Antara Tradisi Keilmuan, Internet, dan Pewarisan Pengetahuan

Perpustakaan digital tak lain adalah internet itu sendiri.

Fuad Gani, MA. Ketua Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UI

 

Pada salah satu sesi seminar KISPI Fisip UI tahun 2008, penulis berkesempatan hadir sebagai peserta, pembicaranya pada sesi itu adalah mas Ganda Upaya, salah satu Sosialog UI. Pada sesi itu mas Ganda memaparkan tentang masyarakat madani, termasuk juga tentang tradisi keilmuan para ulama dan ilmuan muslim terdahulu.

Pada sesi tanya jawab penulis berkesempatan bertanya. Pertanyaan yang diajukan penulis adalah andai saja kitab-kitab ulama dan ilmuan muslim terdahulu tidak dihancurkan, yang menurut riwayat sungai di kota Baghdad menjadi hitam saking banyaknya kitab-kitab tersebut yang dibuang ke sungai. Kemudian kitab-kitab itu terwariskan pada kita, apakah umat ini akan lebih maju dari sekarang?

Belum tentu! Jawab mas Ganda. Yang perlu dibangun adalah tradisi keilmuan kita. Pada masa dahulu seorang ulama rela bermusafir berbulan-bulan hanya untuk meriwayatkan sebuah hadist. Bahkan Ibnu Khaldun pun untuk menulis kitab ia naik ke atap rumahnya dengan penerang sinar bulan. Atau imam Syafii muda yang menulis catatatanya dipelepah pohon. Sampai seperti itu tradisi keilmuan umat terdahulu.

saladin

Kondisi Kita

Ada yang harus kita renungkan, yaitu tentang tradisi keilmuan kita di sini, di negeri dengan meyoritas umat Muslim, bahkan tercatat sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dan saat ini, di mana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat.

Kawan, Organisasi International Educatinal Achievment (IEA) pada tahun 2000 menempatkan Indonesia pada urutan ke 38 dari 39 negara, sekaligus terendah diantara negara ASEAN, yang diteliti soal kemampuan membaca anak usia SD-nya.

Hasil penelitian lainnya dari Education For All (EFA) Global Monitoring Report tahun 2005 menyebutkan Indonesia adalah negara ke 8 dengan populasi butu huruf (pada usia 10 tahun ke atas) terbesar, yaitu sekitar 18,5 juta penduduk. Angka yang tidak sedikit.

Dan sedihnya, kualitas sebuah bangsa salah satunya terukur dari angka melek huruf dan kemampuan membaca mayarakatnya. UNDP (United Nations Developmant Programme) menjadikan ukuran ini sebagai penentu tinggi rendahnya indeks pembangunan manusia atau HDI (Human Development Index). Dan tinggi rendahnya HDI akan menentukan kualitas suatu bangsa.

Menguatkan hasil penelitian – penelitian sebelumnya, survei UNDP pada tahun 2005, menempatkan HDI Indonesia di nomor 117 dari 175 negara. memprihatinkan!

Ada yang bisa membaca tapi kemampuan berbahasanya sangat rendah. Tahun 2004 ketika indeks kelulusan anak SMA dinaikkan, banyak siswa SMA yang tidak lulus. UNESCO membuat riset, ternyata keterbacaan anak Indonesia hanya 0,9%. Artinya kalau mereka membaca 100 kata, hanya 9 kata yang mereka kuasai. Jauh sebelumnya pada tahun 1990, temuan Indra Ardiana menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah belum dapat berbahasa tulis dengan baik.

Tak jauh berbeda dengan orang awan pada umumnya, ternyata kondisi kaum cendikia pun tak kalah tragis. Tradisi keilmuan kaum cendikia kita masih lemah. Bangsa ini lebih kuat tradisi lisannya ketimbang tradisi tulis. Dosen dan guru kita lebih pede mengajar dengan berceramah, sedikit sekali dosen dan guru kita yang memberikan bahan ajarnya berupa tulisan mereka sendiri.

Internet dan Pewarisan Pengetahuan.

Memang tradisi keilmuan kita lemah dan memang tradisi tulis kita buruk, tetapi orang yang tidak memiliki minat baca dapat diubah menjadi peminat baca jika kita mampu mengkondisikan orang tersebut menyukai bacaan, dimotivasi dengan bertahap dengan menyenangi bacaan – bacaan ringan menuju bacaan yang lebih berat. Orang yang takut menulis karena takut dibilang jelek, dapat kita rangsang dan motivasi untuk terus menulis dan melahirkan karya.

Dahulu untuk menerbitkan sebuah tulisan harus menggunakan media cetak, tapi sekarang semua orang bisa menerbitkan tulisannya sendiri dengan berbagai emdia yang ada. Tak perlu takut untuk menulis, karena ada tak perlu risau ditolak penerbit atau redekatur media massa. Anda bisa menulis lewat blog, facebook, twitter, dan media lain yang dapat anda gunakan.

Kelebihan internet juga dapat menghubungkan orang dari berbagai pelosok dunia. sehingga penyebaran sebuah infromasi dapat dengan mudah tersebar ke berbagai orang di belahan dunia ini. Kelebihan ini menutupi kelemahan ketika kita mengirim buku via pos yang memakan waktu lebih lama serta lebih mahal, karena disamakan dengan mengirim dokumen berharga.

Selain itu, konten digital juga mudah untuk diduplikasikan dan membutuhkan waktu yang relatif cepat. Berbeda dengan dunia cetak yang membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan duplikasi.

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh internet di atas, seharusnya dapat kita maksimalkan untuk pewarisan ilmu pengetahuan kepada sesama manusia. Semoga ke depan, di pelosok negeri ini lahir cendikiawan-cendikiawan muslim yang ilmunya bermanfaat bagi ummat manusia, tak hanya berasal dari Jawa. Semoga!

internet

Dan biarlah saya menutup tulisan ini dengan mengutip dua kalimat dari dosen saya yang selalu menyemangati saya untuk menulis; Dr. Kaelany HD., MA:

-Membaca adalah bagian dari upaya mencerdasakan bangsa, suatu “Gerakan Revolusi” yang telah dilakukan oleh bangsa-bangsa maju. Tanpa membaca kita tak akan bangkit-bangkit, dan tetap akan selamanya terbelakang-

-Orang lain telah maju melesat ke depan karena mereka tiada henti membaca, menulis, dan meneliti untuk meraih ILMU dan TEKNOLOGI-

 

Facebook dan Silaturahmi

“Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Ada hal menarik dari berita yang dturunkan oleh Antara dalam laman beritanya, yaitu Penggemar Facebook Banten Adakan Halal Bihalal. Dalam berita itu disebutkan bahwa untuk mempererat tali persaudaraan serta bertukar informasi, puluhan penggemar facebook Banten mengadakan halal bihalal di sebuah rumah makan di Serang. Dalam acara halal-bihalal tersebut terungkap sebuah rencana untuk mendirikan sebuah yayasan dibidang sosial, yang pengurus dan anggotanya berasal dari para penggemar facebook. Bahkan, menurut Agung, salah seorang penggemar facebook yang berdomisili di Kota Serang mengungkapkan, untuk memperluas ikatan persaudaraan dengan penggemar facebook lainnya, bulan depan akan mengadakan silaturahmi dengan penggemar facebook dari Jakarta

Silaturahmi dalam Islam

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23) Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan, Heraklius pernah bertanya kepadanya –kala itu Abu Sufyan masih Kafir- : Apa yang diperintahkan oleh Muhammad ? Abu Sufyan menjawab : Dia memerintahkan kami untuk mendirikan shalat, bersedekah, menjaga kehormatan diri (al-’iffah) dan menyambung tali silaturahmi. (HR Bukhari) Setiap muslim di dunia ini patut bersyukur bahwa di dalam syari’at islam terkandung nilai dan norma-norma yang sangat tinggi nilainya. Dan jika seluruh nilai dan norma yang merupakan way of life tersebut dijalankan secara menyeluruh, niscaya –baik kita sadari walaupun tidak- hal tersebut akan mendatangkan kemaslahatan baginya, baik di dunia kita sekarang ini maupun di kehidupan yang mendatang. Salah satu dari tuntunan hidup Islam tersebut adalah silaturahmi. Bahkan lebih dari itu, silaturahmi merupakan salah satu ajaran akhlaq yang paling asasi di dalam Islam. Dalam konteks keseharian kita masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, pelaksanaan praktek silaturahmi dapat dengan mudah kita jumpai.

Lihat saja budaya orang-orang Indonesia setiap kali lebaran ‘Idul Fitri dan hari raya ‘Idul Adha menjelang. Lepas dari bubar melaksanakan sholat sunnah ‘Ied, berbondong-bondong mereka saling berpeluk-salaman, saling kunjung mengunjungi antar rumah. Mulai dari rumah-rumah tetangga yang dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan kaki, hingga rumah-rumah handai tolan nun jauh di belahan bumi lainnya yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. Di luar dua moment besar Islam ini, pesona silaturahmi masih dapat dengan kental kita rasakan pada kehidupan keseharian masyarakat pelosok dan pedalaman desa. Hal yang sangat kita sayangkan, bentuk interaksi yang sangat mulia ini lambat laun dari hari ke hari nampaknya kian memudar. Padahal, silaturahmi bukan hanya sekedar bermuatan tali persaudaraan. Jauh melewati hal tersebut, silaturahmi pada hakikatnya adalah cara pandang dan sikap hidup seorang muslim –dengan nilai universal- yang menjadikannya sebuah pelita yang selalu menyinari keadaan di sekelilingnya. Banyak sekali dari kita yang secara fisik memang mempraktekkan silaturahmi, yaitu silaturahmi -dalam arti harfiyah yang selama ini kita fahami- yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah yang telah terbina antar sesama kita. Namun tidak jarang manakala kita sedang mengunjungi salah seorang kerabat, hati ini masih tetap menyimpan kebencian dan dendam terhadapnya. Apalah artinya jika kita bersilaturahmi secara fisik saja, sementara kalbu kita bertolak belakang dengannya. Bersilaturahmi hendaknya dilaksanakan dan dijalankan secara menyeluruh, luar dan dalam, secara lahiriyah dan batiniyah.

Nuansa persaudaraan ini haruslah terjalin dari hati ke hati, hal itu berarti bahwa ibadah yang hukumnya wajib ini harus disertai rasa tulus dan ikhlas.Layaknya ibadah wajib lainnya dalam syari’at Islam, silaturahmi bisa membawa implikasi langsung dan tak langsung terhadap jalannya roda kehidupan seorang muslim. Hal ini juga membawa dampak sebab-akibat, baik ketika silaturahmi itu kita laksanakan atau ketika kita meninggalkannya. Suatu ketika Rasulullah pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Hadits di atas hanya merupakan salah satu contoh dari sekian banyak keutamaan silaturahmi. Dengan silaturahmi kita akan mendapat limpahan cinta kasih dari orang-orang terdekat kita, sebagaimana Allah akan lebih menyayangi kita. Lebih dari itu, silaturahmi dapat membawa kita menuju pintu syurga kelak di akhirat nanti, insyaAllah.

Sebaliknya manakala kita meninggalkan silaturahmi, kita akan mendapatkan imbalan yang telah dijanjikan Allah dalam firman-Nya :”Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23) Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Abu Awfa, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : “Rahmat (Allah) tidak akan turun kepada suatu kaum/ummat yang di dalamnya terdapat orang yang memutus tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Baihaqi)

Pada hakikatnya bentuk pengejewantahan dari silaturahmi tidaklah hanya sebatas aksi saling mengunjungi antar sesama. Banyak hal yang bisa kita laksanakan masuk dalam kategori pelaksanaan silaturahmi. Ibnu ‘Abidin al-Hanafy berkata : “Silaturahmi itu wajib hukumnya walaupun hanya dengan mengucapkan salam, memberi selamat, dengan memberi hadiah, dengan menolong sesama, atau dengan mujalasah, bersikap lembut, berbuat ihsan.

Untuk ringkasnya, ada beberapa perbuatan yang termasuk dalam batas minimal dari silaturahmi seperti mengucapkan salam, senyum dan tidak menyakiti orang lain. Sementara itu, beberapa perbuatan yang bisa dikategorikan ke dalam batas maksimal silaturahmi adalah ziyarah mengunjungi kerabat, menjenguk yang sakit, memberikan hadiah, berinfaq kepada orang yang kesulitan, memberi selamat pada tiap moment hari raya, dan beberapa perbuatan lainnya.

Facebook Sebagai media silaturahmi

Facebook adalah salah satu media social network yang sangat terkenal, dengan facebook kamu dapat berinteraksi dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia. Di Facebook kamu dapat menampilkan profile diri kamu, lengkap dengan foto-foto kamu, bersosialisasi dengan orang-orang yang punya hobi sama, menjadi fans artis, berbagi cerita dan kegiatan kamu, atau chatting online dengan user lain. Facebook juga memungkinkan kita untuk bisa berhubungan kembali dengan teman-teman lama lewat fitur pencarian teman.

Karena layanannya yang bisa menghubungkan kita dengan berbagai orang di dunia ini, maka facebook bisa digunakan sebagai media silaturahmi. Seperti berita Antara di atas, bagaimana sebuah komunitas yang berasal dari dunia maya bisa berkumpul dan memiliki agenda yang baik di dunia nyata.

Namun, kehadiran facebook juga tak lepas dari masalah. Facebook yang sedianya adalah situs pertemanan, ternyata ada penggunanya yang melakukan penyimpangan dengan melakukan fitnah dan ghibah, ada juga yang meneror, bahkan ada suami yang tega membunuh istrinya sendiri, hanya karena sang istri merubah status meritalnya dalam facebook dari yang sudah menikah menjadi single.

Facebook ibarat sebuah kekuatan yang maha dahsyat dan tidak terhindarkan. Tak jarang facebook juga menjadi senjata mematikan yang justu meretakkan hubungan sosial seseorang.

Berikut beberapa etika dalam berfacebook yang dikutip dari msnbc.com :

1. Jangan membuat akun dan profil palsu

jangan pernah sekali-kali membuat akun dan profil palsu tentang mantan ataupun seseorang. Dan anda melakukan posting ataupun aktivitas perteman yang buruk untuk merusak namanya. Jangan pernah sekali-kali melakukan hal ini.

2. Jejaring Sosial bukanlah sebuah terapi yang seharusnya tidak jadi pengganggu dalam sebuah pengambilan keputusan.

3.Pahami perbedaan antara Wall dan Message.

Kata-kata seperti “I luv u sooooo much baaaaaaaaby. I can’t waaaaaaait too seeee u 2nite” alangkah lebih baik kalau ditulis di message.

4. Jangan mengumbar rahasia pribadi anda jika tidak ingin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika ingin Curhat tentang rahasia anda kepada seseorang, sebaiknya gunakan saja e-mail

5. Jangan banjiri profil dengan Photo, Video dan Komentar tentang gagalnya hubungan anda.

Jangan lakukan hal diatas jika anda tidak ingin dipermalukan dengan serangan balasan.

6. Sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu jika ingin berteman dengan mantan sahabat dekat anda.

7. Tidak ada masalah jika anda berteman dengan teman dari teman anda.

Tapi ada baiknya jika dalam perkenalan kita menjelaskan tentang “middleman” yang menghubungkan kita. Kita tidak ingin dianggap berniat menjual sesuatu dong, ketika mengajukan hubungan pertemanan dengan seseorang yang belum dikenal

8. Status hubungan adalah kesepakatan bersama.

Banyak permasalahan yang timbul akibat merubah status hubungan, tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Ingat, begitu anda merubah status anda, secara real time semua teman anda akan segera mengetahuinya.

Intinya adalah kehidupan sosial dunia maya bukan merupakan pilihan kehidupan bersosial yang utama, tapi merupakan pelengkap yang seharusnya memperindah hubungan yang sesungguhya.

Daftar bacaan:

http://www.antara.co.id/berita/1257091504/penggemar-facebook-banten-adakan-halal-bihalal

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/3648-gara-gara-facebook-suami-tega-bunuh-istri.html

http://khairuddinhsb.blogspot.com/2008/05/silaturahmi-dalam-islam.html

 

“Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)

Ada hal menarik dari berita yang dturunkan oleh Antara dalam laman beritanya, yaitu Penggemar Facebook Banten Adakan Halal Bihalal. Dalam berita itu disebutkan bahwa untuk mempererat tali persaudaraan serta bertukar informasi, puluhan penggemar facebook Banten mengadakan halal bihalal di sebuah rumah makan di Serang. Dalam acara halal-bihalal tersebut terungkap sebuah rencana untuk mendirikan sebuah yayasan dibidang sosial, yang pengurus dan anggotanya berasal dari para penggemar facebook. Bahkan, menurut Agung, salah seorang penggemar facebook yang berdomisili di Kota Serang mengungkapkan, untuk memperluas ikatan persaudaraan dengan penggemar facebook lainnya, bulan depan akan mengadakan silaturahmi dengan penggemar facebook dari Jakarta

Silaturahmi dalam Islam

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Sufyan, Heraklius pernah bertanya kepadanya –kala itu Abu Sufyan masih Kafir- : Apa yang diperintahkan oleh Muhammad ? Abu Sufyan menjawab : Dia memerintahkan kami untuk mendirikan shalat, bersedekah, menjaga kehormatan diri (al-’iffah) dan menyambung tali silaturahmi. (HR Bukhari)
Setiap muslim di dunia ini patut bersyukur bahwa di dalam syari’at islam terkandung nilai dan norma-norma yang sangat tinggi nilainya. Dan jika seluruh nilai dan norma yang merupakan way of life tersebut dijalankan secara menyeluruh, niscaya –baik kita sadari walaupun tidak- hal tersebut akan mendatangkan kemaslahatan baginya, baik di dunia kita sekarang ini maupun di kehidupan yang mendatang.
Salah satu dari tuntunan hidup Islam tersebut adalah silaturahmi. Bahkan lebih dari itu, silaturahmi merupakan salah satu ajaran akhlaq yang paling asasi di dalam Islam. Dalam konteks keseharian kita masyarakat Indonesia yang notabene sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam, pelaksanaan praktek silaturahmi dapat dengan mudah kita jumpai. Lihat saja budaya orang-orang Indonesia setiap kali lebaran ‘Idul Fitri dan hari raya ‘Idul Adha menjelang. Lepas dari bubar melaksanakan sholat sunnah ‘Ied, berbondong-bondong mereka saling berpeluk-salaman, saling kunjung mengunjungi antar rumah. Mulai dari rumah-rumah tetangga yang dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan kaki, hingga rumah-rumah handai tolan nun jauh di belahan bumi lainnya yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat terbang. Di luar dua moment besar Islam ini, pesona silaturahmi masih dapat dengan kental kita rasakan pada kehidupan keseharian masyarakat pelosok dan pedalaman desa.
Hal yang sangat kita sayangkan, bentuk interaksi yang sangat mulia ini lambat laun dari hari ke hari nampaknya kian memudar. Padahal, silaturahmi bukan hanya sekedar bermuatan tali persaudaraan. Jauh melewati hal tersebut, silaturahmi pada hakikatnya adalah cara pandang dan sikap hidup seorang muslim –dengan nilai universal- yang menjadikannya sebuah pelita yang selalu menyinari keadaan di sekelilingnya.
Banyak sekali dari kita yang secara fisik memang mempraktekkan silaturahmi, yaitu silaturahmi -dalam arti harfiyah yang selama ini kita fahami- yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah yang telah terbina antar sesama kita. Namun tidak jarang manakala kita sedang mengunjungi salah seorang kerabat, hati ini masih tetap menyimpan kebencian dan dendam terhadapnya. Apalah artinya jika kita bersilaturahmi secara fisik saja, sementara kalbu kita bertolak belakang dengannya. Bersilaturahmi hendaknya dilaksanakan dan dijalankan secara menyeluruh, luar dan dalam, secara lahiriyah dan batiniyah. Nuansa persaudaraan ini haruslah terjalin dari hati ke hati, hal itu berarti bahwa ibadah yang hukumnya wajib ini harus disertai rasa tulus dan ikhlas.
Layaknya ibadah wajib lainnya dalam syari’at Islam, silaturahmi bisa membawa implikasi langsung dan tak langsung terhadap jalannya roda kehidupan seorang muslim. Hal ini juga membawa dampak sebab-akibat, baik ketika silaturahmi itu kita laksanakan atau ketika kita meninggalkannya. Suatu ketika Rasulullah pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin banyak rezeki dan panjang usia, sambungkanlah tali silaturahmi” (HR Bukhari)
Hadits di atas hanya merupakan salah satu contoh dari sekian banyak keutamaan silaturahmi. Dengan silaturahmi kita akan mendapat limpahan cinta kasih dari orang-orang terdekat kita, sebagaimana Allah akan lebih menyayangi kita. Lebih dari itu, silaturahmi dapat membawa kita menuju pintu syurga kelak di akhirat nanti, insyaAllah.
Sebaliknya manakala kita meninggalkan silaturahmi, kita akan mendapatkan imbalan yang telah dijanjikan Allah dalam firman-Nya :”Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad : 22-23)
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Abu Awfa, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : “Rahmat (Allah) tidak akan turun kepada suatu kaum/ummat yang di dalamnya terdapat orang yang memutus tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Baihaqi)
Pada hakikatnya bentuk pengejewantahan dari silaturahmi tidaklah hanya sebatas aksi saling mengunjungi antar sesama. Banyak hal yang bisa kita laksanakan masuk dalam kategori pelaksanaan silaturahmi. Ibnu ‘Abidin al-Hanafy berkata : “Silaturahmi itu wajib hukumnya walaupun hanya dengan mengucapkan salam, memberi selamat, dengan memberi hadiah, dengan menolong sesama, atau dengan mujalasah, bersikap lembut, berbuat ihsan.
Untuk ringkasnya, ada beberapa perbuatan yang termasuk dalam batas minimal dari silaturahmi seperti mengucapkan salam, senyum dan tidak menyakiti orang lain. Sementara itu, beberapa perbuatan yang bisa dikategorikan ke dalam batas maksimal silaturahmi adalah ziyarah mengunjungi kerabat, menjenguk yang sakit, memberikan hadiah, berinfaq kepada orang yang kesulitan, memberi selamat pada tiap moment hari raya, dan beberapa perbuatan lainnya.

 


Facebook Sebagai media silaturahmi

Facebook adalah salah satu media social network yang sangat terkenal, dengan facebook kamu dapat berinteraksi dengan berbagai macam orang dari seluruh dunia. Di Facebook kamu dapat menampilkan profile diri kamu, lengkap dengan foto-foto kamu, bersosialisasi dengan orang-orang yang punya hobi sama, menjadi fans artis, berbagi cerita dan kegiatan kamu, atau chatting online dengan user lain. Facebook juga memungkinkan kita untuk bisa berhubungan kembali dengan teman-teman lama lewat fitur pencarian teman.

Karena layanannya yang bisa menghubungkan kita dengan berbagai orang di dunia ini, maka facebook bisa digunakan sebagai media silaturahmi. Seperti ebrita Antara di aats, bagaimana dsebuah komunitas yang berasal dari dunia maya bisa berkumpul dan memiliki agenda yang baik di dunia nyata.

Namun, kehadiran facebook juga tak lepas dari masalah. Facebook yang sedianya adalah situs pertemanan, ternyata ada penggunanya yang melakukan penyimpangan dengan melakukan fitnah dan gibah, ada juga yang meneror, bahkan ada suami yang tega membunuh istrinya sendiri, hanya karena sang istri merubah status meritalnya dalam facebook dari yang sudah menikan menjadi single.

Facebook ibarat sebuah kekuatan yang maha dahsyat dan tidak terhindarkan. Tak jarang facebook juga menjadi senjata mematikan yang justu meretakkan hubungan sosial seseorang.

Berikut beberapa etika dalam berfacebook yang dikutip dari msnbc.com :

1. Jangan membuat akun dan profil palsu

jangan pernah sekali-kali membuat akun dan profil palsu tentang mantan ataupun seseorang. Dan anda melakukan posting ataupun aktivitas perteman yang buruk untuk merusak namanya. Jangan pernah sekali-kali melakukan hal ini.

2. Jejaring Sosial bukanlah sebuah terapi yang seharusnya tidak jadi pengganggu dalam sebuah pengambilan keputusan.

3.Pahami perbedaan antara Wall dan Message.

Kata-kata seperti “I luv u sooooo much baaaaaaaaby. I can’t waaaaaaait too seeee u 2nite” alangkah lebih baik kalau ditulis di message.

4. Jangan mengumbar rahasia pribadi anda jika tidak ingin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Jika ingin Curhat tentang rahasia anda kepada seseorang, sebaiknya gunakan saja e-mail

5. Jangan banjiri profil dengan Photo, Video dan Komentar tentang gagalnya hubungan anda.

Jangan lakukan hal diatas jika anda tidak ingin dipermalukan dengan serangan balasan.

6. Sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu jika ingin berteman dengan mantan sahabat dekat anda.

7. Tidak ada masalah jika anda berteman dengan teman dari teman anda.

Tapi ada baiknya jika dalam perkenalan kita menjelaskan tentang “middleman” yang menghubungkan kita. Kita tidak ingin dianggap berniat menjual sesuatu dong, ketika mengajukan hubungan pertemanan dengan seseorang yang belum dikenal

8. Status hubungan adalah kesepakatan bersama.

Banyak permasalahan yang timbul akibat merubah status hubungan, tanpa kesepakatan kedua belah pihak. Ingat, begitu anda merubah status anda, secara real time semua teman anda akan segera mengetahuinya.

.Intinya adalah kehidupan sosial dunia maya bukan merupakan pilihan kehidupan bersosial yang utama, tapi merupakan pelengkap yang seharusnya memperindah hubungan yang sesungguhya.

Daftar bacaan:

http://www.antara.co.id/berita/1257091504/penggemar-facebook-banten-adakan-halal-bihalal

http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/computer-it/3648-gara-gara-facebook-suami-tega-bunuh-istri.html

http://khairuddinhsb.blogspot.com/2008/05/silaturahmi-dalam-islam.html

Imhalal, mesin pencari yang Halal

imhalal ,ogoSebelum beciara tentang Imhalal ada baiknya kita ketahui dulu pengertian dari mesin pencari itu apa. menurut wikipedia, mesin pencari adalah alat yang dirancang untuk mencari informasi di World Wide Web. Hasil pencarian biasanya disajikan dalam sebuah daftar dan umumnya disebut hit. Informasi dapat terdiri dari halaman web, gambar, informasi dan jenis file lainnya.

Jadi bisa dikata mesin pencari merupakan sejata utama kita dalam mencari informasi di dunia maya. sedangkan internet sendiri seperti pasa rinformasi, semua bisa kita temukan di internet, termasuk konten-konten yang berbau haram.

ImHalal adalah mesin pencari islami pertama yang dirancang terutama bagi umat Islam di seluruh dunia. Apa bedanya dengan mesin pencari lain yang selama ini sudah dikenal banyak orang ?

Dibanding mesin lain yang bisa dibilang menampilkan semua konten tanpa terkecuali, maka ImHalal dengan sistem penyaringan-nya hanya menampilkan di hasil pencairan untuk konten bertanda Halal, termasuk bebas dari hal mesum.

Reza Sardeha sebagai pendiri ImHalal sudah berdiskusi dengan para ulama dalam menentukan haram tidaknya sebuah konten, dan hasilnya sudah memblokir semua konten sensual.

Pengguna internet masih bisa mengakses hasil pencarian yang termasuk haram pada level 1 dan 2. Tapi jangan harap bisa mengakses hasil pencarian internet yang masuk kategoro Haram level 3. “Oops! Your search inquiry has a Haram level of 3 out of 3! I would like to advise you to change your search terms and try again“.

Namun, ImHalal.com ternyata belum seluruhnya halal. Situs mesin pencari ini rupanya masih juga kecolongan konten tak senonoh.

Ketika dicoba dengan mengetikkan kata-kata mesum yang populer, ’sex’ dan ‘porn’, memang situs ini langsung cepat menolaknya. Kedua kata tersebut dikategorikan ImHalal sebagai kata ‘Haram’ level 3 atau yang paling tinggi tingkatannya.

ImHalal tak lupa menghimbau pengguna internet untuk mengubah pencariannya. “Oops! Your search inquiry has a Haram level of 3 out of 3! I would like to advise you to change your search terms and try again,” bunyi pesan di situs tersebut.

Bahkan untuk pencarian kata yang terbilang umum, seperti ‘girl’, ImHalal mencurigainya menyimpan konten tak senonoh dan mengkategorikannya di level haram 1. “Oops! Your search inquiry has a Haram level of 1 out of 3. This means that the results fetched by ImHalal.com could be haram!“.

Sayangnya, kedigdayaan ImHalal dalam menghalau konten vulgar kurang begitu canggih ketika digunakan dalam pencarian bahasa Indonesia. Hal ini terlihat saat penulis mencoba memasukkan kata ‘telanjang’ dan ‘maria ozawa’ di situs tersebut, ada beberapa konten nakal yang menyusup. Memang sepertinya konten yang ditampilkan dalam pencarian tersebut juga sudah difilter. Hal itu terlihat dari maraknya foto-foto bayi telanjang yang ditampilkan ketimbang orang dewasa.

Imhalal, masih kesulitan dengan bahasa lokal dan nama orang. Perlu ada mekanisme pelaporan dari pengguna tentang hasil pencarian yang ternyata haram dan berhasil lolos dari filter Imhalal, seeprti di facebook dan image.google yang ada pola pelaporan “laporkan yang tidak patut” atau seperti di email dengan ‘tandai sebagai spam’ agar mesin pencari Imhalal bekerja lebih baik.

Pun demikian — meski baru versi beta — kinerja dan niat yang diusung dari pembuat situs ini harus diacungi jempol. Sebab, ImHalal hadir untuk menjawab stigma negatif di masyarakat dimana banyak yang menyebut konten-konten di internet itu tak bisa dikendalikan.

Mesin pencari ini hadir agar kaum Muslimin dan Muslimat bisa mengakses internet tanpa perlu khawatir adanya muatan informasi atau gambar yang terlarang menurut Syariah pada hasil pencariannya.

Selain itu, kelebihan mesin pencari Imhalal ketimbang Google dan Bing, walau di mode pencarian web (bukan mode pencari gambar atau image), ia selalu menyertakan gambar screenshot di indeks hasil pencarian. Oleh karenanya hasil penelusuran di mesin pencari ini lebih tervisualisasikan.

imhalal search

negeri kami (by ghirotul fata)

Di sini negeri kami
Tempat sawah terhampar luas
Samudranya kaya raya
Negeri ini subur permai

Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimpah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Bebaskan negeri ini

PDF

PDF singkatan dari portable document format, format dokumen leketronik yang diciptakan oleh Adobe, saat ini format PDF menjadi spesifikasi standar dalam pendistribusian dan pertukaran dokumen elektronik karena keamanan terjamin. pdf mampu menampilkan dokumen sesuai dengan aslinya, apabila dokumen itu dicetak.

network computer

Network computer atau komputer jaringan, sejenis sistem thin client, memiliki fungsinalitas lebih sedikit daripada pc dekstop, tetapi memberikan akses ke berbagai aplikasi berbasis internet melalui penjelajah web dan dapat mengunduh peranti lunak.

Fat client system

Fat Client System adalah sistem komputer dekstop yang menewarkan fungsionalitas penuh sebuah PC

Thin Client System

sistem komputer dekstop yang tidak menewarkan fungsionalitas penuh sebuah PC

Workstation PC

Pc yang berdaya tinggi dan yang menjalankan aplikasi ilmiah, teknik, serta keuangan yang cukup rumit.

Mikrokomputer

Mikrokomputer adalah katagori komputer dengan kegunaan umum yang paling kecil dan murah, disebut juga sebagai mikro, personal computer, atau pc.