat perguruan tinggi. Infomine berisi sumber daya yang berguna bagi dunia akademis seperti database, jurnal elekrtonik, buku elektronik, bulletin board, milis, opac, artikel, direktori peneliti, dan jenis-jenis sumber daya lainnya.

INFOMINE dibangun oleh pustakawan dari Universitas California, Wake Forest University, California State University, University of Detroit – Mercy, dan universitas serta perguruan tinggi lainnya yang telah memberikan kontribusi untuk membangun INFOMINE.

Sumber referensi umum yang terdapat di infomine:

Disiplin Ilmu yang tersedia:

  • Biological, Agricultural & Medical Sciences

  • Business and Economics

  • Cultural Diversity & Ethnic Resource

  • Government Information

  • Maps & GIS

  • Physical Sciences, Engineering, Computing & Math

  • Social Sciences & Humanities

  • Visual & Performing Arts

Fasilitas:

  • Memiliki fitur pencarian sederhana.

  • Memiliki fitur pencarian lanjutan yang memudahkan pengguna untuk memfokuskan pencarian informasinya.

  • Memiliki fitur tips-tips pencarian yang terbagi atas tiga bagian. Yaitu, tips pencarian dasar, tips pencarian lanjutan dan katagoti subjek, dan tips INFOMINE Advanced Search fields and options.

  • Juga memiliki fitur alatoalat pencarian lain yang terdiri atas mesin pecari, meta search engine, indeks subjek, milis atau newsgroups, buku putih atau buku kuning, informasi bantuan tentang pemanfaatan sumber daya internet bagi dunia akademis

Maryati dan Semangat Untuk Sekolah

Maryati sekilas hanyalah pelajar biasa saja di SMAN 11 Kab. Tangerang. Pada awalnya saya pun tidak terlalu mengenalnya, sampai suatu saat datang SMS dari salah seorang fasilitator Learning Gruop, salah satu program unggulan Insan Madani Learning Centre (IMLC), yang mengatakan ada salah satu binaannya yang curhat sudah nunggak SPP lebih dari 6 bulan.

Karena penasaran dan mengusik pikiran, saya lalu menelepon Elah, fasilitator yang mengirim SMS itu, dari elah keluarlah cerita bahwa Maryati sebenarnya sudah diminta oleh orang tuanya untuk tidak melanjutkan sekolah sampai SMA, cukup sampai SMP saja. Orang tua Maryati tidak lagi sanggup untuk membiayainya. Tetapi Maryati tetap ngotot untuk tetap melanjutkan sekolahnya, meski orang tuanya tidak lagi sanggup membiayainya. Maryati masuk SMA dengan menggunakan uang tabungan semasa SMP-nya.

Masih cerita dari Elah, Maryati ke sekolah tidak punya uang sama sekali. Sedangkan jarak rumahnya dengan sekolah terbilang jauh. Beruntung ada temannya yang berbaik hati memberikan tebengan. Resikonya Maryati sangat tergantung dengan kebaikan hati temannya untuk pulang pergi ke sekolah.

Dari cerita Elah, akhirnya teman-teman IMLC sepakat membahas masalah ini. temannya di rohis kami minta cerita mereka tentang Maryati. Eh, salah satu temannya yang satu desa dengannya mengatakan kalau di desanya yang melanjutkan SMA Cuma tiga orang saja, salah satunya Maryati. Dalam rapat itu keluar keputusan untuk memberikan beasiswa kepada Maryati.

Dari mana dananya? Yang pasti bukan dari kas IMLC, karena kondisi kas IMLC juga tidak terlalu baik. jadi teman-teman IMLC bersepakat untuk menyisihkan gajinya, yang sebenarnya sudah dipotong sana-sini, untuk dikumpulkan dan dibayarkan kepada pihak sekolah agar Maryati bisa tetap bersekolah. Akhirnya, pada tanggal 19 November 2011, kami bisa memberikan beasiswa kepada Maryati. Tidak besar, tapi bisa mengurangi tunggakannya.

Maryati saat menerima sertifikat beasiswa IMLC

Sore hari setelah IMLC memberikan beasiswa, saya tanya lagi tentang Maryati ke Elah. Kata Elah sebenarnya keluarga Maryati punya penghasilan dari hasil berkebun, tetapi hanya cukup untuk makan keluarganya saja.

Kabar baiknya, selain mendapat beasiswa dari IMLC, sekarang Maryati tidak lagi nebeng ke sekolah. Karena ada kakak iparnya yang kasihan dan tersentuh dengan semangat Maryati untuk sekolah, meminjamkan motornya untuk dipakai ke sekolah oleh Maryati, sedangkan kakak iparnya menggunakan sepeda untuk berangkat kerja meski jarak yang harus ditempuhnya sangat jauh.

Saya sendiri hanya bisa bersyukur telah menemukan orang yang semangatnya untuk bersekolah sangat tinggi dan bisa membantu mengurangi bebannya. Sungguh awalnya saya mendirikan IMLC bersama lima orang lainnya hanyalah untuk melakukan pembinaan kepada para pelajar agar mereka tidak salah langkah dan memoles potensi mereka agar terus berkembang, kini, kami punya program baru, yaitu program beasiswa untuk binaan kami yang semangat belajarnya tinggi namun kemampuan ekonominya lemah.

Jika Pembaca mau dan bersedia menyisihkan penghasilannya untuk membantu binaan kami yang kekurangan finansial, maka kami akan sangat menantikan bantuan anda. Bantuan anda akan kami olah menjadi beasiswa. Silahkan transfer ke rekening Bank Syariah Mandiri No Rek. 0177003749 a.n Iwan Ridwan dan konfirmasi via sms atau email.

Ahmad Yunus

Sekretaris Jenderal IMLC

Hp: 0856 7601 644

Email: madanilearning@gmail.com

Weblog: imlc.wordpress.com

Berkarya, berbagi, Berprestasi, dan Dikenal Berkat NgeBlog.

Blog ini awalnya dibuat oleh sebuah keisengan semata pada masa awal saya nyantri di UI dan kini blog ini tumbuh bagai bunga di musim semi menjadi salah satu blog yang banyak pelancongnya. Untuk itu, saya ingin mengucapkan terimasih kepada bang Agus Anang, yang mengenalkan saya kepada wordpress.

Sungguh, Saya menulis hanya untuk kesenangan saja. Penyalur hobi kedua setelah membaca. Aneh rasanya ketika membaca tidak dilanjutkan dengan menulis, entah itu resume atau kompilasi dari apa yang pernah saya baca. Mungkin karena sudah terbiasa dengan kedua kegiatan itu. Seperti dua sisi koin, membaca di satu sisi dan menulis di sisi lain. Sekaligus pengamalan dari kalimat bijak Ali bin Abu Thalib r.a, ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

Tantangan mempunyai blog adalah melahirkan karya, karena dengan adanya blog saya merasa dituntut untuk terus berkarya. Selain itu, dengan adanya blog kita seperti punya pernerbitan sendiri, tidak lagi harus ke penerbit buku atau media massa untuk menerbitkan tulisan kita. Hambatan untuk mempublikasikan tulisan di masa lalu luruh berkat teknologi bernama: blog.

Dan lewat blog inilah saya menumpahkan segala ekspresi diri, mulai dari sekedar puisi sampai tulisan-tulisan berat, dan bahkan lewat blog ini saya membuat penayunus project, sebuah project pribadi saya untuk mengumpulkan situs-situs di internet yang bisa membantu dunia pendidikan dan memberikan ringkasan mengenai situs-situs tersebut.

Tapi, ada satu hal yang membuat saya keranjingan menulis di blog ini. Yah, karena ternyata bukan hanya saya yang memanfaatkannya, tetapi banyak orang juga yang menongok ke blog ini dan mengambil kepingan-kepingan kalimat yang pernah saya goreskan lewat tarian jari di tuts keyboard. Seperti satus fb saya.

Berjalannya waktu, ternyata banyak hal yang bisa saya raih dengan menulis. Mulai dari dapet temen sampai dapet hadiah. Saya termasuk orang yang tidak aktif mencari teman di FB, tapi berkat blog ini banyak sekali permintaan pertemanan yang mampir ke notifikasi saya, bahkan ada yang langsung menulis di pesan dan dinding FB saya, kebanyakan mengucapkan terimakasih karena tulisan saya yang tidak teratur itu ternyata membantu mereka. Selain itu, banyak hadiah juga yang saya dapatkan Berkat NgeBlog. Pada bulan Agustus 2010 blog ini pernah didapuk ISBA 2010 category Bronze dan pada bulan April 2011 ini masuk ke dalam nominasi 100 besar Kompetisi Blogger Banten 2011 dengan menyisihkan 7.000 pendaftar kompetisi baik online maupun offline. Entahlah, siapa kali yang menyarankan dan merekoemndasikan blog ini di dua kompetisi tersebut. Pernah juga saya memenangi lomba menulis artikel tentang kekebasan berekspresi di internet lewat blog ini. Sungguh nikmat rasanya bisa berprestasi Berkat NgeBlog.

Harapan saya, saya ingin terus produktif menulis dan bisa melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi. Semoga juga blog ini semakin banyak pelancongnya agar semakin banyak yang menikmati madunya.

Selamat Hari Blogger Nasional!

Ini adalah cerita saya, tentang kekuatan Blog dan apa yang sudah saya dapatkan BerkatNgeBlog

Share your #berkatNgeblog ya, rencananya blog posts kamu juga akan dibukukan via NulisBuku.com dan di-launch pada acara ON | OFF 2011 tanggal 3 Desember 2011. Info Lengkapnya lihat di http://www.onoffid.org/bahasa-indonesia-berkat-ngeblog-–-hari-blogger-nasional-2011/?lang=id

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.